alexametrics
33 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Banjir Meluas, Sembilan Desa di Tumbang Titi Terendam

TUMBANG TITI – Setelah Kecamatan Jelai Hulu dan Manis Mata, kini giliran Kecamatan Tumbang Titi yang terendam banjir. Hujan deras yang terjadi pada Rabu (1/7) malam hingga Kamis (2/7) pagi membuat air Sungai Pesaguan meluap. Alhasil, sembilan desa di Kecamatan Tumbang Titi terendam banjir.

Kapolsek Tumbang Titi, Iptu M.A Sembiring, mengatakan banjir mulai merendam sejumlah daerah di bantaran Sungai Pesaguan terjadi pada Kamis (2/7). Sekitar pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB, digambarkan dia jika sebanyak sembilan desa di kecamatan tersebut terdampak banjir cukup parah. “Hasil patroli yang dilakukan didapat jembatan Desa Tanjung Maloi air setinggi 50 centimeter, namun permukiman warga tidak berdampak banjir, karena dataran tinggi,” kata Sembiring, kemarin (3/7).

Dia menjelaskan, Desa Batu Beransah yang terkena banjir sebanyak dua dusun, dengan tinggi muka air antara 40 – 80 sentimeter. “Untuk saat ini sebanyak 87 KK telah dievakuasi dan diungsikan di rumah adat Desa Batu Beransah dikarenakan seluruh permukiman warga di dua dusun tersebut tergenang air setinggi 30 centimeter,” jelasnya.

Baca Juga :  BPJS Kesehatan Sintang Serahkan Bantuan untuk Korban Banjir

Dia melanjutkan, untuk Desa Beringin Rayo, luapan air Sungai Pesaguan secara berangsur-angsur telah memasuki permukiman warga, kantor desa, dan gereja sekitar halaman, hingga akses jalan mencapai antara 40 sentimeter hingga 1 meter. Di Desa Serengkah Kiri, digambarkan dia bagaimana banjir menggenangi jalan raya desa, rumah singgah Bupati Ketapang, dan kompleks halaman Gereja Katolik Serengkah digenangin air mulai 40 sentimeter hingga 2 meter, serta jembatan gantung yang memghubungkan ke desa Serengkah Kanan ikut terendam banjir.

Sementara di Desa Serengkah Kanan, banjir, menurut dia, merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Di sini, dipastikan dia, sekitar 80 KK telah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi dan Gereja GPIB Serengkah Kanan. Di Desa Natai Panjang yang merupakan dataran rendah, diakui dia, terdampak banjir cukup parah. Sementara di dua desa lain, yakni Desa Suka Damai, dijelaskan dia, terendam banjir hingga 50 sentimeter; dan Desa Titi Baru, 50 sentimeter.

Baca Juga :  Bantuan Korban Banjir Kapuas Hulu Mulai Mengalir

Dia menambahkan, di Desa Tumbang Titi yang terkena banjir di antaranya Dusun Sukabangun, dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter. Sebanyak 54 KK warga di sana dipastikan dia telah diungsikan. “Jika hujan masih terjadi di daerah hulu Sungai Pesaguan, maka dimungkinkan genangan banjir bisa lebih tinggi lagi di daerah hilir Sungai Pesaguan,” ungkapnya.

Kendala yang dihadapi Polsek Tumbang Titi untuk melakukan evakuasi barang dan orang di desa lain diakui dia adalah terputusnya akses jalan akibat banjir. Untuk menuju ke desa-desa yang terdampak banjir, menurutnya, hanya dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dengan dibantu rakit penyeberangan di jalan yang terputus.

“Sulitnya jaringan komunikasi, sehingga untuk mendapatkan informasi terhadap perkembangan situasi tidak optimal. Namun dari anggota Polsek maupun Koramil, Kecamatan Tumbang Titi tetap terus memberikan pesan berantai kepada para kades, kadus, dan masyarakat agar pesan kamtibmas dapat tersampaikan ke desa yang tidak terjangkau, khususnya dalam mengevakuasi barang dan orang agar lebih mengutamakan keamanan dan keselamatan,” pungkasnya. (afi)

TUMBANG TITI – Setelah Kecamatan Jelai Hulu dan Manis Mata, kini giliran Kecamatan Tumbang Titi yang terendam banjir. Hujan deras yang terjadi pada Rabu (1/7) malam hingga Kamis (2/7) pagi membuat air Sungai Pesaguan meluap. Alhasil, sembilan desa di Kecamatan Tumbang Titi terendam banjir.

