alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Seriusi Kasus Prostitusi Anak

Sekali Kencan Rp4 Juta

KETAPANG – Polisi terus menyelidiki dan menyeriusi kasus prostitusi anak di Kendawangan yang melibatkan tujuh orang. Selain menyelidiki apakah ada korban lain, polisi juga mencari tahu keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Salah satu tersangka, A, mengaku memesan untuk dicarikan perempuan kepada salah satu muncikari, AY. Tidak hanya sekali, A memesan korban kepada AY sudah dua kali. “Saya sudah dua kali memesan korban kepada AY. Memesan korban melalui AY, melalui pesan WA. Kami bertemu di pantai. Sekali main saya beri uang Rp4 juta,” katanya.

A mengaku tidak mengetahui jika perempuan yang dia pesan masih berstatus di bawah umur. Dia hanya meminta agar dicarikan perempuan untuk memuaskan hawa nafsunya. “Tidak tahu kalau itu masih anak-anak,” ungkapnya.

Sementara itu, AY, salah satu muncikari mengatakan jika dirinya hanya mencarikan perempuan untuk A. “Korban minta dicarikan pelanggan mau beli HP. Kebetulan ada yang minta carikan perempuan. Kebetulan korban juga mau dan akhirnya kami antar ke pantai pada malam hari,” ungkap AY.

Baca Juga :  164 Orang Anak Terlibat Dalam Pusaran Prostitusi Sepanjang 2021

AY mengaku jika dirinya tidak menjemput korban kerumahnya, melainkan korban yang datang kerumahnya. Setelah itu, dia mengantar korban ke pantai untuk bertemu dengan A. “Korban datang kerumah. Korban juga sudah tau kalau akan dijual kepada laki-laki. Sebelumnya tidak pernah saya seperti ini. Baru dua kali ngantar korban ke pantai,” paparnya.

Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Ketapang, Herlisa, meminta Polres Ketapang mendalami kasus prostitusi anak di Kendawangan. Menurutnya, kasus ini harus didalami oleh aparat kepolisian guna menelusuri ada atau tidaknya korban lain yang diperdagangkan oleh para pelaku. “Saya telah meminta aparat kepolisian untuk terus mengusut kasus ini, untuk mengetahui ada atau tidaknya korban lain yang diperdagangkan oleh para pelaku, karena kalau kita melihat memang si pelaku sudah berpengalaman di dunia prostitusi, meski di usia yang masih cukup belia,” ungkapnya, kemarin (6/1) sore.

Herlisa mengatakan, kuat dugaan korban memang menjadi incaran dari para muncikari, karena korban masih sangat muda dan mudah diperdaya dengan iming-imingi sejumlah uang dan handphone. “Saya menduga bahwa pelaku memang mengincar korban untuk diperdagangkan, karena korban masih sangat muda, baru berusia 16 tahun dan masih duduk di kelas IV sekolah dasar, sehingga dapat dengan mudah diperdaya dengan iming-imingi uang serta HP,” ucapnya.

Baca Juga :  Empat Kali Ditemukan Praktik Prostitusi Anak, Wisma Nusantara Disegel

Herlisa menegaskan, pihaknya memastikan akan memberikan pengawasan dan pembinaan kepada korban sembari berharap pihak pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dalam upaya menekan angka protitusi di Ketapang, khususnya yang banyak melibatkan anak di bawah umur. “Kami akan tetap mengawal kasus ini hingga selesai,” paparnya.

“Kami juga akan memberikan pembinaan serta bimbingan moril kepada korban. Saya tekankan ini adalah tugas kita bersama, di mana pemerintah daerah wajib ikut serta dalam menekan prilaku menyimpang seperti perdagangan orang dan prostitusi di Ketapang, khususnya yang banyak melibatkan anak di bawah umur,” lanjut Herlisa. (afi)

Sekali Kencan Rp4 Juta

KETAPANG – Polisi terus menyelidiki dan menyeriusi kasus prostitusi anak di Kendawangan yang melibatkan tujuh orang. Selain menyelidiki apakah ada korban lain, polisi juga mencari tahu keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

Salah satu tersangka, A, mengaku memesan untuk dicarikan perempuan kepada salah satu muncikari, AY. Tidak hanya sekali, A memesan korban kepada AY sudah dua kali. “Saya sudah dua kali memesan korban kepada AY. Memesan korban melalui AY, melalui pesan WA. Kami bertemu di pantai. Sekali main saya beri uang Rp4 juta,” katanya.

A mengaku tidak mengetahui jika perempuan yang dia pesan masih berstatus di bawah umur. Dia hanya meminta agar dicarikan perempuan untuk memuaskan hawa nafsunya. “Tidak tahu kalau itu masih anak-anak,” ungkapnya.

Sementara itu, AY, salah satu muncikari mengatakan jika dirinya hanya mencarikan perempuan untuk A. “Korban minta dicarikan pelanggan mau beli HP. Kebetulan ada yang minta carikan perempuan. Kebetulan korban juga mau dan akhirnya kami antar ke pantai pada malam hari,” ungkap AY.

Baca Juga :  Kapolda Cek Sarpras Karhutla PT. BGA

AY mengaku jika dirinya tidak menjemput korban kerumahnya, melainkan korban yang datang kerumahnya. Setelah itu, dia mengantar korban ke pantai untuk bertemu dengan A. “Korban datang kerumah. Korban juga sudah tau kalau akan dijual kepada laki-laki. Sebelumnya tidak pernah saya seperti ini. Baru dua kali ngantar korban ke pantai,” paparnya.

Ketua Komisi Perlindungan dan Pengawasan Anak Daerah (KPPAD) Ketapang, Herlisa, meminta Polres Ketapang mendalami kasus prostitusi anak di Kendawangan. Menurutnya, kasus ini harus didalami oleh aparat kepolisian guna menelusuri ada atau tidaknya korban lain yang diperdagangkan oleh para pelaku. “Saya telah meminta aparat kepolisian untuk terus mengusut kasus ini, untuk mengetahui ada atau tidaknya korban lain yang diperdagangkan oleh para pelaku, karena kalau kita melihat memang si pelaku sudah berpengalaman di dunia prostitusi, meski di usia yang masih cukup belia,” ungkapnya, kemarin (6/1) sore.

Herlisa mengatakan, kuat dugaan korban memang menjadi incaran dari para muncikari, karena korban masih sangat muda dan mudah diperdaya dengan iming-imingi sejumlah uang dan handphone. “Saya menduga bahwa pelaku memang mengincar korban untuk diperdagangkan, karena korban masih sangat muda, baru berusia 16 tahun dan masih duduk di kelas IV sekolah dasar, sehingga dapat dengan mudah diperdaya dengan iming-imingi uang serta HP,” ucapnya.

Baca Juga :  Pontianak Terbelenggu Prostitusi Anak (-3-); Perlu Ketegasan Aparat dan Pengelola Hotel dan Kost

Herlisa menegaskan, pihaknya memastikan akan memberikan pengawasan dan pembinaan kepada korban sembari berharap pihak pemerintah daerah segera mengambil langkah tegas dalam upaya menekan angka protitusi di Ketapang, khususnya yang banyak melibatkan anak di bawah umur. “Kami akan tetap mengawal kasus ini hingga selesai,” paparnya.

“Kami juga akan memberikan pembinaan serta bimbingan moril kepada korban. Saya tekankan ini adalah tugas kita bersama, di mana pemerintah daerah wajib ikut serta dalam menekan prilaku menyimpang seperti perdagangan orang dan prostitusi di Ketapang, khususnya yang banyak melibatkan anak di bawah umur,” lanjut Herlisa. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/