alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Hari ini Rapid Test di Pasar Haji Sani

KETAPANG – Dinas Kesehatan Ketapang melakukan rapid test di pasar tradisional di Kota Ketapang. Hal tersebut dilakukan untuk menekan dan memutus matarantai penyebaran Covid-19. Pasar tradisional dipilih sebagai sasaran rapid test, karena dianggap kawasan yang rentan terhadap penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami, mengatakan pihaknya akan melakukan rapid test di pasar-pasar tradisional di Kota Ketapang. “Kamis (30/4) kemarin kami sudah melakukan rapid test terhadap 51 pedagang dan pengunjung Pasar Tuan Tuan Kecamatan Benua Kayong. Hasilnya non reaktif,” kata Rustami, kemarin (3/5).

Selanjutnya pihaknya akan melakukan rapid test di Pasar Haji Sani (Bujang Hamdi) pada Senin (4/5). Rapid test ini akan dilakukan terhadap pedagang dan pengungjung pasar. “Besok (hari ini; red) akan dilakukan rapid test di Pasar Haji Sani. Rapid test akan melibatkan pihak terkait,” jelasnya.

Baca Juga :  Program TJSL PLN, Taman Merdeka Jadi Lokasi 'Healing' Favorit Warga Ketapang

Selain melakukan rapid test di pasar tradisional, Dinas Kesehatan juga melakukan rapid test di sejumlah tempat di Kecamatan Benua Kayong. Di antaranya di tiga lokasi di Kelurahan Tuan Tuan. Selain pasar, lokasi yang dilakukan screening rapid test juga Masjid Assalam dan Masjid Assa’adah. “Di Kelurahan Tuan Tuan yang dilaksanakan rapid test sebanyak 111 orang. Semuanya non reaktif,” ungkapnya.

Rapid test di Masjid Assalam dilakukan kepada 27 orang dan 33 orang di Masjid Assa’adah dengan hasil menunjukkan non reaktif. Rapid test di wilayah tersebut karena dianggap wilayah yang beresiko. “Di wilayah itu kemaren ada yang positif. Untuk itu kita lakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Dan alhamdulillah hasilnya non reaktif. Dan kita masih akan terus melakukan pelacakan dan melakukan pemeriksaan di wilayah yang dianggap beresiko,” paparnya.

Baca Juga :  Polisi Razia PETI di Indotani

Sementara untuk kasus positif Covid-19 di Ketapang per 2 Mei 2020, tidak ada penambahan kasus baru dan masih berjumlah 11 kasus. Sedangkan untuk PDP berjumlah 37 orang dan 963 orang berstatus ODP. Selain itu, terdapat juga 4 orang reaktif rapid test yang tersebar di empat kecamatan yaitu, Sungai Laur, Benua Kayong, Matan Hilir Selatan dan Marau. (afi)

KETAPANG – Dinas Kesehatan Ketapang melakukan rapid test di pasar tradisional di Kota Ketapang. Hal tersebut dilakukan untuk menekan dan memutus matarantai penyebaran Covid-19. Pasar tradisional dipilih sebagai sasaran rapid test, karena dianggap kawasan yang rentan terhadap penyebaran Covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang, Rustami, mengatakan pihaknya akan melakukan rapid test di pasar-pasar tradisional di Kota Ketapang. “Kamis (30/4) kemarin kami sudah melakukan rapid test terhadap 51 pedagang dan pengunjung Pasar Tuan Tuan Kecamatan Benua Kayong. Hasilnya non reaktif,” kata Rustami, kemarin (3/5).

Selanjutnya pihaknya akan melakukan rapid test di Pasar Haji Sani (Bujang Hamdi) pada Senin (4/5). Rapid test ini akan dilakukan terhadap pedagang dan pengungjung pasar. “Besok (hari ini; red) akan dilakukan rapid test di Pasar Haji Sani. Rapid test akan melibatkan pihak terkait,” jelasnya.

Baca Juga :  Masyarakat Maritim Terima Vaksin

Selain melakukan rapid test di pasar tradisional, Dinas Kesehatan juga melakukan rapid test di sejumlah tempat di Kecamatan Benua Kayong. Di antaranya di tiga lokasi di Kelurahan Tuan Tuan. Selain pasar, lokasi yang dilakukan screening rapid test juga Masjid Assalam dan Masjid Assa’adah. “Di Kelurahan Tuan Tuan yang dilaksanakan rapid test sebanyak 111 orang. Semuanya non reaktif,” ungkapnya.

Rapid test di Masjid Assalam dilakukan kepada 27 orang dan 33 orang di Masjid Assa’adah dengan hasil menunjukkan non reaktif. Rapid test di wilayah tersebut karena dianggap wilayah yang beresiko. “Di wilayah itu kemaren ada yang positif. Untuk itu kita lakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Dan alhamdulillah hasilnya non reaktif. Dan kita masih akan terus melakukan pelacakan dan melakukan pemeriksaan di wilayah yang dianggap beresiko,” paparnya.

Baca Juga :  Tersus Ilegal di Jembatan Pawan II Kembali Beroperasi

Sementara untuk kasus positif Covid-19 di Ketapang per 2 Mei 2020, tidak ada penambahan kasus baru dan masih berjumlah 11 kasus. Sedangkan untuk PDP berjumlah 37 orang dan 963 orang berstatus ODP. Selain itu, terdapat juga 4 orang reaktif rapid test yang tersebar di empat kecamatan yaitu, Sungai Laur, Benua Kayong, Matan Hilir Selatan dan Marau. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/