alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

KAL Berikan Premi Minyak Sawit Berkelanjutan Untuk Petani Kemitraan

KETAPANG- PT Kayung Agro Lestari (KAL) salah satu anak perusahaan dari produsen kelapa sawit grup PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang berlokasi di Ketapang, menyerahkan pembagian premi minyak sawit berkelanjutan untuk petani kemitraan.

KAL memberikan premi sebesar Rp 324.406.159 kepada Koperasi Laman Mayang Sentosa yang menaungi sebanyak 624 petani yang menjadi mitra perusahaan karena sudah menjalankan praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Perkebunan KAL merupakan perkebunan kelapa sawit yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dengan nomor keanggotaan 1-0032-07-000-00. Dalam pembaharuan sertifikasi RSPO, areal petani mitra KAL seluas 424.35 Ha telah ditambahkan menjadi ruang lingkup sertifikasi.

Sejak 11 November 2020, luas hektar dari kebun petani yang sudah tersertifikasi RSPO menjadi 1991.97 Ha. Dengan penambahan areal sertifikasi, potensi peningkatan nilai premi pada tahun 2021 dan tahun selanjutnya dapat meningkat.

Sebagai tanaman penghasil minyak nabati yang paling produktif, industri kelapa sawit harus mampu menghadapi berbagai tantangan dan isu negatif yang dilontarkan para produsen komoditas minyak nabati lainnya. Kemitraan perusahaan dan petani menjadi salah satu jawaban untuk menekan deforestasi dan memastikan pengelolaan ramah lingkungan berstandar internastonal oleh petani kelapa sawit di Indonesia.

“Tahun ini Koperasi Laman Mayang Sentosa telah berhasil meraih nominasi sebagai Koperasi Terbaik di Kabupaten Ketapang. Berkat keberadaan koperasi, desa Laman Satang berhasil naik dua peringkat menjadi Desa Maju dalam rating Desa Fokus. Pembagian premi untuk Koperasi Laman Mayang Sentosa ini merupakan pembagian yang terbanyak, dimana akan menambah kemakmuran bagi 624 petani. Saya harapkan agar pemberian premi dapat digunakan dengan byak, dengan mengutamakan kebutuhan jangka panjang, seperti pelunasan hutang Bank, pembentukan usaha UMKM di desa, keperluan sekolah maupun keperluan infrastruktur desa. Mudah-mudahan prinsip bahwa perusahaan berdiri sejajar bersama mutranya, tidak lebih tinggi dan tidak lebih rendah dapat terus dijaga.” kata Istini T. Siddharta, CEO ANJ.

Baca Juga :  Balita 3 Tahun Meninggal Terpanggang

Kualifikasi untuk mendapatkan premi minyak sawit berkelanjutan adalah petani tersebut harus melalui proses NPP (New Planting Procedure) RSPO hingga mendapat sertifikat dari badan sertifikasi serta memiliki pengelolaan aspek K3 yang berkesinambungan: lingkungan, legalitas, sosial dan lainnya. Setelah semua tahapan telah dijalani, TBS yang berasal dari area tersebut berhak mendapatkan premi minyak sawit berkelanjutan.

“Dengan pemberian premi ini membuktikan bahwa kelapa sawit yang diproduksi oleh petani kami telah memenuhi standar keberlanjutan, dimana hal tersebut terwujud juga berkat pendampingan dari tim KAL, yang membimbing cara mengelola kebun secara profesional dan sesuai standar berkelanjutan. Pembagian nilai premi ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga bermanfaat bagi pembangunan koperasi kedepan. Kami dari Koperasi Laman Mayang Sentosa memiliki slogan untuk kemitraan dengan KAL, yaitu: Bermitra dari hati, Bekerja sepenuh hati.” tutur Yermias, Ketua, Koperasi Laman Mayang Sentosa

Melalui manajemen KAL, TBS yang dihasilkan oleh petani kemitraan dikirim ke PKS KAL yang kemudian diolah untuk menjadi produk CPO dan PK. Produk tersebut nantinya akan dijual dan ditawarkan ke pasar dengan label CPO dan PK bersertifikasi RSPO. Ketika produk tersebut telah terjual maka CPO dan PK yang dijual berhak mendapatkan harga premi. Selai penjualan fisik, mekanisme mendapatkan harga prernt juga melalui trading online melalui website yang telah ditetapkan RSPO yaitu ‘palmtrace’.

