alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Tertibkan Tersus Pawan II

PENJABAT Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Ketapang, Suherman, angkat bicara terkait keberadaan terminal khusus (tersus) ilegal yang berada di bawah Jembatan Pawan II. Dia menegaskan, aturan harus dilaksanakan terutama dari aspek peruntukan kawasan. Apakah sudah sesuai atau tidak, maka jika melanggar aturan, ditegaskan dia, harus ditertibkan.

Suherman mengaku kalau dirinya belum dapat berkomentar banyak mengenai persoalan tersus ilegal tersebut, lantaran baru menjabat beberapa waktu yang lalu. Namun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyikapi persoalan itu. “Saya sudah berkoordinasi dengan Kadis Perhubungan. Diakui Kadishub jika tersus tersebut tidak memiliki izin atau ilegal,” katanya, kemarin (5/1) di Ketapang.

Dirinya akan melakukan rapat koordinasi dengan perangkat daerah lainnya, guna mendapatkan informasi secara lengkap dan valid untuk memastikan langkah lebih lanjut yang akan diambil. “Intinya aturan harus dilaksanakan, terutama dari aspek peruntukan kawasan. Apakah sudah sesuai aturan atau tidak. Yang melanggar aturan harus ditertibkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Jhon Ditranslokasi ke Sungai Benibis

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Muslimin, mengaku akan melakukan rapat bersama instansi terkait dan memanggil pemilik tersus ilegal tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan kembali memanggil pemilik tersus ilegal tersebut. “Besok (hari ini, Red) akan kita pangil. Baik itu Eko, Dishub, KSOP, PTSP, dan PU untuk menyikapi persoalan ini,” tegasnya.

Dia mengaku akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar peraturan. Terlebih lagi terminal khusus tersebut, diakui dia, sudah lama tidak memiliki izin dan sudah beberapa kali dilakukan penyegelan namun masih saja dilakukan aktivitas di lokasi tersebut.

Pemilik tersus ilegal, Eko, hingga saat ini tidak mau memberikan tanggapan terkait aktiviras penambatan kapal di lokasi tersus. Pesan singkat dan telepon dari awak media sama sekali tidak mendapatkan jawaban dan balasan dari dirinya.

Baca Juga :  Tiga Penjambret Diringkus

Ayong, yang juga pemilik tersus tersebut saat dihubungi mengaku sedang sakit dan tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut soal keberadaan kapal-kapal yang masih sering bertambah di tersus ilegal tersebut. “Saya tak mengerti maksudnya, takut salah. Saya juga sedang sakit,” tuturnya. (afi)

PENJABAT Sekretaris Daerah (Pj. Sekda) Ketapang, Suherman, angkat bicara terkait keberadaan terminal khusus (tersus) ilegal yang berada di bawah Jembatan Pawan II. Dia menegaskan, aturan harus dilaksanakan terutama dari aspek peruntukan kawasan. Apakah sudah sesuai atau tidak, maka jika melanggar aturan, ditegaskan dia, harus ditertibkan.

Suherman mengaku kalau dirinya belum dapat berkomentar banyak mengenai persoalan tersus ilegal tersebut, lantaran baru menjabat beberapa waktu yang lalu. Namun demikian, pihaknya akan berkoordinasi dengan dinas terkait untuk menyikapi persoalan itu. “Saya sudah berkoordinasi dengan Kadis Perhubungan. Diakui Kadishub jika tersus tersebut tidak memiliki izin atau ilegal,” katanya, kemarin (5/1) di Ketapang.

Dirinya akan melakukan rapat koordinasi dengan perangkat daerah lainnya, guna mendapatkan informasi secara lengkap dan valid untuk memastikan langkah lebih lanjut yang akan diambil. “Intinya aturan harus dilaksanakan, terutama dari aspek peruntukan kawasan. Apakah sudah sesuai aturan atau tidak. Yang melanggar aturan harus ditertibkan,” tegasnya.

Baca Juga :  Seorang Pekerja Asing di Ketapang Bebas Corona

Sementara itu, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Kasatpol PP), Muslimin, mengaku akan melakukan rapat bersama instansi terkait dan memanggil pemilik tersus ilegal tersebut. Selain itu, pihaknya juga akan kembali memanggil pemilik tersus ilegal tersebut. “Besok (hari ini, Red) akan kita pangil. Baik itu Eko, Dishub, KSOP, PTSP, dan PU untuk menyikapi persoalan ini,” tegasnya.

Dia mengaku akan bertindak tegas terhadap pihak-pihak yang melanggar peraturan. Terlebih lagi terminal khusus tersebut, diakui dia, sudah lama tidak memiliki izin dan sudah beberapa kali dilakukan penyegelan namun masih saja dilakukan aktivitas di lokasi tersebut.

Pemilik tersus ilegal, Eko, hingga saat ini tidak mau memberikan tanggapan terkait aktiviras penambatan kapal di lokasi tersus. Pesan singkat dan telepon dari awak media sama sekali tidak mendapatkan jawaban dan balasan dari dirinya.

Baca Juga :  Merakyat, Warga Tumbang Titi Ingin Dipimpin Junaidi-Sahrani

Ayong, yang juga pemilik tersus tersebut saat dihubungi mengaku sedang sakit dan tidak dapat memberikan komentar lebih lanjut soal keberadaan kapal-kapal yang masih sering bertambah di tersus ilegal tersebut. “Saya tak mengerti maksudnya, takut salah. Saya juga sedang sakit,” tuturnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/