alexametrics
31 C
Pontianak
Friday, July 1, 2022

Petani Senang Harga Tinggi

Petani Kunjungi Pabrik Karet

KETAPANG – Sejumlah petani karet di Desa Cinta Manis Kecamatan Hulu Sungai dan Desa Mensubang Kecamatan Nanga Tayap mendatangi salah satu pabrik pengolahan karet di Kubu Raya, PT. New Kalbar Processors pada Sabtu (7/11) lalu. Kunjungan petani yang didampingi Earthqualizer tersebut dalam rangka untuk melihat secara langsung proses pengolahan karet.

Kedatangan para petani tersebut disambut langsung oleh Purchasing Manager PT. New Kalbar Processors, Hendry. Pada pertemuan tersebut petani diberikan penjelasan secara langsung bagaimana proses-proses yang ada di dalam pabrik. Selain itu, petani juga diberitahu bahan baku apa yang dibutuhkan oleh pabrik tersebut.

Pada saat itu juga, perwakilan petani karet membawa dan memberikan sampel karet yang telah mereka siapkan. Dalam penjelasan dan penilaian yang diberikan oleh Hendry mengenai sampel tersebut, hasilnya sangat memuaskan dan masuk kriteria sesuai dengan kebutuhan pabrik. “Untuk sampel yang telah kita lihat, cek dan perhatikan bersama, saya perkirakan kadar yang terkandung bisa di atas 65-67 dan nilai harganya di perkirakan Rp13 ribu per kilo,” kata Hendry.

Baca Juga :  Oknum Polisi Bakar Rumah Ortu Sendiri

Hendry melanjutkan, pabrik tersebut memprioritaskan kualitas dan kadar karetnya. “Sering kita dengar petani-petani karet bahwa berat yang menjadi tolak ukur mereka, sehingga sering kita lihat banyak petani melakukan perendaman karet mereka, baik itu di aliran parit maupun kolam,” jelasnya.

“Praktek perlakuan dengan merendam karet seperti itu sangat mengurangi kualitas dan kadar karet. Mari sama-sama kita jaga kualitas dan kadar karet para petani, karena yang dicari oleh pabrik adalah kadarnya. Kalau itu bagus tentunya akan mempengaruhi harga yang akan dibeli oleh pihak pabrik,” lanjutnya.

Hendry mengaku sangat mengapresiasi atas kedatangan perwakilan petani karet dari Ketapang serta membuka lebar untuk melakukan kemitraan. “Pihak pabrik sendiri sangat terbuka melakukan kemitraan dan siap membeli apabila kedepan perwakilan petani karet dari Desa Mensubang dan Cinta Manis untuk menjual hasil karetnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Terima Orang Bugis sebagai Saudara

Sementara itu, Erduansyah petani karet dari Desa Mensubang Kecamatan Nanga Tayap, merasa senang dan bangga bisa langsung datang melihat proses di pabrik, serta mendapat penjelasan secara detail oleh pihak pabrik mengenai harga maupun kriteria karet yang dibutuhkan.

“Pengalaman ini sangat berharga bagi kami, apalagi kami sudah mendapatkan informasi secara langsung oleh pihak pabrik, seperti harga dan kriteria yang dibutuhkan mereka. Selama ini kami di desa menjual hasil karet kami melalui pengepul atau tengkulak, sangat jauh sekali perbedaan harganya,” kata Erduan. (afi)

Petani Kunjungi Pabrik Karet

KETAPANG – Sejumlah petani karet di Desa Cinta Manis Kecamatan Hulu Sungai dan Desa Mensubang Kecamatan Nanga Tayap mendatangi salah satu pabrik pengolahan karet di Kubu Raya, PT. New Kalbar Processors pada Sabtu (7/11) lalu. Kunjungan petani yang didampingi Earthqualizer tersebut dalam rangka untuk melihat secara langsung proses pengolahan karet.

Kedatangan para petani tersebut disambut langsung oleh Purchasing Manager PT. New Kalbar Processors, Hendry. Pada pertemuan tersebut petani diberikan penjelasan secara langsung bagaimana proses-proses yang ada di dalam pabrik. Selain itu, petani juga diberitahu bahan baku apa yang dibutuhkan oleh pabrik tersebut.

Pada saat itu juga, perwakilan petani karet membawa dan memberikan sampel karet yang telah mereka siapkan. Dalam penjelasan dan penilaian yang diberikan oleh Hendry mengenai sampel tersebut, hasilnya sangat memuaskan dan masuk kriteria sesuai dengan kebutuhan pabrik. “Untuk sampel yang telah kita lihat, cek dan perhatikan bersama, saya perkirakan kadar yang terkandung bisa di atas 65-67 dan nilai harganya di perkirakan Rp13 ribu per kilo,” kata Hendry.

Baca Juga :  Abul-Lili Gugur, Yasir-Budi Melenggang

Hendry melanjutkan, pabrik tersebut memprioritaskan kualitas dan kadar karetnya. “Sering kita dengar petani-petani karet bahwa berat yang menjadi tolak ukur mereka, sehingga sering kita lihat banyak petani melakukan perendaman karet mereka, baik itu di aliran parit maupun kolam,” jelasnya.

“Praktek perlakuan dengan merendam karet seperti itu sangat mengurangi kualitas dan kadar karet. Mari sama-sama kita jaga kualitas dan kadar karet para petani, karena yang dicari oleh pabrik adalah kadarnya. Kalau itu bagus tentunya akan mempengaruhi harga yang akan dibeli oleh pihak pabrik,” lanjutnya.

Hendry mengaku sangat mengapresiasi atas kedatangan perwakilan petani karet dari Ketapang serta membuka lebar untuk melakukan kemitraan. “Pihak pabrik sendiri sangat terbuka melakukan kemitraan dan siap membeli apabila kedepan perwakilan petani karet dari Desa Mensubang dan Cinta Manis untuk menjual hasil karetnya,” ungkapnya.

Baca Juga :  Untuk Ketapang, Junaidi-Sahrani Sudah Persiapkan Segalanya

Sementara itu, Erduansyah petani karet dari Desa Mensubang Kecamatan Nanga Tayap, merasa senang dan bangga bisa langsung datang melihat proses di pabrik, serta mendapat penjelasan secara detail oleh pihak pabrik mengenai harga maupun kriteria karet yang dibutuhkan.

“Pengalaman ini sangat berharga bagi kami, apalagi kami sudah mendapatkan informasi secara langsung oleh pihak pabrik, seperti harga dan kriteria yang dibutuhkan mereka. Selama ini kami di desa menjual hasil karet kami melalui pengepul atau tengkulak, sangat jauh sekali perbedaan harganya,” kata Erduan. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/