alexametrics
26 C
Pontianak
Thursday, June 30, 2022

Ratusan Gram Narkoba Dimusnahkan

KETAPANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang memusnahkan sejumlah barang bukti hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap periode Agustus 2020 hingga Maret 2021. Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Kejari Ketapang, Senin (12/4) dan disaksikan oleh pihak Polres Ketapang, Pengadilan Negeri Ketapang, dan Bea Cukai.

Sebelum pemusnahan, barang bukti tersebut, khususnya narkoba, dites keasliannya oleh Bea Cukai Ketapang. Hal itu dilakukan untuk memastikan jika yang dimusnahkan itu adalah barang yang asli.

Kepala Kejari, Alamsyah, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemusanahan sejumlah barang bukti dari 135 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap periode Agustus 2020 hingga Maret 2021. “Semua telah inkracht. Barang bukti kita musnahkan dengan beberapa cara. Ada yang diblender, dibakar, dipotong hingga digilas menggunakan alat berat,” katanya.

Dia menjelaskan, dari 135 perkara 36 perkara di antaranya adalah narkoba, sembilan perkara pencurian dengan pemberatan, tujuh pucuk senjata api dan tajam, perkebunan 18 perkara, pertambangan 11 perkara, penganiayaan lima perkara, perjudian lima perkara, pengrusakan tiga perkara, perlindungan konsumen satu perkara, perlindungan anak 17 perkara, minuman keras 20 perkara, dan pembunuhan tiga perkara.

Baca Juga :  Lima Naga Sambangi Kantor Bupati 

“Pemusnahan barang bukti didominasi perkara narkotika. Bahkan, ada yang barang bukti mencapai 50 gram lebih. Ini menjadi komitmen kami di Kejaksaan dalam hal membantu pemberantasan peredaran narkotika di Ketapang, khususnya dalam hal penuntutan,” tegasnya.

Alamsyah menambahkan, pihaknya tidak segan memberikan tuntutan yang berat terhadap para pelaku penyalahgunaan narkotika, khususnya terhadap para bandar atau pengedar. “Tuntutan tinggi harus diberikan kepada pengedar atau bandar selama fakta persidangan terbukti,” tambahnya.

Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Ketapang, Lasido Panjaitan, mengatakan, sebagai bentuk transparansi pihaknya meminta bantuan Bea Cukai untuk melakukan pengetesan terhadap keaslian barang bukti, khususnya narkotika. “Pengetesan barang bukti sebelum dimusnahkan sebagai bentuk transparansi kami bahwa barang bukti yang dimusnahkan benar keasliannya,” katanya.

Baca Juga :  Musnahkan Dua Paket Sabu, Polres Sekadau Ajak Masyarakat Berantas Narkoba

Lasido mengaku, dalam pemusnahan barang bukti masih didominasi perkara narkotika sebanyak 36 perkara dengan total barang bukti narkotika jenis sabu seberat 140,14 gram brutto serta ekstasi 73 butir. “Kedepan kami akan kembali melakukan pemusnahan barang bukti atas perkara yang telah berkekuatan hukum tetap,” tuturnya.

Sementara itu, Hakim Pengadilan Negeri Ketapang, Aldilla Ananta, mengatakan pihaknya komitmen dalam mendukung program pemerintah terkait pemberantasan narkotika. “PN Ketapang serius dalam penanganan kasus-kasus narkotika. Tentunya dengan melihat fakta-fakta persidangan dan barang barang bukti untuk kemudian diputuskan oleh majelis hakim,” katanya.

Ananta mengaku, sejauh ini kasus narkotika menjadi kasus yang terbanyak di PN Ketapang, sehingga pihaknya komitmen dalam hal pemberian putusan sesuai fakta yang terungkap di persidangan. “Perkara narkotika di PN Ketapang paling banyak ada sekitar 75 persen dari total perkara yang ada,” pungkasnya. (afi)

KETAPANG – Kejaksaan Negeri (Kejari) Ketapang memusnahkan sejumlah barang bukti hasil tindak pidana yang telah berkekuatan hukum tetap periode Agustus 2020 hingga Maret 2021. Pemusnahan dilakukan di halaman Kantor Kejari Ketapang, Senin (12/4) dan disaksikan oleh pihak Polres Ketapang, Pengadilan Negeri Ketapang, dan Bea Cukai.

