alexametrics
24 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Pencuri Motor Ditangkap, Sebulan Bebas, Pelaku Kembali Berulah

KETAPANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ketapang berhasil meringkus pelaku pencurian sepeda motor milik wartawan, Rossi Yulizar. Pelaku merupakan dua orang yang merupakan residivis dan baru bebas sebulan lalu. Keduanya bebas setelah mendapatkan program asimilisi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Kedua pelaku tersebut adalah Roni Lesmana (38), warga Jalan Penyembahan Air Mala, Sungai Cina, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan; dan Dodi Wijaya (30), warga Jalan Sutomo, Gang Kamboja, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan. Keduanya mencuri sepeda motor milik salah satu wartawan di Ketapang pada 2 Mei 2020.

Kedua pelaku tersebut merupakan residivis yang baru bebas dari Lapas Kelas II B Ketapang awal April 2020. Namun, belum genap sebulan menghirup udara bebas, keduanya kembali beraksi. Tak tanggung-tanggung, selain mencuri sepeda motor milik wartawan, pelaku juga mencuri motor Kawasaki KLX milik salah satu camat di Ketapang.

Saat diwawancara oleh awak media di Mapolres Ketapang, salah satu pelaku, Roni Lesmana (38), mengaku mencuri dua unit sepeda motor dalam kurun waktu sebulan. “Saya bebas tanggal 4 April kemarin. Satu motor saya curi di dekat lapangan Futsal Mandala dan satu motor lagi saya curi di Perumahan Praja Nirmala,” katanya kepada awak media, kemarin (8/5).

Dia menjelaskan, sepeda motor yang dicuri tersebut langsung dia jual kepada seseorang di Kecamatan Sandai dengan harga Rp4 juta perunit. Uang dari hasil penjualan motor digunakannya untuk berfoya-foya. “Sebelumnya saya dihukum 2 tahun 6 bulan karena mencuri motor juga. Saya terpaksa karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata bapak tiga anak ini.

Baca Juga :  Keluarga Paguyuban Jawa Gelar Wayang Semalam Suntuk

Dia mengaku, sebelum melakukan aksinya, terlebuh dahulu mengamati kondisi rumah atau motor yang akan dicuri. “Kalau di Gang Kurma di sebelah Futsal Mandala itu saya amati dari jam 09.00 malam. Jam 04.00 subuh baru saya ambil. Caranya saya potong kabelnya, karena saya paham dengan kondisi motor. Setelah itu saya jual kepada orang yang memesan motor KLX,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku ainnya, Dodi Wijaya (30), mengaku baru pertama kali melakukan pencurian sepeda motor bersama Roni Lesmana. Hal itu juga dilakukan dia karena diajak oleh Roni. “Dia (Roni, Red) datang ke rumah dan mengajak saya untuk mencuri motor. Saya yang membonceng dia. Dia yang mengambil motornya,” kata Dodi.

Dodi merupakan residivis dengan kasus pencurian sarang burung walet. Dia juga baru keluar dari Lapas Kelas II B Ketapang pada awal April lalu. Dia menjalani masa hukuman di lapas selama 20 bulan dan bebas setelah masuk dalam program asimilasi dari Kemenhum HAM. “Dari hasil pencurian saya cuma dikasih Rp350 ribu untuk menebus HP saya yang digadai. Sisanya diambil oleh dia semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  CMI Bantu APE Luar ke PAUD Indai Merimbang

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku harus kembali kembali ke jeruji besi dan berlebaran di penjara. Keduanya diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Kepala Satreskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto, mengatakan bahwa pihaknya berhasil meringkus kedua pelaku pencurian sepeda motornya pada 2 Mei lalu di Jalan KH. Mansyur, Gang Kurma, Kecamatan Delta Pawan. “Dari laporan kemudian anggota melakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap tersangka Dodi Wijaya dan Roni Lesmana

pada Kamis (7/5) sekitar jam 20.30 WIB di rumahnya di Jalan Sutomo Gang Kamboja,” kata Eko.

Eko melanjutkan, selain mengamankan kedua tersangka, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Kawasaki KLX. “Kedua pelaku merupakan residivis yang baru bebas setelah mendapat asimilasi yang dibebaskan pada Tanggal 3 April dan 4 April lalu. Keduanya kembali beraksi dan harus kembali berurusan dengan hukum,” ungkapnya.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus tersebut, lantaran pelaku merupakan spesialis pencurian sepeda motor di Ketapang. Pihaknya juga masih mencari satu barang bukti lagi yaitu, sepeda motor Kawasaki KLX milik salah satu camat di Ketapang yang sampai saat ini belum ditemukan. “Selanjutnya pelaku akan dilakukan tahap II dan segera disidangkan,” pungkas Eko. (afi)

KETAPANG – Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ketapang berhasil meringkus pelaku pencurian sepeda motor milik wartawan, Rossi Yulizar. Pelaku merupakan dua orang yang merupakan residivis dan baru bebas sebulan lalu. Keduanya bebas setelah mendapatkan program asimilisi dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (HAM).

