alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Petani Kendawangan Terancam Gagal Panen

KENDAWANGAN – Mimpi buruk kini dialami para petani padi di Kendawangan, khususnya yang ada di Desa Banjarsari. Lahan pertanian milik petani di Kecamatan Kendawangan terancam gagal penen, karena padi banyak yang mati diduga karena ada serangan hama. Bahkan, sekitar 95 persen padi di Kendawangan terancam gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Semangat Baru Desa Banjarsari, Harto, mengatakan sejak masa tanam enam bulan yang lalu sampai masa pertumbuhan, padinya menguning dan mati. “Ini mungkin adanya serangan hama yang menyerang dalam tanah atau kualitas tanah dan airnya kurang baik, sehingga banyak tanaman padi yang mati,” ungkapnya, Kamis (14/4).

Harto berharap pihak terkait seperti dinas pertanian untuk meneliti penyebab matinya padi milik petani. Menurutnya, jika hal ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan petani tidak lagi menanam padi dan sumber penghasilan pun tidak ada. “Kasihan para petani banyak merugi dan tahun ini diprediksi Kendawangan gagal panen 95 persen,” ungkapnya.

Baca Juga :  Perbaiki Fasilitas Wisata Akhir Tahun

Dia menambahkan, para petani berharap setelah lebaran nanti bisa tetap berusaha menanam kembali lahan pertanian mereka, tentunya dengan menanam jenis padi unggul yang bisa penen dalam tempo empat bulan tanam. “Itupun perlu campur tangan semua pihak, termasuk pihak perusahaan dalam proses penanaman agar petani dapat menikmati hasilnya dan gagal panen tidak terulang kembali,” harapannya.

Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Yunendri Samsir, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, banyak warganya, khususnya yang berpetani mengeluhkan hamparan lahan padinya mati dan mengering. Untuk itu, pihaknya langsung mengambil langkah guna mengatasi permasalahan petani tersebut.

“Kami langsung menggelar rapat yang dihadiri Forkopimcam Kendawangan dan sejumlah perusahaan pada Rabu (13/4) kemarin di ruang rapat Kantor Camat Kendawangan. Kita bersyukur ada itikad baik serta respon positif dari perusahaan untuk membantu petani yang mengalami gagal panen,” ucapnya.

Baca Juga :  Setelah Gagal Panen Kini Tumbuh Enam Ratus Batang Melon dan Seribu Cabai

Dia menjelaskan, salah satu perusahaan yang siap membantu petani padi dalam proses penanaman padi adalah PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW). “Mungkin melalui program CSR perusahaan akan membantu petani dan tentunya akan menggandeng dinas terkait yakni dinas pertanian,” ungkapnya.

Samsir juga berharap untuk musim tanam padi selanjutnya menggunakan jenis padi unggul agar para petani tidak banyak mengalami kerugian. “Maklum sistem pertanian di Kendawangan sekarang adalah sistem tadah hujan dan kita sama-sama mendukung program pemerintah dalam hal Ketahanan Pangan Nasional,” tutupnya. (afi)

KENDAWANGAN – Mimpi buruk kini dialami para petani padi di Kendawangan, khususnya yang ada di Desa Banjarsari. Lahan pertanian milik petani di Kecamatan Kendawangan terancam gagal penen, karena padi banyak yang mati diduga karena ada serangan hama. Bahkan, sekitar 95 persen padi di Kendawangan terancam gagal panen.

Ketua Kelompok Tani Semangat Baru Desa Banjarsari, Harto, mengatakan sejak masa tanam enam bulan yang lalu sampai masa pertumbuhan, padinya menguning dan mati. “Ini mungkin adanya serangan hama yang menyerang dalam tanah atau kualitas tanah dan airnya kurang baik, sehingga banyak tanaman padi yang mati,” ungkapnya, Kamis (14/4).

Harto berharap pihak terkait seperti dinas pertanian untuk meneliti penyebab matinya padi milik petani. Menurutnya, jika hal ini terus berlanjut, maka dikhawatirkan petani tidak lagi menanam padi dan sumber penghasilan pun tidak ada. “Kasihan para petani banyak merugi dan tahun ini diprediksi Kendawangan gagal panen 95 persen,” ungkapnya.

Baca Juga :  Pakai Motor, Kapolda Cek Sarpas Polres Ketapang

Dia menambahkan, para petani berharap setelah lebaran nanti bisa tetap berusaha menanam kembali lahan pertanian mereka, tentunya dengan menanam jenis padi unggul yang bisa penen dalam tempo empat bulan tanam. “Itupun perlu campur tangan semua pihak, termasuk pihak perusahaan dalam proses penanaman agar petani dapat menikmati hasilnya dan gagal panen tidak terulang kembali,” harapannya.

Kepala Desa Banjarsari, Kecamatan Kendawangan, Yunendri Samsir, membenarkan hal tersebut. Dia mengatakan, banyak warganya, khususnya yang berpetani mengeluhkan hamparan lahan padinya mati dan mengering. Untuk itu, pihaknya langsung mengambil langkah guna mengatasi permasalahan petani tersebut.

“Kami langsung menggelar rapat yang dihadiri Forkopimcam Kendawangan dan sejumlah perusahaan pada Rabu (13/4) kemarin di ruang rapat Kantor Camat Kendawangan. Kita bersyukur ada itikad baik serta respon positif dari perusahaan untuk membantu petani yang mengalami gagal panen,” ucapnya.

Baca Juga :  Kemarau Panjang dan Hama Bikin Gagal Panen

Dia menjelaskan, salah satu perusahaan yang siap membantu petani padi dalam proses penanaman padi adalah PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW). “Mungkin melalui program CSR perusahaan akan membantu petani dan tentunya akan menggandeng dinas terkait yakni dinas pertanian,” ungkapnya.

Samsir juga berharap untuk musim tanam padi selanjutnya menggunakan jenis padi unggul agar para petani tidak banyak mengalami kerugian. “Maklum sistem pertanian di Kendawangan sekarang adalah sistem tadah hujan dan kita sama-sama mendukung program pemerintah dalam hal Ketahanan Pangan Nasional,” tutupnya. (afi)

Most Read

Susilia Resmi Gantikan Suparman

Minta Tuntaskan Kepengurusan

CMI Bantu Demplot Sekolah Tani

Artikel Terbaru

/