alexametrics
32 C
Pontianak
Thursday, August 11, 2022

Tujuh Pegawai Bapenda Positif Covid-19, Pelayanan Ditutup 10 Hari

KETAPANG – Tujuh pegawai di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ketapang positif Covid-19. Kantor itupun ditutup selama 10 hari kedepan. Pelayanan akan kembali dibuka seperti biasa setelah dipastikan tidak ada lagi kasus baru di kantor tersebut.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Ketapang, Mahyudin, mengatakan pihaknya mengetahui ada tujuh pegawai yang dinyatakan positif Covid-19 pada Minggu (11/10). Hal tersebut diketahui setelah kantor tersebut mewajibkan seluruh pegawainya untuk mengikuti tes swab. “Kita minta untuk diswab ke Dinas Kesehatan Ketapang. Seluruh pegawai dites,” kata Mahyudin, kemarin (14/10).

Dia menjelaskan, ada 101 pegawai yang dilakukan swab. Swab tersebut wajib diikuti oleh seluruh pegawai, baik PNS maupun tenaga honorer. “Hasilnya ada tujuh pegawai yang dinyatakan positif Covid-19. Ada PNS dan ada juga tenaga honorer. Sesuai koordinasi dengan dinas kesehatan, pelayanan ditutup sementara selama 10 hari mulai 12 sampai 21 Oktober nanti,” jelasnya.

Pihaknya sengaja mengajukan swab ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Ketapang, karena kantor tersebut merupakan pelayanan publik yang pegawainya banyak berinteraksi dengan masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Ini inisiatif kita untuk mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya.

Baca Juga :  Taman Satwa Ilegal, Pemilik Divonis 1 Tahun 3 Bulan Penjara

Setelah ada tujuh pegawai yang dinyatakan positif Covid-19, pihaknya menutup kantor dan menghentikan pelayanan secara langsung. Selama 10 ini kantor Bapenda Ketapang akan dilakukan penyemprotan disinfektan. Agar pelayanan tidak terputus total, pihaknya menempatkan beberapa petugas untuk menerima berkas pelayanan. “Sebenarnya pelayanan di Bapenda sudah online, cuma baru akhir bulan baru efektif,” paparnya.

Tujuh pegawai yang dinyatakan positif saat ini melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selain itu, Dinas Kesehatan Ketapang juga sedang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan tujuh orang tersebut.

Mahyudin menambahkan, berdasarkan analisa sementara pihaknya, penularan Covid-19 kepada karyawannya terjadi di luar kantor, bukan dari masyarakat yang melakukan pelayanan di kantor tersebut. “Jika memang ditularkan oleh masyarakat yang melakukan pelayanan, otomatis petugas yang melayani itu akan positif. Akan tetapi, dari sekian banyak petugas pelayanan, tidak ada satupun petugas yang positif. Yang positif itu ada di empat bidang. Artinya, penularan dari luar kantor. Tapi ini hanya analisis sementara saja sambil menunggu hasil tracking,” paparnya.

Baca Juga :  Latih Bhabinkamtibmas Jadi Tracer dan Vaksinator

Dia menegaskan, yang mengajukan dan melakukan swab ini baru Bapenda Ketapang. Sementara kantor-kantor pemerintahan lainnya masih belum melakukan swab. “Jadi, disarankan juga untuk semua kantor melakukan swab sebagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Untuk penerapan protokol kesehatan, lanjut Mahyudin, Bapenda sudah menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan, kaca pembatas dan mewajibkan memakai masker sudah diterapkan. “Jadi, selama 10 hari ini layanan dihentikan dan seluruh pegawai bekerja dari rumah. Menggunakan fasilitas WA dan sebagainya. Kemudian setelah 10 hari akan dibuka, tapi masih terbatas sampai dipastikan penularan tidak ada lagi di Banpenda,” pungkasnya. (afi)

 

KETAPANG – Tujuh pegawai di Kantor Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Ketapang positif Covid-19. Kantor itupun ditutup selama 10 hari kedepan. Pelayanan akan kembali dibuka seperti biasa setelah dipastikan tidak ada lagi kasus baru di kantor tersebut.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Ketapang, Mahyudin, mengatakan pihaknya mengetahui ada tujuh pegawai yang dinyatakan positif Covid-19 pada Minggu (11/10). Hal tersebut diketahui setelah kantor tersebut mewajibkan seluruh pegawainya untuk mengikuti tes swab. “Kita minta untuk diswab ke Dinas Kesehatan Ketapang. Seluruh pegawai dites,” kata Mahyudin, kemarin (14/10).

