alexametrics
33.9 C
Pontianak
Tuesday, August 9, 2022

Empat Warung di Lapangan Sepakat Gosong

KETAPANG – Empat warung di Lapangan Sepakat, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, terbakar pada Kamis (7/10) dini hari. Warung yang menjual minuman dan makanan itu diduga terbakar karena konsleting arus listrik.

Kapolsek Delta Pawan, IPTU Chandra Wirawan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitat pukul 02.30 WIB. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB setelah tiga unit mobil Damkar Ketapang diterjunkan ke lokasi kejadian. “Ada empat warung yang terbakar. Satu warung menjual makanan dan tiga warung kopi. Bangunan yang terbakar berada di atas tanah milik Pemda Ketapang,” kata Chandra, kemarin (7/10).

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kata Chandra, kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik. Karena warung yang menjadi titik awal sumber api tidak terdapat kompor. “Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta,” ujarnya.

Baca Juga :  SUTT Kendawangan-Sukamara Masuk Tahap Persiapan

Sementara itu, salah satu penghuni warung yang terbakar, Saturi (35), mengaku kaget dengan kejadian kebakaran tersebut. Dia baru mengetahui warungnya terbakar setelah mendapat kabar dari warga yang menghubungi dirinya. “Saya datang api sudah besar sekitar pukul 02.30 WIN. Penyebabnya belum tahu,” kata Saturi saat membersihkan puing-puing bangunan.

Saturi yang sehari-hari menjual makanan itu menaksir kerugian yang diakibatkan dari kebakaran itu sekitar Rp10 juta. “Belum ada informasi adanya bantuan dari pemerintah atau siapapun. Semua barang habis terbakar,” ungkapnya. (afi)

KETAPANG – Empat warung di Lapangan Sepakat, Jalan Sisingamangaraja, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, terbakar pada Kamis (7/10) dini hari. Warung yang menjual minuman dan makanan itu diduga terbakar karena konsleting arus listrik.

Kapolsek Delta Pawan, IPTU Chandra Wirawan, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitat pukul 02.30 WIB. Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 04.00 WIB setelah tiga unit mobil Damkar Ketapang diterjunkan ke lokasi kejadian. “Ada empat warung yang terbakar. Satu warung menjual makanan dan tiga warung kopi. Bangunan yang terbakar berada di atas tanah milik Pemda Ketapang,” kata Chandra, kemarin (7/10).

Berdasarkan keterangan saksi-saksi, kata Chandra, kebakaran diduga akibat korsleting arus listrik. Karena warung yang menjadi titik awal sumber api tidak terdapat kompor. “Untuk kerugian ditaksir mencapai Rp100 juta,” ujarnya.

Baca Juga :  Joni Isnaini Lantik Pengurus KADIN Ketapang

Sementara itu, salah satu penghuni warung yang terbakar, Saturi (35), mengaku kaget dengan kejadian kebakaran tersebut. Dia baru mengetahui warungnya terbakar setelah mendapat kabar dari warga yang menghubungi dirinya. “Saya datang api sudah besar sekitar pukul 02.30 WIN. Penyebabnya belum tahu,” kata Saturi saat membersihkan puing-puing bangunan.

Saturi yang sehari-hari menjual makanan itu menaksir kerugian yang diakibatkan dari kebakaran itu sekitar Rp10 juta. “Belum ada informasi adanya bantuan dari pemerintah atau siapapun. Semua barang habis terbakar,” ungkapnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/