alexametrics
26.7 C
Pontianak
Monday, August 8, 2022

Delapan Perusahaan Siap Bangun Jembatan Ambruk

NANGA TAYAP – Jembatan di Dusun Segagap Desa Nanga Tayap yang ambruk ambruk pada 14 Januari 2021 lalu, siap untuk dibangun kembali. Untuk mempermudah aktivitas masyarakat, telah dibangun jembatan darurat. Namun jembatan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Camat Nanga Tayap, Monri, mengatakan jembatan yang menghubungkan beberapa desa tersebut ambruk pada Kamis (14/1) lalu. Jembatan tersebut ambruk karena faktor usia serta kondisi sungai yang semakin mengikis pondasi jembatan. Jembatan yang terbuat dari kayu tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat di beberapa desa.

Monri menjelaskan, saat ini pihak kecamatan bersama perusahaan sudah melalukan pembangunan jembatan darurat, sehingga akses masyarakat dapat terus berjalan. “Saat ini sudah kita usahakan untuk membangun jembatan darurat. Untuk sepeda motor sudah bisa lewat. Untuk roda empat ada jalan alternatif, ada pengalihan rute,” katanya, saat dikonfirmasi melalui telepon, kemarin (19/1).

Baca Juga :  Jalan Desa Batu Barat Hancur

Dia juga menjelaskan, pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah perusahaan terkait dengan tidak lanjut, untuk membangun jembatan yang ambruk. Hasilnya disepakati jika beberapa perusahaan akan bahu membahu membangun kembali jembatan yang ambruk tersebut.

Dia mengungkapkan, ambruknya jembatan tersebut disebabkan longsor tanah disekitar pondasi jembatan, ditambah lagi umur jembatan yang sudah cukup tua. “Cuma ada longsor sedikit, dan ada pelapukan di pondasi, karena sudah tua. Sebelumnya sudah kita wacananakan membangun jembatan darurat, namun jembatan sudah roboh duluan,” ungkapnya.

Jembatan yang dibangun perusahaan tersebut sebelumnya menjadi akses utama bagi beberapa desa yang ada di Kecamatan Tayap. Di antaranya Desa Kayong Utara, sebagian dari Desa Kayong Hulu, dan sebagian Desa Nanga Tayap, karena di situ ada Dusun Segagap. “Untuk membangun jembatan yang kokoh, disepakati delapan perusahaan akan terlibat pembangunan jembatan tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Harapkan Jalan Provinsi Segera Diperbaiki

Diketahui, jembatan roboh di Dusun Segagap, Desa Naga Tayap, Kecamatan Tayap, tersebut dibangun pada tahun 1993 oleh perusahaan Alas Kusuma sebagai akses angkutan perusahaan. Namun, berjalannya waktu masyarakat dan perusahaan yang ada di sekitar kecamatan tersebut juga menggunakan akses jembatan tersebut. (afi)

NANGA TAYAP – Jembatan di Dusun Segagap Desa Nanga Tayap yang ambruk ambruk pada 14 Januari 2021 lalu, siap untuk dibangun kembali. Untuk mempermudah aktivitas masyarakat, telah dibangun jembatan darurat. Namun jembatan tersebut hanya bisa dilalui kendaraan roda dua.

Camat Nanga Tayap, Monri, mengatakan jembatan yang menghubungkan beberapa desa tersebut ambruk pada Kamis (14/1) lalu. Jembatan tersebut ambruk karena faktor usia serta kondisi sungai yang semakin mengikis pondasi jembatan. Jembatan yang terbuat dari kayu tersebut menjadi akses utama bagi masyarakat di beberapa desa.

Monri menjelaskan, saat ini pihak kecamatan bersama perusahaan sudah melalukan pembangunan jembatan darurat, sehingga akses masyarakat dapat terus berjalan. “Saat ini sudah kita usahakan untuk membangun jembatan darurat. Untuk sepeda motor sudah bisa lewat. Untuk roda empat ada jalan alternatif, ada pengalihan rute,” katanya, saat dikonfirmasi melalui telepon, kemarin (19/1).

Baca Juga :  TOPS SMPN 4 MHS Resmi Berakhir

Dia juga menjelaskan, pihaknya juga telah menggelar rapat koordinasi dengan sejumlah perusahaan terkait dengan tidak lanjut, untuk membangun jembatan yang ambruk. Hasilnya disepakati jika beberapa perusahaan akan bahu membahu membangun kembali jembatan yang ambruk tersebut.

Dia mengungkapkan, ambruknya jembatan tersebut disebabkan longsor tanah disekitar pondasi jembatan, ditambah lagi umur jembatan yang sudah cukup tua. “Cuma ada longsor sedikit, dan ada pelapukan di pondasi, karena sudah tua. Sebelumnya sudah kita wacananakan membangun jembatan darurat, namun jembatan sudah roboh duluan,” ungkapnya.

Jembatan yang dibangun perusahaan tersebut sebelumnya menjadi akses utama bagi beberapa desa yang ada di Kecamatan Tayap. Di antaranya Desa Kayong Utara, sebagian dari Desa Kayong Hulu, dan sebagian Desa Nanga Tayap, karena di situ ada Dusun Segagap. “Untuk membangun jembatan yang kokoh, disepakati delapan perusahaan akan terlibat pembangunan jembatan tersebut,” tambahnya.

Baca Juga :  Jadikan Jalan Merdeka Kawasan Perdagangan dan Jasa

Diketahui, jembatan roboh di Dusun Segagap, Desa Naga Tayap, Kecamatan Tayap, tersebut dibangun pada tahun 1993 oleh perusahaan Alas Kusuma sebagai akses angkutan perusahaan. Namun, berjalannya waktu masyarakat dan perusahaan yang ada di sekitar kecamatan tersebut juga menggunakan akses jembatan tersebut. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/