alexametrics
23 C
Pontianak
Wednesday, June 29, 2022

Gudang Penyimpanan Ikan Terbakar

KENDAWANGAN – Si jago merah kembali mengamuk di Kendawangan pada Selasa (12/5). Kebakaran kali menghanguskan gudang penyimpanan ikan dan bahan bakar minyak (BBM) serta gas elpiji yang terletak di tepi sungai Kendawangan, tepatnya di Dusun Tanjung Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan.

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 00.30 WIB. Sumber pertama api berasal dari gudang milik Munawi (43) yang berisi ikan, BBM, dan gas elpiji. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun, diduga kuat api berasal dari konsleting listrik.

Pemilik gudang yang terbakar, Munawi, mengatakan, saat kebakaran di dalam gudang sedang tidak ada orang. Gudang tersebut digunakan dia untuk menampung ikan hasil tangkapan nelayan sebelum dijual ke pasar. “Penyebab pastinya belum diketahui. Kemungkinan karena konsleting listrik,” katanya, kemarin (12/5) di Kendawangan.

Baca Juga :  MoU PK 2021 Data Dapat Digunakan di Kabupaten Kota

Dia menjelaskan, gedung yang berukuran 4×20 meter ini berisi puluhan lemari pendingin yang digunakan untuk menampung ikan. “Di dalam gudang tersebut terdapat 63 buah kulkas freezer dan 8 buah box freezer besar yang masih dalam keadaan menyala untuk pembuatan es batu. Jadi kemungkinan api berasal dari konsleting listrik,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bagaimana api dengan cepat membesar. Selain berisi puluhan kulkas, di dalam gudang itu, dijelaskan dia, juga terdapat minyak solar sebanyak 3 drum untuk kebutuhan nelayan. Selain itu, dia menambahkan, terdapat lebih dari 300 tabung gas elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong, namun ada beberapa buah gas yang masih berisi, termasuk tabung gas 5,5 kilogram. Jumlah tersebut, menurutnya, belum termasuk box fiber sebanyak 25 buah dan satu unit sepeda motor.

Baca Juga :  21 Positif Covid-19 di Ketapang, Belum Satupun Sembuh

Akibat kebakaran tersebut, dia harus merugi hingga ratusan juta rupiah, karena barang-barang yang berada di dalam gudang tidak bisa diselamatkan. “Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 dini hari, itu berkat bantuan 2 unit mobil pemadam kebakaran dari Manggala Agni Daops Ketapang yang ada di Kendawangan dan mobil pemadam kebakaran milik PT. WHW. Api bisa dipadamkan sebelum merembet ke bangunan utama milik pribadi dan rumah warga sekitar,” pungkasnya. (afi)

KENDAWANGAN – Si jago merah kembali mengamuk di Kendawangan pada Selasa (12/5). Kebakaran kali menghanguskan gudang penyimpanan ikan dan bahan bakar minyak (BBM) serta gas elpiji yang terletak di tepi sungai Kendawangan, tepatnya di Dusun Tanjung Desa Mekar Utama Kecamatan Kendawangan.

Api pertama kali terlihat sekitar pukul 00.30 WIB. Sumber pertama api berasal dari gudang milik Munawi (43) yang berisi ikan, BBM, dan gas elpiji. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun, diduga kuat api berasal dari konsleting listrik.

Pemilik gudang yang terbakar, Munawi, mengatakan, saat kebakaran di dalam gudang sedang tidak ada orang. Gudang tersebut digunakan dia untuk menampung ikan hasil tangkapan nelayan sebelum dijual ke pasar. “Penyebab pastinya belum diketahui. Kemungkinan karena konsleting listrik,” katanya, kemarin (12/5) di Kendawangan.

Baca Juga :  Semua Pengurus Harus Berkontribusi

Dia menjelaskan, gedung yang berukuran 4×20 meter ini berisi puluhan lemari pendingin yang digunakan untuk menampung ikan. “Di dalam gudang tersebut terdapat 63 buah kulkas freezer dan 8 buah box freezer besar yang masih dalam keadaan menyala untuk pembuatan es batu. Jadi kemungkinan api berasal dari konsleting listrik,” jelasnya.

Dia mengungkapkan bagaimana api dengan cepat membesar. Selain berisi puluhan kulkas, di dalam gudang itu, dijelaskan dia, juga terdapat minyak solar sebanyak 3 drum untuk kebutuhan nelayan. Selain itu, dia menambahkan, terdapat lebih dari 300 tabung gas elpiji 3 kilogram dalam keadaan kosong, namun ada beberapa buah gas yang masih berisi, termasuk tabung gas 5,5 kilogram. Jumlah tersebut, menurutnya, belum termasuk box fiber sebanyak 25 buah dan satu unit sepeda motor.

Baca Juga :  Seorang Pekerja Asing Dirujuk ke Pontianak

Akibat kebakaran tersebut, dia harus merugi hingga ratusan juta rupiah, karena barang-barang yang berada di dalam gudang tidak bisa diselamatkan. “Api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 03.00 dini hari, itu berkat bantuan 2 unit mobil pemadam kebakaran dari Manggala Agni Daops Ketapang yang ada di Kendawangan dan mobil pemadam kebakaran milik PT. WHW. Api bisa dipadamkan sebelum merembet ke bangunan utama milik pribadi dan rumah warga sekitar,” pungkasnya. (afi)

Most Read

Kasus Demam Berdarah Renggut Enam Nyawa

Setujui Usulan Pembentukan Lima Desa

Manusia itu Umat yang Satu

Artikel Terbaru

/