alexametrics
22.8 C
Pontianak
Sunday, August 14, 2022

Wings Air Dilaporkan ke Kemenhub, Jual Tiket Lewati Tarif Batas Atas

KETAPANG – Dua pekan terakhir, harga tiket pesawat Wings Air melambung tinggi. Bahkan, maskapai Lion Air Group ini menjual tiket melebihi Tarif Batas Atas (TBA). Hingga Senin (5/7), harga di salah satu agen penjualan tiket masih berada di atas TBA.

Saat ini, harga tiket rute Ketapang-Pontianak maupun sebaliknya berada di angka Rp1.053.700. Sementara harga tiket berdasarkan TBA hanya Rp829.200. Tidak hanya rute Ketapang-Pontianak, kenaikan harga juga berlaku pada penerbangan Ketapang-Semarang maupun sebaliknya. Harga yang biasanya hanya Rp1,5 juta, naik menjadi Rp2.422.300.

Menyikapi hal tersebut, Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang melaporkan PT Wings Abadi Ketapang ke Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 Soekarno-Hatta. Bandara Rahadi Oesman Ketapang melayangkan surat kepada Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 Kelas Utama Soekarno-Hatta pada 22 Juni 2022. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubud.

Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Amran Hamid, mengatakan harga tiket Wings Air rute Ketapang-Pontianak di Marketplace mencapai Rp1 juta lebih. Padahal sesuai aturan, tarif batas atas harga tiket rute Ketapang-Pontianak hanya Rp829.200.

Amran memaparkan, hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 68 Tahun 2022 tanggal 18 April 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Fuel Surchange) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri, di mana di dalam keputusan kedua huruf (b) menyatakan untuk pesawat udara jenis propeller maksimal 20 persen dari tarif batas atas (TBA) sesuai kelompok pelayanan masing-masing badan usaha angkutan udara.

Tarif batas atas tersebut adalah mengacu kepada KM 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri. “Bersama ini kami laporkan bahwa PT Wings Abadi Ketapang telah melakukan penjualan harga tiket untuk rute Ketapang-Pontianak melebihi batas atas yang telah ditetapkan,” ungkap Amran.

Baca Juga :  Kemenhub Minta Midji Cabut Aturan

Amran menjelaskan, TBA setelah ditambah fuel surchange 20 persen hanya Rp829.200. Sedangkan harga tiket dijual melalui web resmi maupun agen penjualan tiket seharga Rp1.072.400. Kendati telah hampir dua pekan surat tersebut dilayangkan, Amran mengaku belum mendapatkan jawaban.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1, Boyman Harun, juga mengaku prihatin dengan persoalan ini. Dia mengaku sudah menyampaikan persoalan ini ke Dirjen Perhubungan Udara.

“Saya sudah kooridnasikan persoalan ini langsung dengan Pak Dirjen Perhubungan Udara agar masalah ini sesegera mungkin untuk ditanggapi dan jadi atensi. Alhamdulillah, Pak Dirjen sudah menanggapi dan akan menjadikan laporan ini sebagai perhatian serius untuk ditindak lanjuti,” katanya, Selasa (5/7).

Anggota DPR RI yang berasal dari Kabupaten Ketapang ini menilai, seharusnya pelaku usaha dalam menjalankan usahanya tetap mengacu pada aturan, termasuk soal harga tiket. “Seperti yang Kepala Bandara Rahadi Oesman sampaikan, kalau ada harga batas atas sesuai aturan, harusnya itu diikuti,” tegasnya.

“Kalau harga yang dijual melebihi ketentuan, suka tidak suka, masyarakat pasti protes, keberatan, bahkan tidak setuju dengan sikap semena-mena pihak perusahaan,” lanjut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Kalbar itu.

Dia berharap persoalan harga tiket pesawat ini menjadi perhatian serius pihak terkait dan segera diselesaikan. “Semoga sesegera mungkin ada perubahan harga tiket agar masyarakat tidak lagi dibebankan,” harapnya.

