alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Kapolres Ketapang: 99 Persen Karhutla karena Ulah Manusia

KETAPANG – Diperkirakan 99 persen penyebab kebakaran adalah dari faktor ulah manusia. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana, saat memimpin apel personel dan sarana prasarana (sarpras) di halaman Mapolres Ketapang, Selasa (8/3) pagi.

“Oleh karena itu, kita bersama masyarakat harus peduli, bersinergi, serta berupaya maksimal untuk mencegah karhutla ini. Kami juga mengajak masyarakat yang belum sadar dan masih suka melakukan pembakaran lahan untuk tidak membuka lahan dengan membakar,” ajaknya.

Dia menambahkan, upaya penanggulangan karhutla dapat dilakukan dengan upaya preemtif. Antara lain, sebut dia, pemetaan titik panas, deteksi dini, melakukan imbauan, melakukan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, melakukan kegiatan koordinasi dengan instansi terkait, memberdayakan peran Bhabinkamtibmas dan babinsa serta kades sebagai kekuatan tiga pilar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Baca Juga :  Lahan Satu Hektare Terbakar

Usai memimpin apel, Yani langsung melakukan pemeriksaan sarana peralatan pemadam kebakaran berupa sejumlah mesin semprot, mesin robin, selang air, alat pengaman  diri serta beberapa kendaraan roda dua dan roda empat.

Kapolres mengatakan bahwa pihaknya mulai mempersiapkan diri mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain menyiapkan personel, mereka juga menyiapkan sarpras dalam mengantisipasi karhutla.

Apel tersebut digelar untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Apel tim gabungan ini diikuti personel Polres Ketapang, Kodim 1203 Ketapang, anggota Subden Batalyon Pelopor Ketapang Sat Brimobda Polda Kalbar, BPBD, Sat Pol PP, serta relawan desa tanggap bencana.

Yani pelaksanaan Operasi Kewilayahan Bina Karuna Kapuas 2022 dilakukan serentak se-Kalbar.

Baca Juga :  Melihat Kepedulian Komunitas Kampoeng Bikers dalam Penanggulangan Karhutla

“Seluruh personel gabungan agar dapat melaksanakan pencegahan potensi karhutla serta siaga melalui penanggulangan karhutla,” kata Kapolres.

Yani mengajak kepada masyarakat untuk dapat menekan seminimal mungkin potensi karhutla.

“Akan lebih baik lagi sesuai harapan kita, yakni benar-benar tidak ada kejadian karhutla lagi, karena apabila terjadi karhutla dapat menimbulkan kerugian luar biasa dari aspek kesehatan masyarakat serta kerugian ekonomi,” jelasnya. (afi)

KETAPANG – Diperkirakan 99 persen penyebab kebakaran adalah dari faktor ulah manusia. Hal tersebut diungkapkan Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana, saat memimpin apel personel dan sarana prasarana (sarpras) di halaman Mapolres Ketapang, Selasa (8/3) pagi.

“Oleh karena itu, kita bersama masyarakat harus peduli, bersinergi, serta berupaya maksimal untuk mencegah karhutla ini. Kami juga mengajak masyarakat yang belum sadar dan masih suka melakukan pembakaran lahan untuk tidak membuka lahan dengan membakar,” ajaknya.

Dia menambahkan, upaya penanggulangan karhutla dapat dilakukan dengan upaya preemtif. Antara lain, sebut dia, pemetaan titik panas, deteksi dini, melakukan imbauan, melakukan sosialisasi kepada pihak perusahaan dan masyarakat, melakukan kegiatan koordinasi dengan instansi terkait, memberdayakan peran Bhabinkamtibmas dan babinsa serta kades sebagai kekuatan tiga pilar yang langsung bersentuhan dengan masyarakat.

Baca Juga :  Jabatan Martin-Suprapto Segera Berakhir

Usai memimpin apel, Yani langsung melakukan pemeriksaan sarana peralatan pemadam kebakaran berupa sejumlah mesin semprot, mesin robin, selang air, alat pengaman  diri serta beberapa kendaraan roda dua dan roda empat.

Kapolres mengatakan bahwa pihaknya mulai mempersiapkan diri mengantisipasi terjadinya kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Selain menyiapkan personel, mereka juga menyiapkan sarpras dalam mengantisipasi karhutla.

Apel tersebut digelar untuk mengantisipasi terjadinya karhutla. Apel tim gabungan ini diikuti personel Polres Ketapang, Kodim 1203 Ketapang, anggota Subden Batalyon Pelopor Ketapang Sat Brimobda Polda Kalbar, BPBD, Sat Pol PP, serta relawan desa tanggap bencana.

Yani pelaksanaan Operasi Kewilayahan Bina Karuna Kapuas 2022 dilakukan serentak se-Kalbar.

Baca Juga :  Tempuh 20 Kilometer, Petugas Padamkan Karhutla di Dusun Sebelitak

“Seluruh personel gabungan agar dapat melaksanakan pencegahan potensi karhutla serta siaga melalui penanggulangan karhutla,” kata Kapolres.

Yani mengajak kepada masyarakat untuk dapat menekan seminimal mungkin potensi karhutla.

“Akan lebih baik lagi sesuai harapan kita, yakni benar-benar tidak ada kejadian karhutla lagi, karena apabila terjadi karhutla dapat menimbulkan kerugian luar biasa dari aspek kesehatan masyarakat serta kerugian ekonomi,” jelasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/