alexametrics
33 C
Pontianak
Monday, June 27, 2022

Bagikan Seribu Masker di Dua Pasar Tradisional

KETAPANG – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021, Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK) membagikan 1.000 lembar masker. Pembagian masker difokuskan di dua pasar tradisional yang terletak di Pusat Kota Ketapang yaitu, Pasar Ratu Melati dan Pasar Haji Sani.

Pembagian masker di pasar tradisional tersebut dipilih karena masih banyak pedagang maupun pembeli yang tidak menggunakan masker. Pembagian masker diharapkan bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 di pasar tradisional, mengingat pasar selalu menjadi pusat keramaian masyarakat.

Ketua AJK, Theo Bernadhi, mengatakan HPN tidak hanya sekedar sebuah perayaan serimonial, namun lebih kepada sebuah refleksi diri. “Salah satu aksi nyata kawan-kawan AJK, dengan membagikan 1.000 masker untuk para pedagang dan juga pembeli di dua pasar tradisional yakni di Pasar H Sani dan Pasar Melati,” katanya usai pembagian masker, kemarin (9/2).

Baca Juga :  Minyak Goreng Curah Capai Rp20 Ribu per Liter

Dia melanjutkan, refleksi diri di momen HPN ini tentu harus membuat insan pers, khususnya yang tergabung dalam AJK, untuk dapat memotivasi diri agar dapat terus meningkatkan kualitas diri. Terlebih di tengah pandemi ini pers merupakan ujung tombak penyampai informasi kepada masyarakat. “Berita yang disajikan kepada masyarakat harus lebih akurat, khususnya berita tentang pandemi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, pada perayaan HPN tahun ini, tema yang diangkat adalah keterlibatan pers dalam menyudahi pandemi serta memulihkan perekonomian akibat pandemi. Oleh karena itu, pers harus bisa menjadi ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat, salah satunya juga termasuk menangkal berita hoaks tentang Covid-19 dan vaksinasi.

Theo juga berharap di peringatan HPN ini menjadi refleksi bagi para pihak terkait, khususnya yang ada di Ketapang, baik pemerintah, pihak swasta maupun instansi vertikal yang memang seharusnya bersinergi terhadap pers dalam penyampaian informasi, untuk tidak alergi terhadap keberadaan para jurnalis.

Baca Juga :  Dua Kali jadi Polisi Perdamaian Dunia di Bawah PBB dan Uni Afrika

“Jangan ada lagi pejabat enggan menemui atau mengintimidasi wartawan. Harus bisa saling terbuka untuk sebuah informasi yang layak disampaikan ke publik. Tentunya melalui pembuatan produk jurnalistik sesuai kode etik.

Jika ada oknum wartawan tidak menjalankan kode etik dan merugikan pihak-pihak, maka silakan tempuh jalur yang ada baik ke dewan pers atau proses lainnya selama sesuai aturan,” pungkasnya. (afi)

KETAPANG – Memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2021, Aliansi Jurnalis Ketapang (AJK) membagikan 1.000 lembar masker. Pembagian masker difokuskan di dua pasar tradisional yang terletak di Pusat Kota Ketapang yaitu, Pasar Ratu Melati dan Pasar Haji Sani.

Pembagian masker di pasar tradisional tersebut dipilih karena masih banyak pedagang maupun pembeli yang tidak menggunakan masker. Pembagian masker diharapkan bisa meminimalisir penyebaran Covid-19 di pasar tradisional, mengingat pasar selalu menjadi pusat keramaian masyarakat.

Ketua AJK, Theo Bernadhi, mengatakan HPN tidak hanya sekedar sebuah perayaan serimonial, namun lebih kepada sebuah refleksi diri. “Salah satu aksi nyata kawan-kawan AJK, dengan membagikan 1.000 masker untuk para pedagang dan juga pembeli di dua pasar tradisional yakni di Pasar H Sani dan Pasar Melati,” katanya usai pembagian masker, kemarin (9/2).

Baca Juga :  Dua Kali jadi Polisi Perdamaian Dunia di Bawah PBB dan Uni Afrika

Dia melanjutkan, refleksi diri di momen HPN ini tentu harus membuat insan pers, khususnya yang tergabung dalam AJK, untuk dapat memotivasi diri agar dapat terus meningkatkan kualitas diri. Terlebih di tengah pandemi ini pers merupakan ujung tombak penyampai informasi kepada masyarakat. “Berita yang disajikan kepada masyarakat harus lebih akurat, khususnya berita tentang pandemi,” jelasnya.

Dia mengungkapkan, pada perayaan HPN tahun ini, tema yang diangkat adalah keterlibatan pers dalam menyudahi pandemi serta memulihkan perekonomian akibat pandemi. Oleh karena itu, pers harus bisa menjadi ujung tombak penyampaian informasi kepada masyarakat, salah satunya juga termasuk menangkal berita hoaks tentang Covid-19 dan vaksinasi.

Theo juga berharap di peringatan HPN ini menjadi refleksi bagi para pihak terkait, khususnya yang ada di Ketapang, baik pemerintah, pihak swasta maupun instansi vertikal yang memang seharusnya bersinergi terhadap pers dalam penyampaian informasi, untuk tidak alergi terhadap keberadaan para jurnalis.

Baca Juga :  Truk vs Sepmot, Dua Nyawa Melayang  

“Jangan ada lagi pejabat enggan menemui atau mengintimidasi wartawan. Harus bisa saling terbuka untuk sebuah informasi yang layak disampaikan ke publik. Tentunya melalui pembuatan produk jurnalistik sesuai kode etik.

Jika ada oknum wartawan tidak menjalankan kode etik dan merugikan pihak-pihak, maka silakan tempuh jalur yang ada baik ke dewan pers atau proses lainnya selama sesuai aturan,” pungkasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/