Baca Juga :  Gelar Fun Bike Hari Jadi Ketapang

Kenaikan harga tiket yang dianggap melebihi kewajaran ini mendapatkan beragam tanggapan dari warga Ketapang. Moda transportasi udara tersebut memang menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bepergian. Namun, sejak harga tiket melambung tinggi, calon penumpang jadi berpikir ulang menggunakannya.

“Dulu harganya masih Rp300 ribu sampai Rp500 ribuan. Itu lumayan terjangkau. Kemudian naik lagi menjadi Rp700 ribuan. Naik lagi menjadi Rp800 ribuan pada Lebaran kemarin. Tapi kali ini naik menajdi Rp1 juta lebih. Itu sudah tidak wajar,” ungkap salah satu warga Ketapang, Hendi (33).

Dia mengaku, naiknya harga ini harus segera ditanggapi dengan serius oleh pihak terkait. “Saya rasa harus ada langkah cepat menyikapi hal ini. Kami khawatir ini adalah monopoli pihak maskapai, karena hanya ada satu maskapai yang melayani penerbangan.  Jadi, masyarakat tidak punya pilihan dan disodorkan pada satu pilihan namun dengan harga mencekik,” ungkapnya.

Dia juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Ketapang mengambil sikap. Pemerintah harus menyediakan pilihan moda transportasi lain yang lebih terjangkau. “Mungkin sudah saatnya kapal cepat rute Ketapang-Pontianak maupun sebaliknya dioperasikan kembali. Kami pikir ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin ke Pontianak maupun sebaliknya. Belum lagi harga tiket pesawat mahal tapi tidak ada layanan free bagasi,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Wings Air Ketapang enggan memberikan komentar terkait penjualam tiket melebihi TBA ini. (afi)

KETAPANG – Dua pekan terakhir, harga tiket pesawat Wings Air melambung tinggi. Bahkan, maskapai Lion Air Group ini menjual tiket melebihi Tarif Batas Atas (TBA). Hingga Senin (5/7), harga di salah satu agen penjualan tiket masih berada di atas TBA.

Saat ini, harga tiket rute Ketapang-Pontianak maupun sebaliknya berada di angka Rp1.053.700. Sementara harga tiket berdasarkan TBA hanya Rp829.200. Tidak hanya rute Ketapang-Pontianak, kenaikan harga juga berlaku pada penerbangan Ketapang-Semarang maupun sebaliknya. Harga yang biasanya hanya Rp1,5 juta, naik menjadi Rp2.422.300.

Menyikapi hal tersebut, Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang melaporkan PT Wings Abadi Ketapang ke Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 Soekarno-Hatta. Bandara Rahadi Oesman Ketapang melayangkan surat kepada Kepala Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah 1 Kelas Utama Soekarno-Hatta pada 22 Juni 2022. Surat tersebut juga ditembuskan kepada Direktorat Jenderal Perhubungan Udara dan Direktur Angkutan Udara Ditjen Hubud.

Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Amran Hamid, mengatakan harga tiket Wings Air rute Ketapang-Pontianak di Marketplace mencapai Rp1 juta lebih. Padahal sesuai aturan, tarif batas atas harga tiket rute Ketapang-Pontianak hanya Rp829.200.

Amran memaparkan, hal itu berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 68 Tahun 2022 tanggal 18 April 2022 tentang Besaran Biaya Tambahan (Fuel Surchange) Tarif Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri, di mana di dalam keputusan kedua huruf (b) menyatakan untuk pesawat udara jenis propeller maksimal 20 persen dari tarif batas atas (TBA) sesuai kelompok pelayanan masing-masing badan usaha angkutan udara.

Tarif batas atas tersebut adalah mengacu kepada KM 106 tahun 2019 tentang Tarif Batas Atas Penumpang Pelayanan Kelas Ekonomi Angkutan Udara Niaga Dalam Negeri. “Bersama ini kami laporkan bahwa PT Wings Abadi Ketapang telah melakukan penjualan harga tiket untuk rute Ketapang-Pontianak melebihi batas atas yang telah ditetapkan,” ungkap Amran.

