alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, June 25, 2022

Negatif Virus Corona

PIHAK Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Agoesdjam Ketapang memastikan, pasien yang sempat diisolasi karena menderita deman dan pilek setelah berkunjung ke Jepang, negatif virus Corona. Kepastian tersebut didapat setelah serangkaian pemeriksaan dan tes yang dilakukan oleh sejumlah dokter pada Senin (10/2).

Sebelumnya, seorang perempuan berusia 25 tahun diisolasi salah satu ruang RSUD dr Agoesdjam Ketapang pada Senin (10/2) siang. Perempuan tersebut mendatangi rumah sakit karena menderita demam dan pilek usai berkunjung ke Jepang, beberapa hari lalu. “Katanya di Jepang bermain salju, mungkin kedinginan sampai demam dan pilek,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Feria Kowira, kemarin (11/2) pagi.

Pasien tersebut saat ini telah diperbolehkan mereka pulang dan dipastikan tidak terkena Pneumonia. Namun demikian, pihaknya masih akan melakukan pemantauan selama 14 hari ke depan. “Pasien ini mengalami batuk, pilek, dan sedikit demam ketika pulang ke Indonesia, kemudian dari airport diberi kartu healt alert card yang digunakan untuk memeriksakan kondisi ketika sampai di rumah sakit setempat,” jelasnya.

Baca Juga :  Tokoh Masyarakat: Masyarakat Butuh Pemimpin Seperti Junaidi-Sahrani

Faria mengungkapkan, penanganan khusus terhadap pasien tersebut, termasuk isolasi selama lima jam, karena kondisi saat ini sedang heboh virus corona. Oleh karena itu, pihaknya harus waspada dan melakukan penanganan terhadap pasien sesuai protap dan SOP yang telah ditentukan oleh pemerintah. “Sempat diisolasi selama kurang lebih 4 – 5 jam sambil dilakukan pemeriksaan penunjang terhadap pasien, bahkan kita langsung berkoordinasi dengan Dinkes Ketapang dan Provinsi Kalbar,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap kondisi fisik pasien, pasien tersebut dinyatakan negatif dari Pneumonia. “Kita imbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benar atau hoaks terkait persoalan ini, karena sampai sejauh ini tidak ada pasien suspect corona di Ketapang, dan kami siap melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada,” tegasnya.

Baca Juga :  194 Ha Lahan Pelang Hangus

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Rustami, mengaku memang ada warga Ketapang yang memeriksakan kesehatan, lantaran baru pulang dari Jepang dan mengalami pilek sebelumnya. Karena baru datang dari luar negeri yang masuk dalam daftar negara tertular, makanya orang tersebut ditangani mereka secara khusus untuk kasus Corona. Termasuk observasi dan isolasi di ruangan yang telah disiapkan rumah sakit pun dilakukan mereka untuk penanganan kasus virus Corona.

Rustami mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada gejala-gejala yang berlebihan, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik atau memercayai jika ada informasi di media sosial yang tidak benar mengenai persoalan ini. “Masyarakat tak perlu panik. Lakukan antisipasi pada diri sendiri dengan rajin cuci tangan gunakan sabun dan konsumsi air yang cukup. Serta senantiasa menjalani pola hidup bersih dan sehat,” pesannya. (afi)

PIHAK Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Agoesdjam Ketapang memastikan, pasien yang sempat diisolasi karena menderita deman dan pilek setelah berkunjung ke Jepang, negatif virus Corona. Kepastian tersebut didapat setelah serangkaian pemeriksaan dan tes yang dilakukan oleh sejumlah dokter pada Senin (10/2).

Sebelumnya, seorang perempuan berusia 25 tahun diisolasi salah satu ruang RSUD dr Agoesdjam Ketapang pada Senin (10/2) siang. Perempuan tersebut mendatangi rumah sakit karena menderita demam dan pilek usai berkunjung ke Jepang, beberapa hari lalu. “Katanya di Jepang bermain salju, mungkin kedinginan sampai demam dan pilek,” kata Kepala Bidang Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUD dr. Agoesdjam Ketapang, Feria Kowira, kemarin (11/2) pagi.

Pasien tersebut saat ini telah diperbolehkan mereka pulang dan dipastikan tidak terkena Pneumonia. Namun demikian, pihaknya masih akan melakukan pemantauan selama 14 hari ke depan. “Pasien ini mengalami batuk, pilek, dan sedikit demam ketika pulang ke Indonesia, kemudian dari airport diberi kartu healt alert card yang digunakan untuk memeriksakan kondisi ketika sampai di rumah sakit setempat,” jelasnya.

Baca Juga :  Cawabup Sahrani: Perekonomian Masyarakat Ketapang Harus Berkembang

Faria mengungkapkan, penanganan khusus terhadap pasien tersebut, termasuk isolasi selama lima jam, karena kondisi saat ini sedang heboh virus corona. Oleh karena itu, pihaknya harus waspada dan melakukan penanganan terhadap pasien sesuai protap dan SOP yang telah ditentukan oleh pemerintah. “Sempat diisolasi selama kurang lebih 4 – 5 jam sambil dilakukan pemeriksaan penunjang terhadap pasien, bahkan kita langsung berkoordinasi dengan Dinkes Ketapang dan Provinsi Kalbar,” ungkapnya.

Dia menambahkan, dari hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap kondisi fisik pasien, pasien tersebut dinyatakan negatif dari Pneumonia. “Kita imbau masyarakat untuk tidak menyebarluaskan informasi yang tidak benar atau hoaks terkait persoalan ini, karena sampai sejauh ini tidak ada pasien suspect corona di Ketapang, dan kami siap melakukan penanganan sesuai prosedur yang ada,” tegasnya.

Baca Juga :  Denda Rp5 Juta bagi Pembuang Sampah Sembarangan

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Rustami, mengaku memang ada warga Ketapang yang memeriksakan kesehatan, lantaran baru pulang dari Jepang dan mengalami pilek sebelumnya. Karena baru datang dari luar negeri yang masuk dalam daftar negara tertular, makanya orang tersebut ditangani mereka secara khusus untuk kasus Corona. Termasuk observasi dan isolasi di ruangan yang telah disiapkan rumah sakit pun dilakukan mereka untuk penanganan kasus virus Corona.

Rustami mengungkapkan, hingga saat ini tidak ada gejala-gejala yang berlebihan, sehingga masyarakat diminta untuk tidak panik atau memercayai jika ada informasi di media sosial yang tidak benar mengenai persoalan ini. “Masyarakat tak perlu panik. Lakukan antisipasi pada diri sendiri dengan rajin cuci tangan gunakan sabun dan konsumsi air yang cukup. Serta senantiasa menjalani pola hidup bersih dan sehat,” pesannya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/