alexametrics
30 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Polisi dan TNI Bantu Salurkan Bantuan kepada Warga

NANGA TAYAP – Salah satu daerah yang terdampak banjir cukup parah adalah Kecamatan Nanga Tayap. Setidaknya ada lima desa di kecamatan tersebut yang hingga saat ini terendam banjir. Di titik terparah, ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Kepala Polsek (Kapolsek) Nanga Tayap, IPDA Adi Wahyu, mengatakan, di Kecamatan Nanga Tayap terdapat lima desa yang masih tergenang banjir. Kelima desa tersebut adalah Desa Mensubang, Desa Pangkalan Telok, Desa Tanjung Medan, Desa Simpang Tiga Sembelangaan, serta Desa Sungai Kelik.

“Kelima wilayah desa ini merupakan wilayah yang berdekatan dengan daerah aliran sungai. Di mana saat curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan aliran sungai, sehingga kelima desa ini langsung terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi,” kata Adi, kemarin (7/11).

Baca Juga :  DPRD Ketapang Gelar Rapat Dengar Pendapat

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, jajaran Polsek Nanga Tayap beserta Koramil Nanga Tayap serta BPBD Ketapang melakukan pendataan warga yang terdampak banjir. Bantuan yang mereka salurkan berupa kebutuhan makanan pun diserahkan kepada warga yang terdampak banjir.

Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa beras dan mi instan. Setidaknya sudah 300 paket sembako yang disalurkan mereka kepada 300 kepala keluarga. “Sudah kita salurkan bantuan paket sembako berupa beras, mie instan dan ikan sarden di setiap desa yang terdampak dengan total bantuan sekitar 300 paket sembako. Bantuan akan terus kita siapkan lagi untuk bantuan selanjutnya,” jelasnya.

Adi mengungkapkan, di kecamatan tersebut sebanyak 1.800 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Sementara beberapa bangunan sekolah, bangunan pemerintah, kantor desa, rumah peribadatan, serta fasilitas umum lainnya, menurut dia, juga tak luput dari genangan air. “Kita bersyukur banjir ini belum menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cabup Junaidi: Saya Blusukan untuk Mencari dan Mendengar Langsung Keluhan Masyarakat

Dia menambahkan, saat ini kondisi air di kelima desa tersebut mulai berangsur surut. Namun dikhawatirkan dia, apabila beberapa hari ke depan terjadi lagi curah hujan yang tinggi, sehingga dipastikan akan terjadi kenaikan debit air sungai. “Hingga saat ini, intensitas hujan di wilayah Nanga Tayap terpantau masih tinggi. Kami berharap kepada warga untuk selalui waspada terhadap kenaikan debit air,” pesannya. (afi)

NANGA TAYAP – Salah satu daerah yang terdampak banjir cukup parah adalah Kecamatan Nanga Tayap. Setidaknya ada lima desa di kecamatan tersebut yang hingga saat ini terendam banjir. Di titik terparah, ketinggian air mencapai 1,5 meter.

Kepala Polsek (Kapolsek) Nanga Tayap, IPDA Adi Wahyu, mengatakan, di Kecamatan Nanga Tayap terdapat lima desa yang masih tergenang banjir. Kelima desa tersebut adalah Desa Mensubang, Desa Pangkalan Telok, Desa Tanjung Medan, Desa Simpang Tiga Sembelangaan, serta Desa Sungai Kelik.

“Kelima wilayah desa ini merupakan wilayah yang berdekatan dengan daerah aliran sungai. Di mana saat curah hujan tinggi yang menyebabkan luapan aliran sungai, sehingga kelima desa ini langsung terdampak banjir dengan ketinggian bervariasi,” kata Adi, kemarin (7/11).

Baca Juga :  Tokoh Agama: Junaidi-Sahrani Banyak Membantu dan Mendengar Aspirasi Masyarakat

Mengantisipasi hal yang tidak diinginkan, jajaran Polsek Nanga Tayap beserta Koramil Nanga Tayap serta BPBD Ketapang melakukan pendataan warga yang terdampak banjir. Bantuan yang mereka salurkan berupa kebutuhan makanan pun diserahkan kepada warga yang terdampak banjir.

Dia menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa beras dan mi instan. Setidaknya sudah 300 paket sembako yang disalurkan mereka kepada 300 kepala keluarga. “Sudah kita salurkan bantuan paket sembako berupa beras, mie instan dan ikan sarden di setiap desa yang terdampak dengan total bantuan sekitar 300 paket sembako. Bantuan akan terus kita siapkan lagi untuk bantuan selanjutnya,” jelasnya.

Adi mengungkapkan, di kecamatan tersebut sebanyak 1.800 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Sementara beberapa bangunan sekolah, bangunan pemerintah, kantor desa, rumah peribadatan, serta fasilitas umum lainnya, menurut dia, juga tak luput dari genangan air. “Kita bersyukur banjir ini belum menimbulkan korban jiwa,” ungkapnya.

Baca Juga :  PT Kayung Agro Lestari-ANJ Group Bagikan Bingkisan Natal di Desa Laman Satong

Dia menambahkan, saat ini kondisi air di kelima desa tersebut mulai berangsur surut. Namun dikhawatirkan dia, apabila beberapa hari ke depan terjadi lagi curah hujan yang tinggi, sehingga dipastikan akan terjadi kenaikan debit air sungai. “Hingga saat ini, intensitas hujan di wilayah Nanga Tayap terpantau masih tinggi. Kami berharap kepada warga untuk selalui waspada terhadap kenaikan debit air,” pesannya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/