alexametrics
23.4 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Gantung Diri karena tak Kuasa Menahan Sakit

MANIS MATA – Seorang warga di Kecamatan Manis Mata ditemukan tewas gantung diri pada Minggu (3/5) pagi. Korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang dideritanya. Sebelum melakukan aksi nekadnya, korban sempat menuliskan pesan untuk dipertemukan dengan anaknya.

Korban merupakan seorang pria berusia 48 tahun. Pria bernama Adan tersebut merupakan warga Dusun Air Dua, Desa Air Dua, Kecamatan Balairiam, Kabupaten Sukamara, Kalteng. Korban ditemukan tewas di dalam kamar rumah di Dusun Batu Leman, Desa Batu Sedau, Kecamatan Manis Mata, Minggu (3/5) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Kapolsek Manis Mata, Iptu Suhud Tri Haryatmo, mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu korban, Simuat. Saat ibu korban, menurutnya, hendak masuk ke dalam rumah korban, namun didapatinya  jika pintu rumah masih dalam keadaan terkunci dari dalam. Setelah digedor berulang kali, sang ibu, menurut Kapolsek, tidak mendapat jawaban sama sekali.

Berdasarkan pemaparan Kapolsek, karena merasa curiga, ibu korban kemudian meminta tolong kepada dua orang warga untuk mendobrak pintu rumah. Kapolsek menambahkan bahwa pada saat rumah sudah bisa dimasuki, sang ibu menemukan korban dalam keadaan tergantung dengan posisi berdiri dan leher terikat seutas tali. “Korban melakukan gantung diri dengan seutas tali yang diikatkan ke atap rumah,” kata Suhud, kemarin (4/5).

Baca Juga :  Puluhan Hakim PN Ketapang Terpapar Covid-19, Belum Miliki Pendeteksi Omicron

Diakui Kapolsek jika ibu korban sangat terkejut saat melihat anaknya sudah tergantung. Saat diperiksa, korban sudah tidak bernyawa lagi. Diduga mereka, korban sudah meninggal dunia sejak delapan jam sebelum ditemukan. Ibu korban dan dua warga yang mendobrak pintu rumah melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT Dusun Batu Leman dan selanjutnya melaporkan kepada mereka.

Suhud mengungkapkan, setalah mendapatkan laporan dari masyarakat, dia dan anggota Polsek Manis Mata serta tim medis dari Puskesmas Manis Mata langsung mendatangi lokasi kejadian. “Pihak keluarga korban meminta agar korban dilakukan visum di rumah  dan tidak mengizinkan dibawa ke Puskesmas Manis Mata. Korban hanya dilakukan visum bagian luar saja,” jelasnya.

Dari hasil visum yang dilakukan tim medis, dipastikan dia, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Tim medis, menurut Kapolsek, hanya menemukan luka jerat di leher dan lebam mayat dari paha hingga ujung kaki. “Diduga korban meninggal dunia karena gantung diri sekitar kurang lebih hampir delapan jam pada saat korban pertama kali ditemukan oleh ibu korban,” ungkapnya.

Baca Juga :  Digempur Ombak Tinggi, Dermaga dan Puluhan Gazebo Rusak

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, tambah Suhud, korban memang mengalami sakit kelamin. Penyakit tersebut, menurut dia, dirasa sangat mengganggu aktivitas korban sehari-hari. Dia juga menambahkan bahwa korban sering mengeluh akan penyakit yang dimilikinya tersebut. “Sedangkan status korban telah lama pisah ranjang dengan istrinya. Mungkin itu yang juga membuat korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” paparnya.

Setelah selesai dilakukan pemeriksaan korban maupun olah TKP, korban diserahkan mereka kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman. “Perkara ini dalam lidik dan ditangani Polsek Manis Mata. Apabila ditemukan bukti-bukti baru yang mengarah suatu terjadinya tindak pidana, maka akan dilakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Suhud. (afi)

MANIS MATA – Seorang warga di Kecamatan Manis Mata ditemukan tewas gantung diri pada Minggu (3/5) pagi. Korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, karena sudah tidak kuat lagi menahan rasa sakit yang dideritanya. Sebelum melakukan aksi nekadnya, korban sempat menuliskan pesan untuk dipertemukan dengan anaknya.

