alexametrics
29 C
Pontianak
Saturday, July 2, 2022

Bupati: Jangan Buka Lahan dengan Membakar

KETAPANG – Bupati Ketapang, Martin Rantan, meminta kepada masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Membakar lahan untuk kepentingan apapun akan menyebabkan munculnya kabut asap dan merugikan masyarakat luas.

Martin mengatakan, saat saat seperti ini, masyarakat dan pihak perusahaan jangan sampai lalai, dalam upaya mencegah kebakaran pada lahan. “Saya meminta kepada masyarakat, kepada semua pelaku ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam, untuk bisa menjaga, jangan sampai ada keteledoran sehingga menciptakan kebakaran hutan dan lahan,” pinta Martin (9/3).

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap, terlebih Ketapang menjadi daerah yang rawan terjadi karhutla. Karhutla di Ketapang terjadi karena adanya aktivitas pembakaran lahan dengan cara membakar.

Dia menegaskan, kebakaran hutan dan lahan tak hanya berdampak buruk pada kesehatan, namun juga berpotensi merugikan perekonomian dan mengganggu transportasi. “Kabut asap ini tidak hanya menjadi bencana daerah, namun juga mampu menjadi problem nasional, bahkan internasional. Dapat berdampak buruk bagi kesehatan, transportasi udara dan ekonomi, terlebih lagi saat ini masa pandemi,” tegasnya.

Baca Juga :  Tangkal Karhutla, Warga Uji Pemadam Mini

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Ketapang secara resmi menetapkan Ketapang sebagai daearah dengan status siaga darurat asap. Penetapan status tersebut mengingat masih banyak terjadi karhutla di beberapa kecamatan sejak bulan Februari 2021.

Gubernur Kalbar juga meminta pada setiap kepala daerah yang daerahnya potensial terjadi karhutla agar ditetapkan sebagai daerah dengan status siaga asap. “Atas atensi Bapak Gubernur, kita merespon supaya Ketapang ini ditetapkan sebagai siaga kabut asap. Ini karena memang potensi kebakaran hutan dan lahan di Ketapang masih tinggi intensitasnya,” papar Martin.

Dia menuturkan, dengan ditetapkannya siaga kabut asap di Ketapang, maka dapat menjadi dasar Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan dalam hal penanganan kebakaran hutan dan lahan. “Penanganan kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap tidak dapat ditanggulangi oleh kabupaten secara mandiri, namun harus terintegrasi antara Pemprov dan Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Tinjau Jembatan Pawan I

Dengan ditetapkannya sebagai daerah dengan status siaga darurat asap, bisa menjadi dasar bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memberikan bantuan. Menurutnya, status siaga akan menjadikan daerah yang mendapat skala prioritas bantuan apabila terjadi bencana kabut asap akibat karhutla.

“Tetapi kalau kita misalnya tidak ada status siaga kabut asap, tiba-tiba kita minta bantuan, susah. Jadi, kita tetapkan dulu. Makanya Pemerintah Daerah Ketapang menetapkan siaga kabut asap dengan tujuan ini bisa segera direspon oleh Pemerintah Pusat,” tambahnya.

Untuk diketahui, selain Ketapang, Sanggau juga menjadi kabupaten yang menetapkan siaga darurat asap di Kalimantan Barat. Martin berharap, Kubu Raya juga bersedia untuk segera menetapkan siaga kabut asap, mengingat Kabupaten Kubu Raya juga menjadi daerah yang rawan kabut asap akibat karhutla, karena banyak memiliki daerah bergambut. “Mudah-mudahan, Bupati Kubu Raya juga segera menetapkan siaga kabut asap,” pungkasnya. (afi)

KETAPANG – Bupati Ketapang, Martin Rantan, meminta kepada masyarakat dan perusahaan untuk tidak membuka lahan dengan cara membakar. Membakar lahan untuk kepentingan apapun akan menyebabkan munculnya kabut asap dan merugikan masyarakat luas.

Martin mengatakan, saat saat seperti ini, masyarakat dan pihak perusahaan jangan sampai lalai, dalam upaya mencegah kebakaran pada lahan. “Saya meminta kepada masyarakat, kepada semua pelaku ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam, untuk bisa menjaga, jangan sampai ada keteledoran sehingga menciptakan kebakaran hutan dan lahan,” pinta Martin (9/3).

Dia mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah terjadinya kebakaran hutan dan lahan yang memicu kabut asap, terlebih Ketapang menjadi daerah yang rawan terjadi karhutla. Karhutla di Ketapang terjadi karena adanya aktivitas pembakaran lahan dengan cara membakar.

Dia menegaskan, kebakaran hutan dan lahan tak hanya berdampak buruk pada kesehatan, namun juga berpotensi merugikan perekonomian dan mengganggu transportasi. “Kabut asap ini tidak hanya menjadi bencana daerah, namun juga mampu menjadi problem nasional, bahkan internasional. Dapat berdampak buruk bagi kesehatan, transportasi udara dan ekonomi, terlebih lagi saat ini masa pandemi,” tegasnya.

Baca Juga :  Titik Panas Meningkat, Kebakaran Lahan Hantui Kalbar

Sebelumnya, Pemerintah Daerah Ketapang secara resmi menetapkan Ketapang sebagai daearah dengan status siaga darurat asap. Penetapan status tersebut mengingat masih banyak terjadi karhutla di beberapa kecamatan sejak bulan Februari 2021.

Gubernur Kalbar juga meminta pada setiap kepala daerah yang daerahnya potensial terjadi karhutla agar ditetapkan sebagai daerah dengan status siaga asap. “Atas atensi Bapak Gubernur, kita merespon supaya Ketapang ini ditetapkan sebagai siaga kabut asap. Ini karena memang potensi kebakaran hutan dan lahan di Ketapang masih tinggi intensitasnya,” papar Martin.

Dia menuturkan, dengan ditetapkannya siaga kabut asap di Ketapang, maka dapat menjadi dasar Pemerintah Provinsi Kalbar dan Pemerintah Pusat untuk memberikan bantuan dalam hal penanganan kebakaran hutan dan lahan. “Penanganan kebakaran hutan dan lahan yang menyebabkan kabut asap tidak dapat ditanggulangi oleh kabupaten secara mandiri, namun harus terintegrasi antara Pemprov dan Pemerintah Pusat,” ujarnya.

Baca Juga :  Bupati Tinjau Jembatan Pawan I

Dengan ditetapkannya sebagai daerah dengan status siaga darurat asap, bisa menjadi dasar bagi Badan Nasional Penanggulangan Bencana untuk memberikan bantuan. Menurutnya, status siaga akan menjadikan daerah yang mendapat skala prioritas bantuan apabila terjadi bencana kabut asap akibat karhutla.

“Tetapi kalau kita misalnya tidak ada status siaga kabut asap, tiba-tiba kita minta bantuan, susah. Jadi, kita tetapkan dulu. Makanya Pemerintah Daerah Ketapang menetapkan siaga kabut asap dengan tujuan ini bisa segera direspon oleh Pemerintah Pusat,” tambahnya.

Untuk diketahui, selain Ketapang, Sanggau juga menjadi kabupaten yang menetapkan siaga darurat asap di Kalimantan Barat. Martin berharap, Kubu Raya juga bersedia untuk segera menetapkan siaga kabut asap, mengingat Kabupaten Kubu Raya juga menjadi daerah yang rawan kabut asap akibat karhutla, karena banyak memiliki daerah bergambut. “Mudah-mudahan, Bupati Kubu Raya juga segera menetapkan siaga kabut asap,” pungkasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/