Sebelum pemusnahan, barang bukti tersebut, khususnya narkoba, dites keasliannya oleh Bea Cukai Ketapang. Hal itu dilakukan untuk memastikan jika yang dimusnahkan itu adalah barang yang asli.

Kepala Kejari, Alamsyah, mengatakan, pihaknya telah melakukan pemusanahan sejumlah barang bukti dari 135 perkara yang telah berkekuatan hukum tetap periode Agustus 2020 hingga Maret 2021. “Semua telah inkracht. Barang bukti kita musnahkan dengan beberapa cara. Ada yang diblender, dibakar, dipotong hingga digilas menggunakan alat berat,” katanya.

Dia menjelaskan, dari 135 perkara 36 perkara di antaranya adalah narkoba, sembilan perkara pencurian dengan pemberatan, tujuh pucuk senjata api dan tajam, perkebunan 18 perkara, pertambangan 11 perkara, penganiayaan lima perkara, perjudian lima perkara, pengrusakan tiga perkara, perlindungan konsumen satu perkara, perlindungan anak 17 perkara, minuman keras 20 perkara, dan pembunuhan tiga perkara.

Baca Juga :  Lima Naga Sambangi Kantor Bupati 

“Pemusnahan barang bukti didominasi perkara narkotika. Bahkan, ada yang barang bukti mencapai 50 gram lebih. Ini menjadi komitmen kami di Kejaksaan dalam hal membantu pemberantasan peredaran narkotika di Ketapang, khususnya dalam hal penuntutan,” tegasnya.

Alamsyah menambahkan, pihaknya tidak segan memberikan tuntutan yang berat terhadap para pelaku penyalahgunaan narkotika, khususnya terhadap para bandar atau pengedar. “Tuntutan tinggi harus diberikan kepada pengedar atau bandar selama fakta persidangan terbukti,” tambahnya.

Kepala Seksi Barang Bukti dan Barang Rampasan Kejari Ketapang, Lasido Panjaitan, mengatakan, sebagai bentuk transparansi pihaknya meminta bantuan Bea Cukai untuk melakukan pengetesan terhadap keaslian barang bukti, khususnya narkotika. “Pengetesan barang bukti sebelum dimusnahkan sebagai bentuk transparansi kami bahwa barang bukti yang dimusnahkan benar keasliannya,” katanya.

Baca Juga :  CMI Bantu Buka Lahan untuk Pemakaman

Lasido mengaku, dalam pemusnahan barang bukti masih didominasi perkara narkotika sebanyak 36 perkara dengan total barang bukti narkotika jenis sabu seberat 140,14 gram brutto serta ekstasi 73 butir. “Kedepan kami akan kembali melakukan pemusnahan barang bukti atas perkara yang telah berkekuatan hukum tetap,” tuturnya.

Sementara itu, Hakim Pengadilan Negeri Ketapang, Aldilla Ananta, mengatakan pihaknya komitmen dalam mendukung program pemerintah terkait pemberantasan narkotika. “PN Ketapang serius dalam penanganan kasus-kasus narkotika. Tentunya dengan melihat fakta-fakta persidangan dan barang barang bukti untuk kemudian diputuskan oleh majelis hakim,” katanya.

Ananta mengaku, sejauh ini kasus narkotika menjadi kasus yang terbanyak di PN Ketapang, sehingga pihaknya komitmen dalam hal pemberian putusan sesuai fakta yang terungkap di persidangan. “Perkara narkotika di PN Ketapang paling banyak ada sekitar 75 persen dari total perkara yang ada,” pungkasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/