alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Angin Terkencang Selama 20 Tahun Terakhir

KETAPANG – Angin kencang yang menerjang pesisir pantai Ketapang pada Rabu (9/12) pagi merupakan angin terkencang selama 20 tahun terakhir. Angin yang merusak puluhan rumah warga tersebut memiliki kecepatan 37 knot atay 74 kilometer per jam. Masyarakat diminta untuk terus waspada terhadap datangnya angin kencang selama tiga hari kedepan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, Heru Sukoco, berdasarkan catatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, terjadi angin kencang di wilayah Ketapang pada Rabu (9/12) dini hari ini. Angin kencang tersebut tercatat memiliki kecepatan 37 knot. Angin tersebut menjadi angin terkencang untuk wilayah Ketapang dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

“Angin tersebut tercatat didominasi dari arah Barat Daya Laut dengan kecepatan maksimum tercatat 74 kilometer per jam. Angin tersebut juga disertai hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir,” katanya.

Baca Juga :  Bupati Pastikan Citimall Tetap Buka

Dia menjelaskan, sejak 2001-2019 kecepatan angin tertinggi yang pernah teramati dari Stasiun Meteorologi Kelas III Ketapang adalah 36 knot. Di tahun 2020 kecepatan angin tertinggi yang teramati oleh Stasiun Meteorologi Ketapang adalah 37 knot dari arah selatan yang terjadi pada 9 Desember 2020 pukul 04.20 WIB.

Dia mengungkapkan, angin kencang tersebut disebabkan adanya tekanan rendah di selatan menyebabkan angin dari utara bergerak ke arah selatan menuju tekanan rendah tersebut. Pola Eddy di utara dan belokan angin di sekitar wilayah Ketapang meningkatkan potensi pertumbuhan awan komulonimbus di Ketapang. “Angin kencang disebabkan oleh adanya pertumbuhan awan komulonimbus di wilayah Ketapang,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat Ketapang dan sekitarnya, duntuk selalu waspada terhadap fenomena-fenomena cuaca menuju puncak musim hujan ini, khususnya potensi cuaca hujan disertai petir dan angin kencang dalam tiga hari ke depan. Menurutnya, cuaca ekstrim bisa saja terjadi kapan dan di mana saja.

Baca Juga :  Sidak, Komisi II Nilai RSUD Agoesdjam Kotor

Selain hujan dan angin kencang, masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati saat hendak melakukan pelayaran di laut. Gelombang tinggi diperkirakan terjadi di sejumlah perairan, di antranya perairan Kepulauan Karimata dan perairan Kendawangan. Gelombang di perairan tersebut diperkirakan mencapai 1,22 hingga 2,5 meter.

“Harap diperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbaunya. (afi)

KETAPANG – Angin kencang yang menerjang pesisir pantai Ketapang pada Rabu (9/12) pagi merupakan angin terkencang selama 20 tahun terakhir. Angin yang merusak puluhan rumah warga tersebut memiliki kecepatan 37 knot atay 74 kilometer per jam. Masyarakat diminta untuk terus waspada terhadap datangnya angin kencang selama tiga hari kedepan.

Kepala Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, Heru Sukoco, berdasarkan catatan dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Rahadi Oesman Ketapang, terjadi angin kencang di wilayah Ketapang pada Rabu (9/12) dini hari ini. Angin kencang tersebut tercatat memiliki kecepatan 37 knot. Angin tersebut menjadi angin terkencang untuk wilayah Ketapang dalam kurun waktu 20 tahun terakhir.

“Angin tersebut tercatat didominasi dari arah Barat Daya Laut dengan kecepatan maksimum tercatat 74 kilometer per jam. Angin tersebut juga disertai hujan dengan intensitas ringan hingga lebat yang disertai petir,” katanya.

Baca Juga :  Enam Remaja Tertimpa Bangunan Walet di Kendawangan, Dua Meninggal Dunia

Dia menjelaskan, sejak 2001-2019 kecepatan angin tertinggi yang pernah teramati dari Stasiun Meteorologi Kelas III Ketapang adalah 36 knot. Di tahun 2020 kecepatan angin tertinggi yang teramati oleh Stasiun Meteorologi Ketapang adalah 37 knot dari arah selatan yang terjadi pada 9 Desember 2020 pukul 04.20 WIB.

Dia mengungkapkan, angin kencang tersebut disebabkan adanya tekanan rendah di selatan menyebabkan angin dari utara bergerak ke arah selatan menuju tekanan rendah tersebut. Pola Eddy di utara dan belokan angin di sekitar wilayah Ketapang meningkatkan potensi pertumbuhan awan komulonimbus di Ketapang. “Angin kencang disebabkan oleh adanya pertumbuhan awan komulonimbus di wilayah Ketapang,” jelasnya.

Dia mengimbau kepada masyarakat Ketapang dan sekitarnya, duntuk selalu waspada terhadap fenomena-fenomena cuaca menuju puncak musim hujan ini, khususnya potensi cuaca hujan disertai petir dan angin kencang dalam tiga hari ke depan. Menurutnya, cuaca ekstrim bisa saja terjadi kapan dan di mana saja.

Baca Juga :  Hujan Ekstrem dan Angin Kencang, Pohon, Baliho Tumbang, Jalan Macet Parah

Selain hujan dan angin kencang, masyarakat juga diimbau untuk selalu berhati-hati saat hendak melakukan pelayaran di laut. Gelombang tinggi diperkirakan terjadi di sejumlah perairan, di antranya perairan Kepulauan Karimata dan perairan Kendawangan. Gelombang di perairan tersebut diperkirakan mencapai 1,22 hingga 2,5 meter.

“Harap diperhatikan resiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” imbaunya. (afi)

Most Read

Pontianak Post Raih Media Teraktif

Edukasi Pencegahan Karhutla pada Anak

32 WNI Dideportasi dari Malaysia

Artikel Terbaru

/