alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Mandor Sawit Tewas Terseret Banjir

KETAPANG – Seorang karyawan PT Harapan Hibrida Kalbar – Sungai Jelai Estate (HHK-SJE) di Kecamatan Manis Mata, tewas terseret banjir pada Kamis (13/2) malam. Jasad korban baru ditemukan di tepi sungai di kawasan PT HHK pada Sabtu (15/2) siang. Korban yang bernama Rifqi Wahyu Nur Hafidh (21) merupakan salah satu mandor perawatan di perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Kapolres Ketapang, AKBP RS Handoyo melalui Kapolsek Manis Mata, IPTU Suhud Try Haryatmo, mengatakan sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan menghilang oleh rekan kerjanya sejak Kamis (13/2) malam. “Hilangnya hari Kamis dan baru ditemukan hari Sabtu kemarin sekitar pukul 11.30 siang,” kata Suhud, kemarin (16/2).

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari rekan korban, Ridwan Widyanto (32), pada Kamis (13/2) sekitar Pukul 17.30 WIB, korban mengantar dirinya menggunakan sepeda motor Merk Verza miliknya kekantor PT HHK SJE Manis Mata. Setelah mengantar dirinya, korban langsung pulang. “Sekitar pukul 21.30 WIB, Ridwan ini pulang dari kerumahnya. Rumah Ridwan berdekatan dengan rumah korban,” jelasnya.

Baca Juga :  Memajukan Ekonomi Masyarakat Sekitar Perusahaan, PT. CMI Serah Terima Peralatan UMKM

“Sesampai di rumah, Ridwan tidak melihat sepeda motor yang dibawa oleh korban. Dia pun menyuruh karyawan yang lainnya untuk mencarinya korban, namun tidak ditemukan,” lanjutnya.

Menurut keterangan Kasmin (46) yang juga karyawan PT HHK SJE Manis Mata, mengungkapkan pada Kamis (13/2) sekitar pukul 18.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, korban singgah di warung makan miliknya. Karena hujan deras dan sambil menunggu hujan reda, korban memesan satu bungkus nasi. Namun, karena hujan tidak kunjung reda korban meminjam jas hujan untuk pulang dari warung menggunakan sepeda motor.

Pada Jumat (14/2) rekan korban ini melaporkan ke kantor bahwa korban tidak pulang kerumahnya di Perum Blok Q.31 AF.07 PT HHK -SJE Dusun Batu Singkapan Desa Batu sedau Kecamatan Manis Mata. Atas laporan tersebut karyawan melakukan pencarian di areal kebun perusahaan. “Pencarian hari Jumat itu tidak membuahkan hasil,” ungkapnya.

Pencarian terhadap korban dilanjutkan pada Sabtu (15/) dari pukul 08.00 WIB. Karyawan perusahaan melakukan pencarian di area kebun dengan menyusuri blok kebun. Sekitar pukul 11.30 WIB, salah seorang karyawan menemukan sepeda motor yang digunakan korban berada di dalam sungai yang terletak di area kebun Blok M.31 Pt HHK SJE.

Baca Juga :  Bupati Tinjau Jembatan Pawan I

Setelah dilakukan penyisiran di hilir sungai, jasad korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi ditemukannya sepeda motor korban. “Korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan tersangkut kayu di tepi aliran sungai dan telah mengeluarkan bau busuk,” papar Suhud.

Dari hasil cek TKP dan keterangan para saksi menunjukan bahwa korban sewaktu melewati jalan blok kebun tepatnya di atas jembatan dalam keadaan banjir dan arus sungai sangat deras. Dimungkinkan sewaktu melintas di atas jembatan itu korban tidak dapat melihat jalan sehingga mengambil posisi agak tepi, hingga kendaraan bersama korban terperosok langsung masuk parit dan dibawa arus sungai.