Kapolsek Tumbang Titi, Iptu M.A Sembiring, mengatakan banjir mulai merendam sejumlah daerah di bantaran Sungai Pesaguan terjadi pada Kamis (2/7). Sekitar pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB, digambarkan dia jika sebanyak sembilan desa di kecamatan tersebut terdampak banjir cukup parah. “Hasil patroli yang dilakukan didapat jembatan Desa Tanjung Maloi air setinggi 50 centimeter, namun permukiman warga tidak berdampak banjir, karena dataran tinggi,” kata Sembiring, kemarin (3/7).

Dia menjelaskan, Desa Batu Beransah yang terkena banjir sebanyak dua dusun, dengan tinggi muka air antara 40 – 80 sentimeter. “Untuk saat ini sebanyak 87 KK telah dievakuasi dan diungsikan di rumah adat Desa Batu Beransah dikarenakan seluruh permukiman warga di dua dusun tersebut tergenang air setinggi 30 centimeter,” jelasnya.

Baca Juga :  Aksi Peduli Dampak Corona; Salurkan Bantuan Usaha Keluarga Tangguh

Dia melanjutkan, untuk Desa Beringin Rayo, luapan air Sungai Pesaguan secara berangsur-angsur telah memasuki permukiman warga, kantor desa, dan gereja sekitar halaman, hingga akses jalan mencapai antara 40 sentimeter hingga 1 meter. Di Desa Serengkah Kiri, digambarkan dia bagaimana banjir menggenangi jalan raya desa, rumah singgah Bupati Ketapang, dan kompleks halaman Gereja Katolik Serengkah digenangin air mulai 40 sentimeter hingga 2 meter, serta jembatan gantung yang memghubungkan ke desa Serengkah Kanan ikut terendam banjir.

Sementara di Desa Serengkah Kanan, banjir, menurut dia, merendam permukiman warga dengan ketinggian air mencapai 30 sentimeter. Di sini, dipastikan dia, sekitar 80 KK telah diungsikan ke tempat yang lebih tinggi dan Gereja GPIB Serengkah Kanan. Di Desa Natai Panjang yang merupakan dataran rendah, diakui dia, terdampak banjir cukup parah. Sementara di dua desa lain, yakni Desa Suka Damai, dijelaskan dia, terendam banjir hingga 50 sentimeter; dan Desa Titi Baru, 50 sentimeter.

Baca Juga :  IM Kembali Ditangkap Polisi

Dia menambahkan, di Desa Tumbang Titi yang terkena banjir di antaranya Dusun Sukabangun, dengan ketinggian air mencapai 1,2 meter. Sebanyak 54 KK warga di sana dipastikan dia telah diungsikan. “Jika hujan masih terjadi di daerah hulu Sungai Pesaguan, maka dimungkinkan genangan banjir bisa lebih tinggi lagi di daerah hilir Sungai Pesaguan,” ungkapnya.

Kendala yang dihadapi Polsek Tumbang Titi untuk melakukan evakuasi barang dan orang di desa lain diakui dia adalah terputusnya akses jalan akibat banjir. Untuk menuju ke desa-desa yang terdampak banjir, menurutnya, hanya dapat ditempuh menggunakan kendaraan roda dua dengan dibantu rakit penyeberangan di jalan yang terputus.

“Sulitnya jaringan komunikasi, sehingga untuk mendapatkan informasi terhadap perkembangan situasi tidak optimal. Namun dari anggota Polsek maupun Koramil, Kecamatan Tumbang Titi tetap terus memberikan pesan berantai kepada para kades, kadus, dan masyarakat agar pesan kamtibmas dapat tersampaikan ke desa yang tidak terjangkau, khususnya dalam mengevakuasi barang dan orang agar lebih mengutamakan keamanan dan keselamatan,” pungkasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/