Baca Juga :  PLN Energize SUTT dan GI 150 kv Ketapang-Kendawang

“Dengan pemberian premi minyak sawit ini, kami berharap dapat meningkatkan produksi TBS, OER dan KER. Selain itu, KAL juga baru-baru ini telah melakukan peningkatan kapasitas pabrik kelapa sawit (PKS) dari yang sebelumnya 45 ton per jam menjadi 90 ton per jam. Dengan penambahan ini, kamu dapat menampung lebih banyak lagi TBS, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit dan masyarakat sekitar perkebunan KAL. Kami berkomitmen untuk melakukan pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan salah satunya diwujudkan dengan mengedepankan keseimbangan lingkungan di area operasi, serta kami berkomitmen untuk tetap menerapkan prinsip – prinsip keberlanjutan yang menargetkan sertifikasi untuk koperasi kemutraan lainnya.” ujar Jerileva Purba, General Manager, KAL.

Pembinaan kemitraan dengan petani yang dilakukan KAL bertujuan untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani. Bekerja sama dengan tim Dinas Koperasi dan Dinas Perkebunan setempat, KAL juga melakukan pelatihan mengenai pengelolaan perkebunan terbaik yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, legalitas, ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja dan aspek keberlanjutan lainnya.**

KETAPANG- PT Kayung Agro Lestari (KAL) salah satu anak perusahaan dari produsen kelapa sawit grup PT Austindo Nusantara Jaya Tbk (ANJ) yang berlokasi di Ketapang, menyerahkan pembagian premi minyak sawit berkelanjutan untuk petani kemitraan.

KAL memberikan premi sebesar Rp 324.406.159 kepada Koperasi Laman Mayang Sentosa yang menaungi sebanyak 624 petani yang menjadi mitra perusahaan karena sudah menjalankan praktik perkebunan yang berkelanjutan.

Perkebunan KAL merupakan perkebunan kelapa sawit yang sudah mendapatkan sertifikasi dari Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) dengan nomor keanggotaan 1-0032-07-000-00. Dalam pembaharuan sertifikasi RSPO, areal petani mitra KAL seluas 424.35 Ha telah ditambahkan menjadi ruang lingkup sertifikasi.

Sejak 11 November 2020, luas hektar dari kebun petani yang sudah tersertifikasi RSPO menjadi 1991.97 Ha. Dengan penambahan areal sertifikasi, potensi peningkatan nilai premi pada tahun 2021 dan tahun selanjutnya dapat meningkat.

Sebagai tanaman penghasil minyak nabati yang paling produktif, industri kelapa sawit harus mampu menghadapi berbagai tantangan dan isu negatif yang dilontarkan para produsen komoditas minyak nabati lainnya. Kemitraan perusahaan dan petani menjadi salah satu jawaban untuk menekan deforestasi dan memastikan pengelolaan ramah lingkungan berstandar internastonal oleh petani kelapa sawit di Indonesia.