Kedua pelaku tersebut adalah Roni Lesmana (38), warga Jalan Penyembahan Air Mala, Sungai Cina, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan; dan Dodi Wijaya (30), warga Jalan Sutomo, Gang Kamboja, Kelurahan Mulia Baru, Kecamatan Delta Pawan. Keduanya mencuri sepeda motor milik salah satu wartawan di Ketapang pada 2 Mei 2020.

Kedua pelaku tersebut merupakan residivis yang baru bebas dari Lapas Kelas II B Ketapang awal April 2020. Namun, belum genap sebulan menghirup udara bebas, keduanya kembali beraksi. Tak tanggung-tanggung, selain mencuri sepeda motor milik wartawan, pelaku juga mencuri motor Kawasaki KLX milik salah satu camat di Ketapang.

Saat diwawancara oleh awak media di Mapolres Ketapang, salah satu pelaku, Roni Lesmana (38), mengaku mencuri dua unit sepeda motor dalam kurun waktu sebulan. “Saya bebas tanggal 4 April kemarin. Satu motor saya curi di dekat lapangan Futsal Mandala dan satu motor lagi saya curi di Perumahan Praja Nirmala,” katanya kepada awak media, kemarin (8/5).

Dia menjelaskan, sepeda motor yang dicuri tersebut langsung dia jual kepada seseorang di Kecamatan Sandai dengan harga Rp4 juta perunit. Uang dari hasil penjualan motor digunakannya untuk berfoya-foya. “Sebelumnya saya dihukum 2 tahun 6 bulan karena mencuri motor juga. Saya terpaksa karena untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari,” kata bapak tiga anak ini.

Baca Juga :  Tokoh Agama Desa Bayur: Saya Siap Mendukung Junaidi-Sahrani 

Dia mengaku, sebelum melakukan aksinya, terlebuh dahulu mengamati kondisi rumah atau motor yang akan dicuri. “Kalau di Gang Kurma di sebelah Futsal Mandala itu saya amati dari jam 09.00 malam. Jam 04.00 subuh baru saya ambil. Caranya saya potong kabelnya, karena saya paham dengan kondisi motor. Setelah itu saya jual kepada orang yang memesan motor KLX,” ungkapnya.

Sementara itu, pelaku ainnya, Dodi Wijaya (30), mengaku baru pertama kali melakukan pencurian sepeda motor bersama Roni Lesmana. Hal itu juga dilakukan dia karena diajak oleh Roni. “Dia (Roni, Red) datang ke rumah dan mengajak saya untuk mencuri motor. Saya yang membonceng dia. Dia yang mengambil motornya,” kata Dodi.

Dodi merupakan residivis dengan kasus pencurian sarang burung walet. Dia juga baru keluar dari Lapas Kelas II B Ketapang pada awal April lalu. Dia menjalani masa hukuman di lapas selama 20 bulan dan bebas setelah masuk dalam program asimilasi dari Kemenhum HAM. “Dari hasil pencurian saya cuma dikasih Rp350 ribu untuk menebus HP saya yang digadai. Sisanya diambil oleh dia semua,” ungkapnya.

Baca Juga :  Sekda Minta Lestarikan Adat Bejujokng

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kedua pelaku harus kembali kembali ke jeruji besi dan berlebaran di penjara. Keduanya diancam dengan pasal 363 KUHP dengan ancaman tujuh tahun penjara.

Kepala Satreskrim Polres Ketapang, AKP Eko Mardianto, mengatakan bahwa pihaknya berhasil meringkus kedua pelaku pencurian sepeda motornya pada 2 Mei lalu di Jalan KH. Mansyur, Gang Kurma, Kecamatan Delta Pawan. “Dari laporan kemudian anggota melakukan penyelidikan, dan berhasil menangkap tersangka Dodi Wijaya dan Roni Lesmana

pada Kamis (7/5) sekitar jam 20.30 WIB di rumahnya di Jalan Sutomo Gang Kamboja,” kata Eko.

Eko melanjutkan, selain mengamankan kedua tersangka, pihaknya mengamankan barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Kawasaki KLX. “Kedua pelaku merupakan residivis yang baru bebas setelah mendapat asimilasi yang dibebaskan pada Tanggal 3 April dan 4 April lalu. Keduanya kembali beraksi dan harus kembali berurusan dengan hukum,” ungkapnya.

Pihak kepolisian masih melakukan pendalaman kasus tersebut, lantaran pelaku merupakan spesialis pencurian sepeda motor di Ketapang. Pihaknya juga masih mencari satu barang bukti lagi yaitu, sepeda motor Kawasaki KLX milik salah satu camat di Ketapang yang sampai saat ini belum ditemukan. “Selanjutnya pelaku akan dilakukan tahap II dan segera disidangkan,” pungkas Eko. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/