alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Nama Bupati Dicatut untuk Hibah

KETAPANG – Nama Bupati Ketapang, Martin Rantan, dicatut oleh orang tak bertanggung jawab. Pencatutan nama Bupati tersebut tertuang dalam surat edaran yang seolah-olah dikeluarkan dan ditanda tangani langsung oleh Bupati. Namun, surat yang berisikan pembagian bantuan ke sejumlah yayasan di Ketapang adalah palsu.

Pada surat tersebut tercantum bahwa Bupati Ketapang akan membagikan dana hibah senilai Rp5 juta, sembako, kebutuhan dan perlengkapan sekolah hingga perlengkapan salat dan mengaji kepada yayasan dan lembaga penerima hibah.

Tidak hanya itu, ada orang yang tidak bertanggung jawab mencatut nama Kasubbag Protokol Humas Pemda Ketapang, Marselus Dedi. Orang tersebut mengirimkan pesan melalui WhatsApp (WA), seolah-olah mendata ketua yayasan dan pondok pesantren untuk kemudian dikaitkan dengan surat hoax itu.

Baca Juga :  Persiapan MTQ XXVIII Kabupaten Ketapang Dimatangkan

“Saya secara pribadi menyampaikan tidak pernah membuat surat tersebut dan melakukan percakapan WhatsApp kepada penerima-penerima hibah. Itu semua adalah perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab. Itu hoaks. Jangan percaya,” tegas Marselus Dedi, kemarin (1/5).

Menurut Dedi, bahasa dari surat tersebut juga janggal dan aneh. Pemda Ketapang tidak pernah mengeluarkan surat dengan gaya bahasa seperti itu. Diduga, surat tersebut sengaja dibuat oleh orang-orang yang hendak menipu dan mengambil keuntungan untuk diri sendiri.

Dedi mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai hoaks tersebut agar tidak menimbulkan kerugian, baik moril maupun materil. “Saya mengingatkan masyarakat supaya jangan tertipu, supaya tidak menimbulkan kerugian,” imbaunya. (afi)

KETAPANG – Nama Bupati Ketapang, Martin Rantan, dicatut oleh orang tak bertanggung jawab. Pencatutan nama Bupati tersebut tertuang dalam surat edaran yang seolah-olah dikeluarkan dan ditanda tangani langsung oleh Bupati. Namun, surat yang berisikan pembagian bantuan ke sejumlah yayasan di Ketapang adalah palsu.

Pada surat tersebut tercantum bahwa Bupati Ketapang akan membagikan dana hibah senilai Rp5 juta, sembako, kebutuhan dan perlengkapan sekolah hingga perlengkapan salat dan mengaji kepada yayasan dan lembaga penerima hibah.

Tidak hanya itu, ada orang yang tidak bertanggung jawab mencatut nama Kasubbag Protokol Humas Pemda Ketapang, Marselus Dedi. Orang tersebut mengirimkan pesan melalui WhatsApp (WA), seolah-olah mendata ketua yayasan dan pondok pesantren untuk kemudian dikaitkan dengan surat hoax itu.

Baca Juga :  Amankan 200 Belian

“Saya secara pribadi menyampaikan tidak pernah membuat surat tersebut dan melakukan percakapan WhatsApp kepada penerima-penerima hibah. Itu semua adalah perbuatan orang yang tidak bertanggung jawab. Itu hoaks. Jangan percaya,” tegas Marselus Dedi, kemarin (1/5).

Menurut Dedi, bahasa dari surat tersebut juga janggal dan aneh. Pemda Ketapang tidak pernah mengeluarkan surat dengan gaya bahasa seperti itu. Diduga, surat tersebut sengaja dibuat oleh orang-orang yang hendak menipu dan mengambil keuntungan untuk diri sendiri.

Dedi mengingatkan masyarakat untuk tidak mempercayai hoaks tersebut agar tidak menimbulkan kerugian, baik moril maupun materil. “Saya mengingatkan masyarakat supaya jangan tertipu, supaya tidak menimbulkan kerugian,” imbaunya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/