alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Seorang Pekerja Asing di Ketapang Bebas Corona

Basaria : Penggunaan Pakaian ‘Astronot’ hanya SOP

KETAPANG-Seorang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT BSM Kabupaten Ketapang mendapat penanganan sesuai standar pasien suspek corona (Covid-19) di RSUD Agoesdjam Ketapang, Selasa (3/3) malam. Namun dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan bebas dari gejala suspek corona melainkan hanya demam.

Seperti diungkapkan, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ketapang Basaria Rajagukguk, hasil pemeriksaan pada yang bersangkutan menunjukkan demam disertai kerumut. Dari hasil pemeriksaan rontgen juga tidak mengarah ke pneumonia yang merupakan salah satu gejala suspek corona.

Sementara mengenai proses penanganan yang sempat membuat heboh pada Selasa (3/3) malam, menurutnya petugas hanya menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Mengingat yang bersangkutan merupakan TKA asal Tiongkok yang negaranya menjadi sumber awal ditemukannya wabah virus corona.

Baca Juga :  Bupati Dukung Pembangunan SUTT 150 kV

“Jadi kami harus menangani sesuai SOP, yaitu APD-nya (Alat Pelindung Diri) harus baik, walaupun setelah itu hasil pemeriksaannya, kondisinya tidak terindikasi ke arah sana (suspek corona),” terangnya kepada Pontianak Post, Rabu (4/3) siang.

Apalagi jika dilihat dari riwayat kasusnya, pasien ini juga tidak pernah ke luar negeri dalam enam bulan terakhir. Hal tersebut diketahui dari dokter yang berada di Puskesmas Sungai Awan tempat pertama pasien ditangani. Pihak Puskesmas juga dikatakan sudah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan tempat pasien bekerja.

“Dari riwayat pasien sudah dicek, jadi tidak ada dalam enam bulan terakhir (pasien) berpergian ke luar negeri,” katanya.

Meski demikian, belum lama ini di PT BSM tempat pasien bekerja sempat kedatangan enam orang TKA baru asal Tiongkok. Namun keenamnya juga sampai saat ini dalam keadaan sehat dan baik. “Jadi dia (pasien) juga tidak masuk dalam enam orang itu, orangnya berbeda, di luar dari enam orang itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  Do'a Tokoh Agama untuk Junaidi-Sahrani di Pilbup Ketapang

Sementara ini lanjut dia, sudah dibuat perencanaan penanganan terhadap pasien tersebut. Setelah pemeriksaan di Ketapang, pasien akan dirujuk kembali ke Pontianak. Tujuannya agar pasein mendapatkan pelayanan lebih baik. “Dan setidaknya mengkondusifkan situasi di sini. Tapi (rujukan) tidak ada kaitannya dengan suspek corona,” tegasnya.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat khususnya di Kabupaten Ketapang tidak panik. Saat ini yang paling penting menurutnya adalah, masyarakat harus selalu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, serta terus menjaga kebersihan lingkungan di tempat tinggal masing-masing.(bar)

Basaria : Penggunaan Pakaian ‘Astronot’ hanya SOP

KETAPANG-Seorang tenaga kerja asing (TKA) asal Tiongkok yang bekerja di PT BSM Kabupaten Ketapang mendapat penanganan sesuai standar pasien suspek corona (Covid-19) di RSUD Agoesdjam Ketapang, Selasa (3/3) malam. Namun dari hasil pemeriksaan, yang bersangkutan bebas dari gejala suspek corona melainkan hanya demam.

Seperti diungkapkan, Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Ketapang Basaria Rajagukguk, hasil pemeriksaan pada yang bersangkutan menunjukkan demam disertai kerumut. Dari hasil pemeriksaan rontgen juga tidak mengarah ke pneumonia yang merupakan salah satu gejala suspek corona.

Sementara mengenai proses penanganan yang sempat membuat heboh pada Selasa (3/3) malam, menurutnya petugas hanya menjalankan Standar Operasional Prosedur (SOP). Mengingat yang bersangkutan merupakan TKA asal Tiongkok yang negaranya menjadi sumber awal ditemukannya wabah virus corona.

Baca Juga :  Ancam Copot Camat, Aktifkan PPKM Desa

“Jadi kami harus menangani sesuai SOP, yaitu APD-nya (Alat Pelindung Diri) harus baik, walaupun setelah itu hasil pemeriksaannya, kondisinya tidak terindikasi ke arah sana (suspek corona),” terangnya kepada Pontianak Post, Rabu (4/3) siang.

Apalagi jika dilihat dari riwayat kasusnya, pasien ini juga tidak pernah ke luar negeri dalam enam bulan terakhir. Hal tersebut diketahui dari dokter yang berada di Puskesmas Sungai Awan tempat pertama pasien ditangani. Pihak Puskesmas juga dikatakan sudah berkoordinasi dengan manajemen perusahaan tempat pasien bekerja.

“Dari riwayat pasien sudah dicek, jadi tidak ada dalam enam bulan terakhir (pasien) berpergian ke luar negeri,” katanya.

Meski demikian, belum lama ini di PT BSM tempat pasien bekerja sempat kedatangan enam orang TKA baru asal Tiongkok. Namun keenamnya juga sampai saat ini dalam keadaan sehat dan baik. “Jadi dia (pasien) juga tidak masuk dalam enam orang itu, orangnya berbeda, di luar dari enam orang itu,” ungkapnya.

Baca Juga :  CITA Perbaiki Jalan Desa Jago Bersatu

Sementara ini lanjut dia, sudah dibuat perencanaan penanganan terhadap pasien tersebut. Setelah pemeriksaan di Ketapang, pasien akan dirujuk kembali ke Pontianak. Tujuannya agar pasein mendapatkan pelayanan lebih baik. “Dan setidaknya mengkondusifkan situasi di sini. Tapi (rujukan) tidak ada kaitannya dengan suspek corona,” tegasnya.

Untuk itu ia mengimbau masyarakat khususnya di Kabupaten Ketapang tidak panik. Saat ini yang paling penting menurutnya adalah, masyarakat harus selalu menjaga kesehatan dan daya tahan tubuh, serta terus menjaga kebersihan lingkungan di tempat tinggal masing-masing.(bar)

Most Read

Artikel Terbaru

/