alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

Waktu Perpanjangan Tinggal 10 Hari

Proyek Jalan Pelang-Batu Tajam Belum Rampung

KETAPANG – Proyek peningkatan ruas jalan Pelang – Batu Tajam ternyata belum rampung. Sementara masa perpanjangan waktu pengerjaan tinggal 10 hari. Bahkan, progres pengerjaan pun belum sampai 90 persen. Padahal, perpanjangan waktu pengerjaan yang diberikan selama 50 hari.

Proyek peningkatan Pelang – Batu Tajam menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ketapang tahun 2019 sebanyak Rp56 miliar. Bupati Ketapang, Martin Rantan, juga me-launching pengerjaan jalan tersebut pada Juli 2019. Namun, hingga akhir Desember 2019, proyek tersebut belum selesai, bahkan baru mencapai 75 persen. Untuk menyelesaikan sisa pekerjaan, PT. Marga Mulya sebagai pihak pelaksana mengajukan perpanjangan waktu selama 50 hari. Akan tetapi, 10 hari menjelang masa perpanjangan waktu akan habis, pekerjaan belum juga rampung.

Berdasarkan pantauan Pontianak Post ke lokasi proyek beberapa waktu lalu, pengerjaan memang masih belum rampung. Sejumlah pekerja dan alat berat masih terlihat sibuk melakukan pengaspalan di beberapa titik. Bahkan, di sejumlah titik sudah terdapat aspal yang mengelupas. Aspal yang mengelupas tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak pelaksana untuk diperbaiki.

Baca Juga :  Penyu Sisik Dilepasliarkan

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Sukirno, mengatakan, hingga saat ini proyek pengerjaan jalan Pelang Batu – Tajam masih terus berlangsung. Berdasarkan laporan progres pengerjaan yang disampaikan oleh pihak PT. Marga Mulya, diakui dia, baru mencapai 85 persen. “Seminggu lalu progresnya 85 persen. Kalau sekarang saya belum mengetahui sudah berapa persen progres pekerjaannya,” kata Sukirno, kemarin (10/2).

Dia menjelaskan, berdasarkan perjanjian yang telah dibuat oleh pihak pelaksana, pihak pelaksana akan menyelesaikan proyek tersebut dalam masa perpanjangan waktu yang diminta selama 50 hari. Seharusnya, kata Sukirno, sisa 15 persen pekerjaan bisa diselesaiakan, terlebih waktu perpanjangan akan segera berakhir. Pada masa perpanjangan sendiri, danda dipastikan dia tetap berjalan terhitung sejak 30 Desember 2019 kemarin.

“Penambahan waktu 50 hari diperkirakan akan selesai dalam belasan hari ke depan, yaitu sekitar tanggal 20 Februari. Semoga saja pelaksana dapat menyelesaiakan pekerjaan 100 persen,” ungkap Sukirno.

Baca Juga :  Pemda Resmikan Pasar Rakyat Desa Istana

Jika pelaksana masih tidak mampu menyelesaikan pekerjaan di sisa waktu penambahan, mereka tetap mengacu pada aturan untuk mengambil langkah selanjutnya. “Saya lihat aturan dulu. Kalau membolehkan ditambah, maka akan ditambah jika pihak pelaksana masih sanggup untuk menyelesaikannya. Namun yang jelas tetap dikenai denda di masa penambahan waktu itu,” jelasnya.

Dia mengakui, terlambatnya penyelesaian proyek tersebut diakibatkan banyaknya kendala di lapangan. Di antaranya diakui dia kondisi alam seperti hujan dan padatnya lalu lintas di lokasi proyek. “Kendala di lapangan banyak, misalnya saat proses pengaspalan turun hujan sehingga harus menunggu sampai kering. Belum lagi lalu lintas disana luar biasa,” paparnya.

