alexametrics
24 C
Pontianak
Friday, May 27, 2022

Koperasi Tiga Bersaudara Dipolisikan

DIDUGA menggelapkan uang Sisa Hasil Kebun (SHK), pengurus Koperasi Tiga Bersaudara dilaporkan ke Polres Ketapang. Koperasi perkebunan kelapa sawit yang mitra dengan PT. Mandiri Kapital Jaya itu, diduga menggelapkan Rp5,7 miliar yang seharusnya dibagikan kepada 700 anggotanya.

Kapolres Ketapang melalui Kasat Reskrim, AKP Primastya Dryan Maestro, membenarkan adanya laporan terhadap Koperasi Tiga Bersaudara. “Pelapornya atas nama Yusuf Hadi. Saat ini laporan sudah kita proses dan sementara sudah ada lima saksi dari pihak perusahaan yang kita periksa,” katanya, kemarin (5/9).

Primas mengaku kalau pihaknya masih mendalami laporan ini dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Usai memeriksa pihak perusahaan, pihaknya juga akan memeriksa pihak-pihak terkait lainnya. “Selanjutnya kami akan lakukan pemanggilan terhadap pengurus Koperasi Tiga Bersaudara,” ungkap Primas.

Baca Juga :  Mitra Kerja PT Hasco Buana Khatulistiwa Ditangkap

Sementara itu, Yusuf Hadi, mengatakan bahwa pihaknya sengaja melaporkan pengurus Koperasi Tiga Bersaudara, karena dianggap tidak transparan terkait pembayaran SHK. “Informasi dari perusahaan kalau SHK tahun 2013 sampai 2019 sudah diserahkan kepada koperasi. Berdasarkan data perorang mendapat sekitar Rp8 juta,” katanya.

Diakuinya kalau Ketua Koperasi, Aheng, tidak pernah membicarakan persoalan SHK, termasuk bagaimana mekanisme pembagiannya. Sampai saat ini, menurut dia, tidak ada kepastian soal penyaluran SHK tersebut. Bahkan, Koperasi Tiga Bersaudara tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). “Sudah empat tahun tidak pernah RAT,” jelasnya.

Koordinator CSR dan Plasma Arrtu Plantation, Budi Arman, mengungkapkan, jika PT. Mandiri Kapital Jaya sudah membayar SHK untuk tahun 2013 – 2019 sebesar Rp5,7 miliar. Pembayaran dilakukan mereka melalui transfer langsung ke rekening Koperasi Tiga Bersaudara. “Pembayarannya sudah dilakukan dengan menstransfer ke rekening koperasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Peduli Pendidikan, Junaidi-Sahrani Komitmen Bangun Sekolah Unggulan

Terkait luasan hektare yang menjadi plasma, Budi menyebutkan, bahwa sesuai dengan data yang telah disepakati berjumlah 650 hektare. “Sesuai yang sudah di tandatangani oleh Bupati Ketapang, Kadistanakbun, Camat Singkup dan Kendawangan serta Kepala Desa Pantai Ketikal, Tanah Hitam, Bangkal Serai dan Pengurus Koperasi bahwa penetapan Plasma 20 persen dari luasan tertanam adalah 650 hektare,” katanya. (afi)

DIDUGA menggelapkan uang Sisa Hasil Kebun (SHK), pengurus Koperasi Tiga Bersaudara dilaporkan ke Polres Ketapang. Koperasi perkebunan kelapa sawit yang mitra dengan PT. Mandiri Kapital Jaya itu, diduga menggelapkan Rp5,7 miliar yang seharusnya dibagikan kepada 700 anggotanya.

Kapolres Ketapang melalui Kasat Reskrim, AKP Primastya Dryan Maestro, membenarkan adanya laporan terhadap Koperasi Tiga Bersaudara. “Pelapornya atas nama Yusuf Hadi. Saat ini laporan sudah kita proses dan sementara sudah ada lima saksi dari pihak perusahaan yang kita periksa,” katanya, kemarin (5/9).

Primas mengaku kalau pihaknya masih mendalami laporan ini dan akan melakukan penyelidikan lebih lanjut. Usai memeriksa pihak perusahaan, pihaknya juga akan memeriksa pihak-pihak terkait lainnya. “Selanjutnya kami akan lakukan pemanggilan terhadap pengurus Koperasi Tiga Bersaudara,” ungkap Primas.

Baca Juga :  DPC Nasdem Air Upas: Junaidi-Sahrani Pemimpin Pro Masyarakat

Sementara itu, Yusuf Hadi, mengatakan bahwa pihaknya sengaja melaporkan pengurus Koperasi Tiga Bersaudara, karena dianggap tidak transparan terkait pembayaran SHK. “Informasi dari perusahaan kalau SHK tahun 2013 sampai 2019 sudah diserahkan kepada koperasi. Berdasarkan data perorang mendapat sekitar Rp8 juta,” katanya.

Diakuinya kalau Ketua Koperasi, Aheng, tidak pernah membicarakan persoalan SHK, termasuk bagaimana mekanisme pembagiannya. Sampai saat ini, menurut dia, tidak ada kepastian soal penyaluran SHK tersebut. Bahkan, Koperasi Tiga Bersaudara tidak pernah melakukan Rapat Anggota Tahunan (RAT). “Sudah empat tahun tidak pernah RAT,” jelasnya.

Koordinator CSR dan Plasma Arrtu Plantation, Budi Arman, mengungkapkan, jika PT. Mandiri Kapital Jaya sudah membayar SHK untuk tahun 2013 – 2019 sebesar Rp5,7 miliar. Pembayaran dilakukan mereka melalui transfer langsung ke rekening Koperasi Tiga Bersaudara. “Pembayarannya sudah dilakukan dengan menstransfer ke rekening koperasi,” ungkapnya.

Baca Juga :  Kota Ketapang Dikepung Banjir Rob

Terkait luasan hektare yang menjadi plasma, Budi menyebutkan, bahwa sesuai dengan data yang telah disepakati berjumlah 650 hektare. “Sesuai yang sudah di tandatangani oleh Bupati Ketapang, Kadistanakbun, Camat Singkup dan Kendawangan serta Kepala Desa Pantai Ketikal, Tanah Hitam, Bangkal Serai dan Pengurus Koperasi bahwa penetapan Plasma 20 persen dari luasan tertanam adalah 650 hektare,” katanya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/