Baca Juga :  Kelompok Tani Serumpun Jaya Terima Alat Perontok Padi

Amran menjelaskan, TBA setelah ditambah fuel surchange 20 persen hanya Rp829.200. Sedangkan harga tiket dijual melalui web resmi maupun agen penjualan tiket seharga Rp1.072.400. Kendati telah hampir dua pekan surat tersebut dilayangkan, Amran mengaku belum mendapatkan jawaban.

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Republik Indonesia Daerah Pemilihan Kalimantan Barat 1, Boyman Harun, juga mengaku prihatin dengan persoalan ini. Dia mengaku sudah menyampaikan persoalan ini ke Dirjen Perhubungan Udara.

“Saya sudah kooridnasikan persoalan ini langsung dengan Pak Dirjen Perhubungan Udara agar masalah ini sesegera mungkin untuk ditanggapi dan jadi atensi. Alhamdulillah, Pak Dirjen sudah menanggapi dan akan menjadikan laporan ini sebagai perhatian serius untuk ditindak lanjuti,” katanya, Selasa (5/7).

Anggota DPR RI yang berasal dari Kabupaten Ketapang ini menilai, seharusnya pelaku usaha dalam menjalankan usahanya tetap mengacu pada aturan, termasuk soal harga tiket. “Seperti yang Kepala Bandara Rahadi Oesman sampaikan, kalau ada harga batas atas sesuai aturan, harusnya itu diikuti,” tegasnya.

“Kalau harga yang dijual melebihi ketentuan, suka tidak suka, masyarakat pasti protes, keberatan, bahkan tidak setuju dengan sikap semena-mena pihak perusahaan,” lanjut Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Amanat Nasional (DPW PAN) Kalbar itu.

Dia berharap persoalan harga tiket pesawat ini menjadi perhatian serius pihak terkait dan segera diselesaikan. “Semoga sesegera mungkin ada perubahan harga tiket agar masyarakat tidak lagi dibebankan,” harapnya.

Baca Juga :  Gelar Fun Bike Hari Jadi Ketapang

Kenaikan harga tiket yang dianggap melebihi kewajaran ini mendapatkan beragam tanggapan dari warga Ketapang. Moda transportasi udara tersebut memang menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk bepergian. Namun, sejak harga tiket melambung tinggi, calon penumpang jadi berpikir ulang menggunakannya.

“Dulu harganya masih Rp300 ribu sampai Rp500 ribuan. Itu lumayan terjangkau. Kemudian naik lagi menjadi Rp700 ribuan. Naik lagi menjadi Rp800 ribuan pada Lebaran kemarin. Tapi kali ini naik menajdi Rp1 juta lebih. Itu sudah tidak wajar,” ungkap salah satu warga Ketapang, Hendi (33).

Dia mengaku, naiknya harga ini harus segera ditanggapi dengan serius oleh pihak terkait. “Saya rasa harus ada langkah cepat menyikapi hal ini. Kami khawatir ini adalah monopoli pihak maskapai, karena hanya ada satu maskapai yang melayani penerbangan.  Jadi, masyarakat tidak punya pilihan dan disodorkan pada satu pilihan namun dengan harga mencekik,” ungkapnya.

Dia juga meminta agar Pemerintah Kabupaten Ketapang mengambil sikap. Pemerintah harus menyediakan pilihan moda transportasi lain yang lebih terjangkau. “Mungkin sudah saatnya kapal cepat rute Ketapang-Pontianak maupun sebaliknya dioperasikan kembali. Kami pikir ini menjadi solusi bagi masyarakat yang ingin ke Pontianak maupun sebaliknya. Belum lagi harga tiket pesawat mahal tapi tidak ada layanan free bagasi,” pungkasnya.

Sementara itu, saat dikonfirmasi, pihak Wings Air Ketapang enggan memberikan komentar terkait penjualam tiket melebihi TBA ini. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/