alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Perkuat Bangun Vokasi dari Desa

Politeknik Negeri Ketapang (Politap) bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia atau International Animal Rescue (IAR), salah satu NGO lingkungan hidup sejak 2008, melakukan penandatanganan kerjasama teknis. Kegiatan ini berlangsung Senin (7/6) di ruang kerjasama Jurusan Teknik Informatika Gedung Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Ketapang.

Organisasi IAR ini terus tumbuh sebagai lembaga yang bergerak di bidang kesejahteraan, perlindungan dan pelestarian satwa liar di Indonesia. Organisasi ini berbasis upaya 3R dan M: Rescue, Rehabilitation, Release & Monitoring. Kerjasama Politap dan IAR bertujuan memperkuat Politap membangun vokasi dari desa.

Direktur Politap Endang Kusmana dalam sambutan pembukaan menyatakan, Politap berusaha bekerjasama dengan semua pihak. Terutama dalam memanfaatkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen. Menurut Endang, kerjasama dengan IAR sebagai Non-Governmental Organization (NGO) internasional memiliki arti strategis. Artinya kampus merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkolaborasi dengan dengan IAR yang memiliki data dan areal pembinaan. Sehingga kolaborasi ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat terutama terkait dengan konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca Juga :  Terapkan e-Hibah, Silakan Buka Website

Selanjutnya Endang menambahkan, perjanjian kerjasama ini sudah disusun sejak tahun 2020, lewat berbagai Focus Group Discussion yang digelar kedua belah pihak. Kegiatan ini akan meliputi joint research tentang keanekaragaman hayati yang dilakukan kedua belah pihak dengan tujuan HAKI dan hilirisasi hasil penelitian, pemanfaatan inovasi dosen bidang teknologi informasi untuk penyelamatan satwa primata di Indonesia. Juga pemberdayaan dan pendampingan masyarakat dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berperan aktif dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di fakultas dalam kegiatan konservasi satwa liar. Baik di lapangan maupun dalam bentuk kegiatan kemasyarakatan dan edukasi dan penyadartahuan masyarakat bersama mahasiswa dengan memberikan pengalaman terkait kegiatan perlindungan satwa primata dan habitatnya.

Sementara itu Manajer Kerjasama IAR Wendi menyambut gembira penandatanganan kerjasama yang sudah disiapkan sejak tahun 2020. Menurutnya kolaborasi IAR dan Politap akan menghasilkan dampak luas dan terukur bagi masyarakat. Misalnya di bidang pendidikan, Politap akan menerapkan kampus merdeka untuk mahasiswa yang siap menjadi relawan untuk program IAR. Kerjasama ini berupa pemberian beasiswa kepada masyarakat yang tidak mampu di sekitar areal yang dibina IAR. Di bidang penelitian akan dilakukan joint research untuk meneliti spesies tertentu dari keanekaragaman hayati yang ada di areal binaan IAR.

Baca Juga :  Skuter dan Motor Listrik, Dukung Usaha Pelaku UMKM di Kota Ketapang

Politap juga akan merancang WebGIS dengan kontribusi data ratusan relawan IAR yang tersebar di Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Melawi. Di bidang pengabdian masyarakat, Politap memberikan implementasi teknologi tepat guna untuk mendorong kelompok ekonomi masyarakat, edukasi dan penyadartahuan masyarakat. Serta pengembangan desa unggul. sebagai bagian dari Politap membangun vokasi dari desa. (*sr/)

Politeknik Negeri Ketapang (Politap) bersama Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia atau International Animal Rescue (IAR), salah satu NGO lingkungan hidup sejak 2008, melakukan penandatanganan kerjasama teknis. Kegiatan ini berlangsung Senin (7/6) di ruang kerjasama Jurusan Teknik Informatika Gedung Laboratorium Terpadu Politeknik Negeri Ketapang.

Organisasi IAR ini terus tumbuh sebagai lembaga yang bergerak di bidang kesejahteraan, perlindungan dan pelestarian satwa liar di Indonesia. Organisasi ini berbasis upaya 3R dan M: Rescue, Rehabilitation, Release & Monitoring. Kerjasama Politap dan IAR bertujuan memperkuat Politap membangun vokasi dari desa.

Direktur Politap Endang Kusmana dalam sambutan pembukaan menyatakan, Politap berusaha bekerjasama dengan semua pihak. Terutama dalam memanfaatkan hasil penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang dilakukan dosen. Menurut Endang, kerjasama dengan IAR sebagai Non-Governmental Organization (NGO) internasional memiliki arti strategis. Artinya kampus merupakan pusat pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi berkolaborasi dengan dengan IAR yang memiliki data dan areal pembinaan. Sehingga kolaborasi ini akan sangat bermanfaat untuk masyarakat terutama terkait dengan konservasi keanekaragaman hayati Indonesia.

Baca Juga :  Ribuan Warga Ikut Vaksinasi

Selanjutnya Endang menambahkan, perjanjian kerjasama ini sudah disusun sejak tahun 2020, lewat berbagai Focus Group Discussion yang digelar kedua belah pihak. Kegiatan ini akan meliputi joint research tentang keanekaragaman hayati yang dilakukan kedua belah pihak dengan tujuan HAKI dan hilirisasi hasil penelitian, pemanfaatan inovasi dosen bidang teknologi informasi untuk penyelamatan satwa primata di Indonesia. Juga pemberdayaan dan pendampingan masyarakat dengan memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk berperan aktif dan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh di fakultas dalam kegiatan konservasi satwa liar. Baik di lapangan maupun dalam bentuk kegiatan kemasyarakatan dan edukasi dan penyadartahuan masyarakat bersama mahasiswa dengan memberikan pengalaman terkait kegiatan perlindungan satwa primata dan habitatnya.

Sementara itu Manajer Kerjasama IAR Wendi menyambut gembira penandatanganan kerjasama yang sudah disiapkan sejak tahun 2020. Menurutnya kolaborasi IAR dan Politap akan menghasilkan dampak luas dan terukur bagi masyarakat. Misalnya di bidang pendidikan, Politap akan menerapkan kampus merdeka untuk mahasiswa yang siap menjadi relawan untuk program IAR. Kerjasama ini berupa pemberian beasiswa kepada masyarakat yang tidak mampu di sekitar areal yang dibina IAR. Di bidang penelitian akan dilakukan joint research untuk meneliti spesies tertentu dari keanekaragaman hayati yang ada di areal binaan IAR.

Baca Juga :  Martin Rantan Kembali Jabat Bupati

Politap juga akan merancang WebGIS dengan kontribusi data ratusan relawan IAR yang tersebar di Kabupaten Ketapang, Kabupaten Kayong Utara dan Kabupaten Melawi. Di bidang pengabdian masyarakat, Politap memberikan implementasi teknologi tepat guna untuk mendorong kelompok ekonomi masyarakat, edukasi dan penyadartahuan masyarakat. Serta pengembangan desa unggul. sebagai bagian dari Politap membangun vokasi dari desa. (*sr/)

Most Read

Artikel Terbaru

/