alexametrics
31.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Keluarga Besar HMI Doa Bersama untuk Korban SJ182

KETAPANG – Keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Indonesia melakukan doa bersama untuk peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Doa bersama juga dilakukan HMI Ketapang. Pasalnya, mantan Ketua Pengurus Besar (PB) HMI periode 2016 – 2018, Mulyadi P. Tamsir, ikut menjadi korban dalam musibah itu.

Mulyadi P. Tamsir masuk daftar penumpang Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta – Pontianak yang jatuh di Kepualaun Seribu. Tak hanya sendiri, pemuda asal Kabupaten Sintang itu menuju Pontianak bersama sang istri, Makrufatul Yeti Sriningsih. Sebagai bentuk belasungkawa atas kepergian sosok Mulyadi dan korban SJ-182 lainnya, seluruh HMI se-Indonesia melakukan doa bersama. Termasuk keluarga besar MD Korps Alumni HMI dan HMI Cabang Ketapang.

Di Ketapang, doa bersama dilaksanakan di kediaman Koordinator Presidium KAHMI, Riduan di Kelurahan Sujaharja Kecamatan Delta Pawan pasa Senin (11/1) malam. “Kita kelurga besar HMI Ketapang turut berbelasungkawa atas kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air. Terlebih di dalamnya ada nama mantan Ketua PB HMI, Mulyadi. Semoga keluarga yang ditinggal tetap diberi ketabahan,” kata Riduan.

Baca Juga :  Gelar Seminar dan Pelatihan Menulis Karya Tulis Ilmiah, IKIP PGRI Pontianak Berkolaborasi dengan Dinas Kabupaten Ketapang

Riduan menjelaskan, semula dirinya tidak menyangka bahwa Mulyadi beserta istri ikut menumpangi Sriwijaya SJ-182. Dia baru mengetahui setelah manifest Sriwijaya SJ-182 beredar di grup-grup WA dan media sosial. “Ketika kita konfirmasi ke alumni-alumni HMI di Kalbar, ternyata Mulyadi yang dimaksud adalah benar Mulyadi mantan Ketua PB HMI asal Kabupaten Sintang. Karenanya kita KAHMI Ketapang langsung melalukam doa bersama,” jelasnya.

Dia turut mengenang sosok Mulyadi ketika sering berkunjung ke Ketapang dalam rangka agenda HMI Cabang Ketapang. Bahkan, dia mengaku, Mulyadi pernah menginap di kediamannya dan ketinggalan sebentuk cincin kecubung. “Dulu dia pernah menginap di rumah. Saat itu cincin yang sering dia pakai tertinggal di rumah. Ketika saya telpon memberitahu cincinnya tinggal, dia menjawab simpan saja untuk kenang-kenangan. Cincin itu masih ada sampai sekarang dan saya pakai,” kenangnya.

Baca Juga :  Aksi Kolaborasi HMI Gelar Vaksin Kedua Untuk Kader dan Masyarakat

Di mata Riduan, Mulyadi adalah sosok kader HMI yang secara struktur tuntas dan paripurna. Dia merupakan salah satu kader HMI Kalbar terbaik yang berhasil meraih karier puncak di HMI sebagai Ketua Umum PB HMI periode 2016-2018. “Bagi KAHMI Ketapang, Mulyadi merupakan kebanggan. Tentu dengan kepergiannya kami semua merasa sangat kehilangan. Saat ini hanya doa yang bisa kami sampaikan atas kepergian sosok pemuda santun itu,” ucapnya. (afi)

KETAPANG – Keluarga besar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) se-Indonesia melakukan doa bersama untuk peristiwa jatuhnya pesawat Sriwijaya Air SJ-182. Doa bersama juga dilakukan HMI Ketapang. Pasalnya, mantan Ketua Pengurus Besar (PB) HMI periode 2016 – 2018, Mulyadi P. Tamsir, ikut menjadi korban dalam musibah itu.

Mulyadi P. Tamsir masuk daftar penumpang Sriwijaya SJ-182 rute Jakarta – Pontianak yang jatuh di Kepualaun Seribu. Tak hanya sendiri, pemuda asal Kabupaten Sintang itu menuju Pontianak bersama sang istri, Makrufatul Yeti Sriningsih. Sebagai bentuk belasungkawa atas kepergian sosok Mulyadi dan korban SJ-182 lainnya, seluruh HMI se-Indonesia melakukan doa bersama. Termasuk keluarga besar MD Korps Alumni HMI dan HMI Cabang Ketapang.

Di Ketapang, doa bersama dilaksanakan di kediaman Koordinator Presidium KAHMI, Riduan di Kelurahan Sujaharja Kecamatan Delta Pawan pasa Senin (11/1) malam. “Kita kelurga besar HMI Ketapang turut berbelasungkawa atas kecelakaan Pesawat Sriwijaya Air. Terlebih di dalamnya ada nama mantan Ketua PB HMI, Mulyadi. Semoga keluarga yang ditinggal tetap diberi ketabahan,” kata Riduan.

Baca Juga :  Cabup Junaidi: Saya Mau Berjuang untuk Kepentingan Masyarakat

Riduan menjelaskan, semula dirinya tidak menyangka bahwa Mulyadi beserta istri ikut menumpangi Sriwijaya SJ-182. Dia baru mengetahui setelah manifest Sriwijaya SJ-182 beredar di grup-grup WA dan media sosial. “Ketika kita konfirmasi ke alumni-alumni HMI di Kalbar, ternyata Mulyadi yang dimaksud adalah benar Mulyadi mantan Ketua PB HMI asal Kabupaten Sintang. Karenanya kita KAHMI Ketapang langsung melalukam doa bersama,” jelasnya.

Dia turut mengenang sosok Mulyadi ketika sering berkunjung ke Ketapang dalam rangka agenda HMI Cabang Ketapang. Bahkan, dia mengaku, Mulyadi pernah menginap di kediamannya dan ketinggalan sebentuk cincin kecubung. “Dulu dia pernah menginap di rumah. Saat itu cincin yang sering dia pakai tertinggal di rumah. Ketika saya telpon memberitahu cincinnya tinggal, dia menjawab simpan saja untuk kenang-kenangan. Cincin itu masih ada sampai sekarang dan saya pakai,” kenangnya.

Baca Juga :  Hari ini Rapid Test di Pasar Haji Sani

Di mata Riduan, Mulyadi adalah sosok kader HMI yang secara struktur tuntas dan paripurna. Dia merupakan salah satu kader HMI Kalbar terbaik yang berhasil meraih karier puncak di HMI sebagai Ketua Umum PB HMI periode 2016-2018. “Bagi KAHMI Ketapang, Mulyadi merupakan kebanggan. Tentu dengan kepergiannya kami semua merasa sangat kehilangan. Saat ini hanya doa yang bisa kami sampaikan atas kepergian sosok pemuda santun itu,” ucapnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/