Korban merupakan seorang pria berusia 48 tahun. Pria bernama Adan tersebut merupakan warga Dusun Air Dua, Desa Air Dua, Kecamatan Balairiam, Kabupaten Sukamara, Kalteng. Korban ditemukan tewas di dalam kamar rumah di Dusun Batu Leman, Desa Batu Sedau, Kecamatan Manis Mata, Minggu (3/5) pagi sekitar pukul 08.30 WIB.

Kapolsek Manis Mata, Iptu Suhud Tri Haryatmo, mengatakan, jasad korban pertama kali ditemukan oleh ibu korban, Simuat. Saat ibu korban, menurutnya, hendak masuk ke dalam rumah korban, namun didapatinya  jika pintu rumah masih dalam keadaan terkunci dari dalam. Setelah digedor berulang kali, sang ibu, menurut Kapolsek, tidak mendapat jawaban sama sekali.

Berdasarkan pemaparan Kapolsek, karena merasa curiga, ibu korban kemudian meminta tolong kepada dua orang warga untuk mendobrak pintu rumah. Kapolsek menambahkan bahwa pada saat rumah sudah bisa dimasuki, sang ibu menemukan korban dalam keadaan tergantung dengan posisi berdiri dan leher terikat seutas tali. “Korban melakukan gantung diri dengan seutas tali yang diikatkan ke atap rumah,” kata Suhud, kemarin (4/5).

Baca Juga :  Digempur Ombak Tinggi, Dermaga dan Puluhan Gazebo Rusak

Diakui Kapolsek jika ibu korban sangat terkejut saat melihat anaknya sudah tergantung. Saat diperiksa, korban sudah tidak bernyawa lagi. Diduga mereka, korban sudah meninggal dunia sejak delapan jam sebelum ditemukan. Ibu korban dan dua warga yang mendobrak pintu rumah melaporkan kejadian tersebut kepada Ketua RT Dusun Batu Leman dan selanjutnya melaporkan kepada mereka.

Suhud mengungkapkan, setalah mendapatkan laporan dari masyarakat, dia dan anggota Polsek Manis Mata serta tim medis dari Puskesmas Manis Mata langsung mendatangi lokasi kejadian. “Pihak keluarga korban meminta agar korban dilakukan visum di rumah  dan tidak mengizinkan dibawa ke Puskesmas Manis Mata. Korban hanya dilakukan visum bagian luar saja,” jelasnya.

Dari hasil visum yang dilakukan tim medis, dipastikan dia, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban. Tim medis, menurut Kapolsek, hanya menemukan luka jerat di leher dan lebam mayat dari paha hingga ujung kaki. “Diduga korban meninggal dunia karena gantung diri sekitar kurang lebih hampir delapan jam pada saat korban pertama kali ditemukan oleh ibu korban,” ungkapnya.

Baca Juga :  Gelar Rakor Persiapan Pilkada

Berdasarkan keterangan dari pihak keluarga, tambah Suhud, korban memang mengalami sakit kelamin. Penyakit tersebut, menurut dia, dirasa sangat mengganggu aktivitas korban sehari-hari. Dia juga menambahkan bahwa korban sering mengeluh akan penyakit yang dimilikinya tersebut. “Sedangkan status korban telah lama pisah ranjang dengan istrinya. Mungkin itu yang juga membuat korban nekad mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri,” paparnya.

Setelah selesai dilakukan pemeriksaan korban maupun olah TKP, korban diserahkan mereka kepada keluarga untuk dilakukan pemakaman. “Perkara ini dalam lidik dan ditangani Polsek Manis Mata. Apabila ditemukan bukti-bukti baru yang mengarah suatu terjadinya tindak pidana, maka akan dilakukan penyidikan lebih lanjut,” pungkas Suhud. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/