alexametrics
22.8 C
Pontianak
Saturday, August 13, 2022

Beri Penghormatan Terakhir sebelum Tutup Mata

Tiga Naga Sambangi Kediaman Henrikus

KETAPANG – Sebanyak tiga replika naga mendatangi kediaman mantan Bupati Ketapang, Henrikus, di Jalan KH. Mansyur pada Minggu (9/2) siang. Kedatangan naga-naga tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan orang nomor satu di Ketapang itu sebelum melaksanakan ritual pembakaran untuk mengembalikan naga ke kayangan.

Ritual pembakaran naga tersebut dilakukan menandai puncak perayaan Cap Goh Meh pada setian peringatan Tahun Baru Imlek. Replika naga dari berbagai yayasan di Ketapang melaksanakan ritual tutup mata dan naga-naga akan dibakar di TPU Payak Kumang bertujuan untuk mengembalikan roh naga yang berada di dalam replika kembali menuju kayangan.

Sebagai keturuan Tionghoa, Mantan Bupati Ketapang, Henrikus, juga merayakan Imlek. Dia memiliki garis keturuan Tionghoa dari almarhum ibunya. Maka tak heran, setiap kali perayaan Imlek, naga-naga selalu menyambangi kediamannya sebelum rituan tutup mata.

Baca Juga :  Wabup Zoom Meeting Bersama Presiden

Seperti biasa, kedatangan naga ini disambut langsung Henrikus bersama istrinya, Riniwati Henrikus dan keluarga besarnya. Menurut Henrikus, even arakkan naga merupakan kegiatan budaya tahunan yang digelar warga Tionghoa dari beberapa yayasan yang ada di Ketapang. “Kegiatan ini untuk melestarikan adat istiadat dan budaya Tionghoa serta menunjukkan keberagaman budaya yang ada di Ketapang. Ini sangat bagus sekali,” katanya.

Keberagaman budaya di Ketapang ini, lanjut Henrikus, merupakan aset-aset daerah untuk memajukan Kota Ketapang kearah yang lebih baik. Menurutnya, masyarakat Ketapang dengan latar belakang adat istiadat dan budaya yang beragam merupakan khasanah yang indah untuk menyatukan masyarakat yang harmonis.

Henrikus mengajak seluruh masyarakat Ketapang untuk terus memperat silahturahmi serta membangun persaudaraan di antara keberagaman budaya dan adat istiadat yang ada di Ketapang. “Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh sebagai momentum yang tepat untuk melakukan intropeksi diri. Saya setiap tahun merayakan Imlek, karena ibu saya Tionghoa,” ungkap Henrikus.

Baca Juga :  Gelar Bazar tanpa Sepengetahuan Pemkab Ketapang

Henrikus beserta keluarga besarnya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh kepada seluruh masyarakat yang merayakannya. “Semoga kita semua semakin baik lagi menjalani tahun- tahun yang akan datang,” ucap Henrikus. (ser)

Tiga Naga Sambangi Kediaman Henrikus

KETAPANG – Sebanyak tiga replika naga mendatangi kediaman mantan Bupati Ketapang, Henrikus, di Jalan KH. Mansyur pada Minggu (9/2) siang. Kedatangan naga-naga tersebut untuk memberikan penghormatan terakhir kepada mantan orang nomor satu di Ketapang itu sebelum melaksanakan ritual pembakaran untuk mengembalikan naga ke kayangan.

Ritual pembakaran naga tersebut dilakukan menandai puncak perayaan Cap Goh Meh pada setian peringatan Tahun Baru Imlek. Replika naga dari berbagai yayasan di Ketapang melaksanakan ritual tutup mata dan naga-naga akan dibakar di TPU Payak Kumang bertujuan untuk mengembalikan roh naga yang berada di dalam replika kembali menuju kayangan.

Sebagai keturuan Tionghoa, Mantan Bupati Ketapang, Henrikus, juga merayakan Imlek. Dia memiliki garis keturuan Tionghoa dari almarhum ibunya. Maka tak heran, setiap kali perayaan Imlek, naga-naga selalu menyambangi kediamannya sebelum rituan tutup mata.

Baca Juga :  Kemarau Berlangsung Lebih dari 3 Bulan

Seperti biasa, kedatangan naga ini disambut langsung Henrikus bersama istrinya, Riniwati Henrikus dan keluarga besarnya. Menurut Henrikus, even arakkan naga merupakan kegiatan budaya tahunan yang digelar warga Tionghoa dari beberapa yayasan yang ada di Ketapang. “Kegiatan ini untuk melestarikan adat istiadat dan budaya Tionghoa serta menunjukkan keberagaman budaya yang ada di Ketapang. Ini sangat bagus sekali,” katanya.

Keberagaman budaya di Ketapang ini, lanjut Henrikus, merupakan aset-aset daerah untuk memajukan Kota Ketapang kearah yang lebih baik. Menurutnya, masyarakat Ketapang dengan latar belakang adat istiadat dan budaya yang beragam merupakan khasanah yang indah untuk menyatukan masyarakat yang harmonis.

Henrikus mengajak seluruh masyarakat Ketapang untuk terus memperat silahturahmi serta membangun persaudaraan di antara keberagaman budaya dan adat istiadat yang ada di Ketapang. “Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh sebagai momentum yang tepat untuk melakukan intropeksi diri. Saya setiap tahun merayakan Imlek, karena ibu saya Tionghoa,” ungkap Henrikus.

Baca Juga :  Tujuh Fraksi Setujui APBD Perubahan 2021

Henrikus beserta keluarga besarnya mengucapkan Selamat Tahun Baru Imlek dan Cap Go Meh kepada seluruh masyarakat yang merayakannya. “Semoga kita semua semakin baik lagi menjalani tahun- tahun yang akan datang,” ucap Henrikus. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/