Dia menjelaskan, ada 101 pegawai yang dilakukan swab. Swab tersebut wajib diikuti oleh seluruh pegawai, baik PNS maupun tenaga honorer. “Hasilnya ada tujuh pegawai yang dinyatakan positif Covid-19. Ada PNS dan ada juga tenaga honorer. Sesuai koordinasi dengan dinas kesehatan, pelayanan ditutup sementara selama 10 hari mulai 12 sampai 21 Oktober nanti,” jelasnya.

Pihaknya sengaja mengajukan swab ke Tim Gugus Tugas Covid-19 Ketapang, karena kantor tersebut merupakan pelayanan publik yang pegawainya banyak berinteraksi dengan masyarakat. Hal tersebut dilakukan untuk mencegah sekaligus memutus mata rantai penyebaran Covid-19. “Ini inisiatif kita untuk mencegah penularan Covid-19,” ungkapnya.

Baca Juga :  Berharap 5 Tahun dapat memimpin Pemerintahan Kabupaten Ketapang

Setelah ada tujuh pegawai yang dinyatakan positif Covid-19, pihaknya menutup kantor dan menghentikan pelayanan secara langsung. Selama 10 ini kantor Bapenda Ketapang akan dilakukan penyemprotan disinfektan. Agar pelayanan tidak terputus total, pihaknya menempatkan beberapa petugas untuk menerima berkas pelayanan. “Sebenarnya pelayanan di Bapenda sudah online, cuma baru akhir bulan baru efektif,” paparnya.

Tujuh pegawai yang dinyatakan positif saat ini melakukan isolasi mandiri di rumah masing-masing. Selain itu, Dinas Kesehatan Ketapang juga sedang melakukan penelusuran terhadap orang-orang yang melakukan kontak erat dengan tujuh orang tersebut.

Mahyudin menambahkan, berdasarkan analisa sementara pihaknya, penularan Covid-19 kepada karyawannya terjadi di luar kantor, bukan dari masyarakat yang melakukan pelayanan di kantor tersebut. “Jika memang ditularkan oleh masyarakat yang melakukan pelayanan, otomatis petugas yang melayani itu akan positif. Akan tetapi, dari sekian banyak petugas pelayanan, tidak ada satupun petugas yang positif. Yang positif itu ada di empat bidang. Artinya, penularan dari luar kantor. Tapi ini hanya analisis sementara saja sambil menunggu hasil tracking,” paparnya.

Baca Juga :  51 ODP Tersebar di Kayong Utara

Dia menegaskan, yang mengajukan dan melakukan swab ini baru Bapenda Ketapang. Sementara kantor-kantor pemerintahan lainnya masih belum melakukan swab. “Jadi, disarankan juga untuk semua kantor melakukan swab sebagai langkah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19,” ujarnya.

Untuk penerapan protokol kesehatan, lanjut Mahyudin, Bapenda sudah menerapkan protokol kesehatan. Mulai dari menyediakan tempat cuci tangan, kaca pembatas dan mewajibkan memakai masker sudah diterapkan. “Jadi, selama 10 hari ini layanan dihentikan dan seluruh pegawai bekerja dari rumah. Menggunakan fasilitas WA dan sebagainya. Kemudian setelah 10 hari akan dibuka, tapi masih terbatas sampai dipastikan penularan tidak ada lagi di Banpenda,” pungkasnya. (afi)

 

Most Read

Artikel Terbaru

/