alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, May 16, 2022

Penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Dikurangi

KETAPANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang diterapkan oleh sejumlah daerah di Indonesia, berimbas pada aktivitas penerbangan di Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang. Penerbangan di bandara tersebut berkurang hingga 50 persen dari hari biasanya.

Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Amran, mengatakan selama dimulainya kebijakan PPKM mikro oleh sejumlah daerah, aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang berkurang. Hal ini disebabkan penurunan jumlah penumpang, baik dari dan menuju Ketapang. Penurunan jumlah penumpang mencapai 50 persen.

“Ada penurunan jumlah penumpang jika dibandingkan dengan sebelum diberlakukan PPKM Mikro. Hal ini disebabkan sejumlah kebijakan persyaratan bagi calon penumpang. Di antaranya diminta menunjukkan sertifikat vaksinasi untuk mengambil PCR atau antigen,” kata Amran, kemarin (12/7).

Baca Juga :  Tiga Mobil Dinas Martin Dikembalikan

Dia menjelaskan, penurunan jumlah penumpang cukup drastis, bahkan mencapai 50 persen. Hal ini membuat jumlah penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang juga turut ikut berkurang. “Tadinya jumlah penerbangan dari Ketapang menuju Pontianak dan sebaliknya ada empat kali penerbangan setiap harinya. Saat ini hanya menjadi dua penerbangan saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Station Manager Nam Air Ketapang, Anggi Mainake, mengungkapkan ada sejumlah penambahan persyaratan yang wajib dikantongi penumpang ketika hendak bepergian dengan moda transportasi udara selama PPKM skala mikro. Di antaranya adalah calon penumpang wajib mengantongi sertifikat vaksin Covid-19, tapi itu berlaku untuk daerah tertentu saja.

Menurutnya, persyaratan di sejumlah daerah ada yang berbeda-beda, tergantung tujuan penerbangan. “Penebangan intra Kalbar persyaratannya masih menggunakan antigen 1×24 jam. Jawa dan Bali menggunakan kartu vaksin minimal dosis 1 dan PCR 2×24 jam. Ada beberapa daerah juga vaksin dosis 1 dan PCR 2×24 jam, misalnya Makassar dan Kendari,” katanya. (afi)

KETAPANG – Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala mikro yang diterapkan oleh sejumlah daerah di Indonesia, berimbas pada aktivitas penerbangan di Bandar Udara Rahadi Oesman Ketapang. Penerbangan di bandara tersebut berkurang hingga 50 persen dari hari biasanya.

Kepala Bandara Rahadi Oesman Ketapang, Amran, mengatakan selama dimulainya kebijakan PPKM mikro oleh sejumlah daerah, aktivitas penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang berkurang. Hal ini disebabkan penurunan jumlah penumpang, baik dari dan menuju Ketapang. Penurunan jumlah penumpang mencapai 50 persen.

“Ada penurunan jumlah penumpang jika dibandingkan dengan sebelum diberlakukan PPKM Mikro. Hal ini disebabkan sejumlah kebijakan persyaratan bagi calon penumpang. Di antaranya diminta menunjukkan sertifikat vaksinasi untuk mengambil PCR atau antigen,” kata Amran, kemarin (12/7).

Baca Juga :  Tambah 848 Tempat Tidur Rumah Sakit

Dia menjelaskan, penurunan jumlah penumpang cukup drastis, bahkan mencapai 50 persen. Hal ini membuat jumlah penerbangan di Bandara Rahadi Oesman Ketapang juga turut ikut berkurang. “Tadinya jumlah penerbangan dari Ketapang menuju Pontianak dan sebaliknya ada empat kali penerbangan setiap harinya. Saat ini hanya menjadi dua penerbangan saja,” ungkapnya.

Sementara itu, Station Manager Nam Air Ketapang, Anggi Mainake, mengungkapkan ada sejumlah penambahan persyaratan yang wajib dikantongi penumpang ketika hendak bepergian dengan moda transportasi udara selama PPKM skala mikro. Di antaranya adalah calon penumpang wajib mengantongi sertifikat vaksin Covid-19, tapi itu berlaku untuk daerah tertentu saja.

Menurutnya, persyaratan di sejumlah daerah ada yang berbeda-beda, tergantung tujuan penerbangan. “Penebangan intra Kalbar persyaratannya masih menggunakan antigen 1×24 jam. Jawa dan Bali menggunakan kartu vaksin minimal dosis 1 dan PCR 2×24 jam. Ada beberapa daerah juga vaksin dosis 1 dan PCR 2×24 jam, misalnya Makassar dan Kendari,” katanya. (afi)

Most Read

XL Axiata Dukung Bisnis IoT

Martin Rantan Kembali Jabat Bupati

Artikel Terbaru

/