Jasad korban kemudian dievakuasi dan langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupetan Lampung Tengah, Lampung. (afi)

KETAPANG – Seorang karyawan PT Harapan Hibrida Kalbar – Sungai Jelai Estate (HHK-SJE) di Kecamatan Manis Mata, tewas terseret banjir pada Kamis (13/2) malam. Jasad korban baru ditemukan di tepi sungai di kawasan PT HHK pada Sabtu (15/2) siang. Korban yang bernama Rifqi Wahyu Nur Hafidh (21) merupakan salah satu mandor perawatan di perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut.

Kapolres Ketapang, AKBP RS Handoyo melalui Kapolsek Manis Mata, IPTU Suhud Try Haryatmo, mengatakan sebelum ditemukan meninggal dunia, korban dilaporkan menghilang oleh rekan kerjanya sejak Kamis (13/2) malam. “Hilangnya hari Kamis dan baru ditemukan hari Sabtu kemarin sekitar pukul 11.30 siang,” kata Suhud, kemarin (16/2).

Dia menjelaskan, berdasarkan keterangan dari rekan korban, Ridwan Widyanto (32), pada Kamis (13/2) sekitar Pukul 17.30 WIB, korban mengantar dirinya menggunakan sepeda motor Merk Verza miliknya kekantor PT HHK SJE Manis Mata. Setelah mengantar dirinya, korban langsung pulang. “Sekitar pukul 21.30 WIB, Ridwan ini pulang dari kerumahnya. Rumah Ridwan berdekatan dengan rumah korban,” jelasnya.

Baca Juga :  Harisson: Pelayanan Kesehatan Jangan Dibatasi, Usahakan Ada Tambahan Nakes

“Sesampai di rumah, Ridwan tidak melihat sepeda motor yang dibawa oleh korban. Dia pun menyuruh karyawan yang lainnya untuk mencarinya korban, namun tidak ditemukan,” lanjutnya.

Menurut keterangan Kasmin (46) yang juga karyawan PT HHK SJE Manis Mata, mengungkapkan pada Kamis (13/2) sekitar pukul 18.00 WIB sampai pukul 22.00 WIB, korban singgah di warung makan miliknya. Karena hujan deras dan sambil menunggu hujan reda, korban memesan satu bungkus nasi. Namun, karena hujan tidak kunjung reda korban meminjam jas hujan untuk pulang dari warung menggunakan sepeda motor.

Pada Jumat (14/2) rekan korban ini melaporkan ke kantor bahwa korban tidak pulang kerumahnya di Perum Blok Q.31 AF.07 PT HHK -SJE Dusun Batu Singkapan Desa Batu sedau Kecamatan Manis Mata. Atas laporan tersebut karyawan melakukan pencarian di areal kebun perusahaan. “Pencarian hari Jumat itu tidak membuahkan hasil,” ungkapnya.

Pencarian terhadap korban dilanjutkan pada Sabtu (15/) dari pukul 08.00 WIB. Karyawan perusahaan melakukan pencarian di area kebun dengan menyusuri blok kebun. Sekitar pukul 11.30 WIB, salah seorang karyawan menemukan sepeda motor yang digunakan korban berada di dalam sungai yang terletak di area kebun Blok M.31 Pt HHK SJE.

Baca Juga :  Konsolidasi DPP dan DPD Partai Demokrat di Ketapang, Targetkan Pasangan Iin Solinar - Rahmat Sutoyo Menang

Setelah dilakukan penyisiran di hilir sungai, jasad korban ditemukan sekitar 50 meter dari lokasi ditemukannya sepeda motor korban. “Korban ditemukan sudah meninggal dunia dalam keadaan tersangkut kayu di tepi aliran sungai dan telah mengeluarkan bau busuk,” papar Suhud.

Dari hasil cek TKP dan keterangan para saksi menunjukan bahwa korban sewaktu melewati jalan blok kebun tepatnya di atas jembatan dalam keadaan banjir dan arus sungai sangat deras. Dimungkinkan sewaktu melintas di atas jembatan itu korban tidak dapat melihat jalan sehingga mengambil posisi agak tepi, hingga kendaraan bersama korban terperosok langsung masuk parit dan dibawa arus sungai.

Jasad korban kemudian dievakuasi dan langsung dipulangkan ke kampung halamannya di Kabupetan Lampung Tengah, Lampung. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/