“Tahun ini Koperasi Laman Mayang Sentosa telah berhasil meraih nominasi sebagai Koperasi Terbaik di Kabupaten Ketapang. Berkat keberadaan koperasi, desa Laman Satang berhasil naik dua peringkat menjadi Desa Maju dalam rating Desa Fokus. Pembagian premi untuk Koperasi Laman Mayang Sentosa ini merupakan pembagian yang terbanyak, dimana akan menambah kemakmuran bagi 624 petani. Saya harapkan agar pemberian premi dapat digunakan dengan byak, dengan mengutamakan kebutuhan jangka panjang, seperti pelunasan hutang Bank, pembentukan usaha UMKM di desa, keperluan sekolah maupun keperluan infrastruktur desa. Mudah-mudahan prinsip bahwa perusahaan berdiri sejajar bersama mutranya, tidak lebih tinggi dan tidak lebih rendah dapat terus dijaga.” kata Istini T. Siddharta, CEO ANJ.

Baca Juga :  YP Latih Smart Patrol untuk LPHD

Kualifikasi untuk mendapatkan premi minyak sawit berkelanjutan adalah petani tersebut harus melalui proses NPP (New Planting Procedure) RSPO hingga mendapat sertifikat dari badan sertifikasi serta memiliki pengelolaan aspek K3 yang berkesinambungan: lingkungan, legalitas, sosial dan lainnya. Setelah semua tahapan telah dijalani, TBS yang berasal dari area tersebut berhak mendapatkan premi minyak sawit berkelanjutan.

“Dengan pemberian premi ini membuktikan bahwa kelapa sawit yang diproduksi oleh petani kami telah memenuhi standar keberlanjutan, dimana hal tersebut terwujud juga berkat pendampingan dari tim KAL, yang membimbing cara mengelola kebun secara profesional dan sesuai standar berkelanjutan. Pembagian nilai premi ini akan kami manfaatkan dengan sebaik-baiknya sehingga bermanfaat bagi pembangunan koperasi kedepan. Kami dari Koperasi Laman Mayang Sentosa memiliki slogan untuk kemitraan dengan KAL, yaitu: Bermitra dari hati, Bekerja sepenuh hati.” tutur Yermias, Ketua, Koperasi Laman Mayang Sentosa

Melalui manajemen KAL, TBS yang dihasilkan oleh petani kemitraan dikirim ke PKS KAL yang kemudian diolah untuk menjadi produk CPO dan PK. Produk tersebut nantinya akan dijual dan ditawarkan ke pasar dengan label CPO dan PK bersertifikasi RSPO. Ketika produk tersebut telah terjual maka CPO dan PK yang dijual berhak mendapatkan harga premi. Selai penjualan fisik, mekanisme mendapatkan harga prernt juga melalui trading online melalui website yang telah ditetapkan RSPO yaitu ‘palmtrace’.

Baca Juga :  Balita 3 Tahun Meninggal Terpanggang

“Dengan pemberian premi minyak sawit ini, kami berharap dapat meningkatkan produksi TBS, OER dan KER. Selain itu, KAL juga baru-baru ini telah melakukan peningkatan kapasitas pabrik kelapa sawit (PKS) dari yang sebelumnya 45 ton per jam menjadi 90 ton per jam. Dengan penambahan ini, kamu dapat menampung lebih banyak lagi TBS, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petani kelapa sawit dan masyarakat sekitar perkebunan KAL. Kami berkomitmen untuk melakukan pengelolaan perkebunan secara berkelanjutan salah satunya diwujudkan dengan mengedepankan keseimbangan lingkungan di area operasi, serta kami berkomitmen untuk tetap menerapkan prinsip – prinsip keberlanjutan yang menargetkan sertifikasi untuk koperasi kemutraan lainnya.” ujar Jerileva Purba, General Manager, KAL.

Pembinaan kemitraan dengan petani yang dilakukan KAL bertujuan untuk membawa dampak positif terhadap kesejahteraan dan peningkatan ekonomi petani. Bekerja sama dengan tim Dinas Koperasi dan Dinas Perkebunan setempat, KAL juga melakukan pelatihan mengenai pengelolaan perkebunan terbaik yang memperhatikan aspek lingkungan, sosial, legalitas, ketenagakerjaan, kesehatan dan keselamatan kerja dan aspek keberlanjutan lainnya.**

Most Read

Artikel Terbaru

/