Sementara itu, Tenaga Operasional PT. Marga Mulya, Kiryono, ketika dikonfirmasi melalui Whats App pada Senin (10/2), belum memberikan jawaban terkait progres keseluruhan pekerjaan Jalan Pelang-Batu Tajam. (afi)

Proyek Jalan Pelang-Batu Tajam Belum Rampung

KETAPANG – Proyek peningkatan ruas jalan Pelang – Batu Tajam ternyata belum rampung. Sementara masa perpanjangan waktu pengerjaan tinggal 10 hari. Bahkan, progres pengerjaan pun belum sampai 90 persen. Padahal, perpanjangan waktu pengerjaan yang diberikan selama 50 hari.

Proyek peningkatan Pelang – Batu Tajam menelan dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Ketapang tahun 2019 sebanyak Rp56 miliar. Bupati Ketapang, Martin Rantan, juga me-launching pengerjaan jalan tersebut pada Juli 2019. Namun, hingga akhir Desember 2019, proyek tersebut belum selesai, bahkan baru mencapai 75 persen. Untuk menyelesaikan sisa pekerjaan, PT. Marga Mulya sebagai pihak pelaksana mengajukan perpanjangan waktu selama 50 hari. Akan tetapi, 10 hari menjelang masa perpanjangan waktu akan habis, pekerjaan belum juga rampung.

Berdasarkan pantauan Pontianak Post ke lokasi proyek beberapa waktu lalu, pengerjaan memang masih belum rampung. Sejumlah pekerja dan alat berat masih terlihat sibuk melakukan pengaspalan di beberapa titik. Bahkan, di sejumlah titik sudah terdapat aspal yang mengelupas. Aspal yang mengelupas tersebut masih menjadi tanggung jawab pihak pelaksana untuk diperbaiki.

Baca Juga :  DPRD Ketapang Gelar Rapat Dengar Pendapat

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang, Sukirno, mengatakan, hingga saat ini proyek pengerjaan jalan Pelang Batu – Tajam masih terus berlangsung. Berdasarkan laporan progres pengerjaan yang disampaikan oleh pihak PT. Marga Mulya, diakui dia, baru mencapai 85 persen. “Seminggu lalu progresnya 85 persen. Kalau sekarang saya belum mengetahui sudah berapa persen progres pekerjaannya,” kata Sukirno, kemarin (10/2).

Dia menjelaskan, berdasarkan perjanjian yang telah dibuat oleh pihak pelaksana, pihak pelaksana akan menyelesaikan proyek tersebut dalam masa perpanjangan waktu yang diminta selama 50 hari. Seharusnya, kata Sukirno, sisa 15 persen pekerjaan bisa diselesaiakan, terlebih waktu perpanjangan akan segera berakhir. Pada masa perpanjangan sendiri, danda dipastikan dia tetap berjalan terhitung sejak 30 Desember 2019 kemarin.

“Penambahan waktu 50 hari diperkirakan akan selesai dalam belasan hari ke depan, yaitu sekitar tanggal 20 Februari. Semoga saja pelaksana dapat menyelesaiakan pekerjaan 100 persen,” ungkap Sukirno.

Baca Juga :  Rumah Warga Rusak Diterjang Ombak

Jika pelaksana masih tidak mampu menyelesaikan pekerjaan di sisa waktu penambahan, mereka tetap mengacu pada aturan untuk mengambil langkah selanjutnya. “Saya lihat aturan dulu. Kalau membolehkan ditambah, maka akan ditambah jika pihak pelaksana masih sanggup untuk menyelesaikannya. Namun yang jelas tetap dikenai denda di masa penambahan waktu itu,” jelasnya.

Dia mengakui, terlambatnya penyelesaian proyek tersebut diakibatkan banyaknya kendala di lapangan. Di antaranya diakui dia kondisi alam seperti hujan dan padatnya lalu lintas di lokasi proyek. “Kendala di lapangan banyak, misalnya saat proses pengaspalan turun hujan sehingga harus menunggu sampai kering. Belum lagi lalu lintas disana luar biasa,” paparnya.

Sementara itu, Tenaga Operasional PT. Marga Mulya, Kiryono, ketika dikonfirmasi melalui Whats App pada Senin (10/2), belum memberikan jawaban terkait progres keseluruhan pekerjaan Jalan Pelang-Batu Tajam. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/