alexametrics
25 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Pengunjung dan Pedagang Non Reaktif

Rapid Test di Pasar Melati

KETAPANG – Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Ketapang melakukan rapid test pada 50 orang di Pasar Melati, Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, Selasa (5/5). Seluruh orang yang mengikuti rapid test dinyatakan non reaktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ketapang, Rustami, mengatakan, dari hasil tes tersebut menunjukkan nonreaktif secara keseluruhan. “Pada pukul 09.00 WIB tadi pagi,  tim dari Dinas Kesehatan, laboratorium kesehatan daerah dan tim dari Puskesmas, telah melakukan rapid test di Pasar Melati, Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, 50 orang yang mengikuti rapid test semuanya non reaktif,” katanya, kemarin (5/5) di Ketapang.

Sementara itu, rapid test yang dilakukan kepada 77 santri dari salah satu pondok pesantren di Magetan, Jawa Tengah, dua di antaranya dinyatakan dia reaktif. Keduanya pun langsung mereka lakukan isolasi di rumah singgah. “Mereka berdua langsung dilakukan isolasi sambil menunggu waktu untuk dilakukan rapid test untuk kedua kalinya,” ungkapnya.

Baca Juga :  TKA Kembali Masuk Ketapang, Kali Ini Dadatangkan PT. SRM

Rustami mengungkapkan, sebenarnya ada 90 santri dari kluster Magetan ini. Namun yang baru mereka rapid test sebanyak 77 orang. Dia meminta agar santri atau pihak keluarga yang belum menjalani tes mendatangi puskesmas di daerah masing-masing untuk di-rapid test. “Kita mengimbau agar masyarakat yang datang dari luar Kalbar untuk melapor,” pintanya.

Rustami juga menjelaskan, per-5 Mei 2020 tidak ada penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Ketapang. Jumlah kasus positif Covid-19 di Ketapang dipastikan dia masih sebelas orang. “Pada hari ini ada penambahan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak empat orang, sehingga totalnya sejumlah 41 orang dengan rincian laki-laki 22 orang, perempuan 19 orang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Safari Gemarikan, Maria Lestari Sampaikan Penerima Program Bantuan di Ketapang

Dia memaparkan, PDP tersebut tersebar di 10 kecamatan dengan rincian Kecamatan Delta Pawan sebanyak sembilan orang, Nanga Tayap (tujuh orang), Benua Kayong (lima orang), Sungai Melayu Rayak (tiga orang), Air Upas (tiga orang), Manis Mata (empat orang), Muara Pawan (satu orang), Marau (satu orang), Sandai (tiga orang), dan Kecamatan Tumbang Titi, lima orang.

Untuk Orang dalam Pemantauan (ODP) lanjut Rustami, juga mengalami penambahan sebanyak 26 orang, sehingga total berjumlah 1.039 orang, dengan laki-laki berjumlah 602 orang dan perempuan berjumlah 437 orang yang tersebar pada 20 kecamatan 147 desa/kelurahan. “Masyarakat diminta tindak panik dan tidak mendiskreditkan orang yang terdampak Covid-19, juga tidak melakukan tindakan yang berlebihan untuk mengamankan diri, mari kita tingkatkan solidaritas bersama untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini,” ujarnya. (afi)

Rapid Test di Pasar Melati

KETAPANG – Tim Gugus Tugas Percepatan Penangan Covid-19 Ketapang melakukan rapid test pada 50 orang di Pasar Melati, Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, Selasa (5/5). Seluruh orang yang mengikuti rapid test dinyatakan non reaktif.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Ketapang, Rustami, mengatakan, dari hasil tes tersebut menunjukkan nonreaktif secara keseluruhan. “Pada pukul 09.00 WIB tadi pagi,  tim dari Dinas Kesehatan, laboratorium kesehatan daerah dan tim dari Puskesmas, telah melakukan rapid test di Pasar Melati, Kelurahan Kantor, Kecamatan Delta Pawan, 50 orang yang mengikuti rapid test semuanya non reaktif,” katanya, kemarin (5/5) di Ketapang.

Sementara itu, rapid test yang dilakukan kepada 77 santri dari salah satu pondok pesantren di Magetan, Jawa Tengah, dua di antaranya dinyatakan dia reaktif. Keduanya pun langsung mereka lakukan isolasi di rumah singgah. “Mereka berdua langsung dilakukan isolasi sambil menunggu waktu untuk dilakukan rapid test untuk kedua kalinya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Lagi, Kasus Gantung Diri

Rustami mengungkapkan, sebenarnya ada 90 santri dari kluster Magetan ini. Namun yang baru mereka rapid test sebanyak 77 orang. Dia meminta agar santri atau pihak keluarga yang belum menjalani tes mendatangi puskesmas di daerah masing-masing untuk di-rapid test. “Kita mengimbau agar masyarakat yang datang dari luar Kalbar untuk melapor,” pintanya.

Rustami juga menjelaskan, per-5 Mei 2020 tidak ada penambahan pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19 di Ketapang. Jumlah kasus positif Covid-19 di Ketapang dipastikan dia masih sebelas orang. “Pada hari ini ada penambahan Pasien dalam Pengawasan (PDP) sebanyak empat orang, sehingga totalnya sejumlah 41 orang dengan rincian laki-laki 22 orang, perempuan 19 orang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sepekan, Empat Pecuranmor Diamankan

Dia memaparkan, PDP tersebut tersebar di 10 kecamatan dengan rincian Kecamatan Delta Pawan sebanyak sembilan orang, Nanga Tayap (tujuh orang), Benua Kayong (lima orang), Sungai Melayu Rayak (tiga orang), Air Upas (tiga orang), Manis Mata (empat orang), Muara Pawan (satu orang), Marau (satu orang), Sandai (tiga orang), dan Kecamatan Tumbang Titi, lima orang.

Untuk Orang dalam Pemantauan (ODP) lanjut Rustami, juga mengalami penambahan sebanyak 26 orang, sehingga total berjumlah 1.039 orang, dengan laki-laki berjumlah 602 orang dan perempuan berjumlah 437 orang yang tersebar pada 20 kecamatan 147 desa/kelurahan. “Masyarakat diminta tindak panik dan tidak mendiskreditkan orang yang terdampak Covid-19, juga tidak melakukan tindakan yang berlebihan untuk mengamankan diri, mari kita tingkatkan solidaritas bersama untuk menghentikan penyebaran Covid-19 ini,” ujarnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/