alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

Kebakaran di Desa Randau Jungkal, Enam Rumah Rata dengan Tanah

SANDAI – Si jago merah kembali mengamuk di Kecamatan Sandai. Kali ini terjadi di Desa Randau Jungkal pada Sabtu (1/8) malam. Sebanyak enam rumah warga ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Api dengan mudah membesar dan melahap bangunan rumah milik warga. Tidak adanya alat pemadam api membuat api sulit dipadamkan. Terlebih lagi rumah yang terbakar merupakan rumah semi permanen. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB.

Kebakaran yang terjadi di Desa Randau Jungkal Kecamatan Sandai ini membuat masyarakat panik. Pasalnya, kebakaran terjadi di tengah permukiman warga yang cukup padat. Api dengan mudah merembet ke bangunan lain dan sulit untuk dipadamkan.

Baca Juga :  Oknum Guru Cabuli Siswa dengan Cara tak Wajar

Kepala Desa Randau Jungkal, Uti Syaharban, mengatakan kebakaran tersebut mengejutkan dirinya dan warga desanya. Warga yang sedang beristirahat di rumah masing-masing terkejut dengan teriakan warga yang melihat kebakaran. “Saya sendiri sangat terkejut saat mendapat informasi ada kebakaran. Setelah dicek ada enam rumah warga yang habis dilahap,” katanya, kemarin (2/8).

Dia menjelaskan, kebakaran tersebut diduga akibat ledakan tabung gas elpiji. Tabung gas yang meledak diduga berasal dari salah satu rumah warga yaitu, Jorni, dan merembet ke rumah warga lainnya. Keenam rumah yang terbakar tersebut milik Hairol, Jorni, Jamher, H Landak, Tikung serta Baie. “Informasi sementara sumber api berasal dari rumah Jorni yang diduga akibat ledakan gas elpiji,” ungkapnya.

Baca Juga :  TK Bhayangkari Terbakar

Dalam musibah tersebut, tidak ada korban jiwa. Masing-masing pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri. Namun sebagian besar harta berharga milik enam warga yang rumahnya terbakar tidak dapat diselamatkan. “Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Warga yang rumahnya terbakar untuk sementara waktu tinggal di rumah kerabatnya,” pungkasnya. (afi)

SANDAI – Si jago merah kembali mengamuk di Kecamatan Sandai. Kali ini terjadi di Desa Randau Jungkal pada Sabtu (1/8) malam. Sebanyak enam rumah warga ludes terbakar. Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar.

Kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 19.00 WIB. Api dengan mudah membesar dan melahap bangunan rumah milik warga. Tidak adanya alat pemadam api membuat api sulit dipadamkan. Terlebih lagi rumah yang terbakar merupakan rumah semi permanen. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 23.00 WIB.

Kebakaran yang terjadi di Desa Randau Jungkal Kecamatan Sandai ini membuat masyarakat panik. Pasalnya, kebakaran terjadi di tengah permukiman warga yang cukup padat. Api dengan mudah merembet ke bangunan lain dan sulit untuk dipadamkan.

Baca Juga :  Jembatan di Jalan Ketapang-Kendawangan Satu Roboh, Satu Lagi Rusak Diterjang Banjir 

Kepala Desa Randau Jungkal, Uti Syaharban, mengatakan kebakaran tersebut mengejutkan dirinya dan warga desanya. Warga yang sedang beristirahat di rumah masing-masing terkejut dengan teriakan warga yang melihat kebakaran. “Saya sendiri sangat terkejut saat mendapat informasi ada kebakaran. Setelah dicek ada enam rumah warga yang habis dilahap,” katanya, kemarin (2/8).

Dia menjelaskan, kebakaran tersebut diduga akibat ledakan tabung gas elpiji. Tabung gas yang meledak diduga berasal dari salah satu rumah warga yaitu, Jorni, dan merembet ke rumah warga lainnya. Keenam rumah yang terbakar tersebut milik Hairol, Jorni, Jamher, H Landak, Tikung serta Baie. “Informasi sementara sumber api berasal dari rumah Jorni yang diduga akibat ledakan gas elpiji,” ungkapnya.

Baca Juga :  Merakyat, Tokoh Agama Sandai Kanan Dukung Junaidi-Sahrani

Dalam musibah tersebut, tidak ada korban jiwa. Masing-masing pemilik rumah berhasil menyelamatkan diri. Namun sebagian besar harta berharga milik enam warga yang rumahnya terbakar tidak dapat diselamatkan. “Kerugian ditaksir mencapai Rp1,5 miliar. Warga yang rumahnya terbakar untuk sementara waktu tinggal di rumah kerabatnya,” pungkasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/