alexametrics
26.7 C
Pontianak
Tuesday, May 17, 2022

Empat Warga Ketapang Masuk ODP

KETAPANG – Hingga saat ini hanya ada dua orang di Kalbar yang dinyatakan positif Covid-19. Namun demikian, terdapat puluhan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang tersebar di beberapa daerah di Kalbar, termasuk di Ketapang. Di Ketapang sendiri ada empat orang yang masuk dalam ODP.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang sekaligus juru bicara Posko Penanganan Corona Kabupaten Ketapang, Rustami, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus corona di Ketapang. Termasuk di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat di Ketapang.

Rustami mengatakan, hingga saat ini jumlah orang yang masuk dalam ODP berjumlah empat orang. Padahal, diakui dia jika sehari sebelumnya, jumlah ODP hanya berjumlah dua orang. “Empat warga Ketapang masuk dalam ODP. Dua orang berasal dari Kecamatan Benua Kayong dan dua lainnya dari Kecamatan Sandai,” kata Rustami, kemarin (20/3) di Ketapang.

Baca Juga :  Pertamina Serahkan Bantuan ke RSUD Rasau dan Puskesmas Sungai Durian

Rustami menjelaskan, dua warga Kecamatan Benua Kayong tersebut menjadi ODP lantaran mengikuti kegiataan keagamaan di Malaysia. Sedangkan dua warga Kecamatan Sandai, menurut dia, masuk dalam ODP karena sempat berada di RS di Pontianak, saat mendampingi orang tuanya menjalankan operasi di rumah sakit yang merawat pasien positif Covid-19.

Menurut Rustami, seseorang bisa menjadi OPD apabila berkunjung ke daerah atau negara terjangkit corona. Ketika itu, dijelaskan dia, ada kemungkinan kontak dengan orang yang tertular atau pergi ke RS tempat perawatan pasien corona, serta mengalami pilek, demam, dan suhu badan meningkat. “Ini hanya masuk dalam pemantauan, bukan berarti positif,” ungkapnya.

Rustami menjelaskan, untuk penanganan ODP dilakukan dengan menjalani isolasi secara mandiri di kediamannya masing-masing. Di samping itu, dia menambahkan, juga dilakukan pengawasan petugas kesehatan, yang akan memberikan upaya pengobatan ke ODP. “Namun jika ODP mengalami sesak napas dan suhu tubuhnya di atas 38 derajat, maka akan dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani isolasi dan menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” jelasnya.(afi)

Baca Juga :  Warga Pontianak Positif Corona

KETAPANG – Hingga saat ini hanya ada dua orang di Kalbar yang dinyatakan positif Covid-19. Namun demikian, terdapat puluhan Orang Dalam Pemantauan (ODP) yang tersebar di beberapa daerah di Kalbar, termasuk di Ketapang. Di Ketapang sendiri ada empat orang yang masuk dalam ODP.

Kepala Dinas Kesehatan Ketapang sekaligus juru bicara Posko Penanganan Corona Kabupaten Ketapang, Rustami, mengatakan, hingga saat ini pihaknya masih terus melakukan upaya-upaya pencegahan penyebaran virus corona di Ketapang. Termasuk di antaranya melakukan penyemprotan disinfektan di sejumlah tempat di Ketapang.

Rustami mengatakan, hingga saat ini jumlah orang yang masuk dalam ODP berjumlah empat orang. Padahal, diakui dia jika sehari sebelumnya, jumlah ODP hanya berjumlah dua orang. “Empat warga Ketapang masuk dalam ODP. Dua orang berasal dari Kecamatan Benua Kayong dan dua lainnya dari Kecamatan Sandai,” kata Rustami, kemarin (20/3) di Ketapang.

Baca Juga :  Perkuat Bangun Vokasi dari Desa

Rustami menjelaskan, dua warga Kecamatan Benua Kayong tersebut menjadi ODP lantaran mengikuti kegiataan keagamaan di Malaysia. Sedangkan dua warga Kecamatan Sandai, menurut dia, masuk dalam ODP karena sempat berada di RS di Pontianak, saat mendampingi orang tuanya menjalankan operasi di rumah sakit yang merawat pasien positif Covid-19.

Menurut Rustami, seseorang bisa menjadi OPD apabila berkunjung ke daerah atau negara terjangkit corona. Ketika itu, dijelaskan dia, ada kemungkinan kontak dengan orang yang tertular atau pergi ke RS tempat perawatan pasien corona, serta mengalami pilek, demam, dan suhu badan meningkat. “Ini hanya masuk dalam pemantauan, bukan berarti positif,” ungkapnya.

Rustami menjelaskan, untuk penanganan ODP dilakukan dengan menjalani isolasi secara mandiri di kediamannya masing-masing. Di samping itu, dia menambahkan, juga dilakukan pengawasan petugas kesehatan, yang akan memberikan upaya pengobatan ke ODP. “Namun jika ODP mengalami sesak napas dan suhu tubuhnya di atas 38 derajat, maka akan dirujuk ke rumah sakit untuk menjalani isolasi dan menjadi Pasien Dalam Pengawasan (PDP),” jelasnya.(afi)

Baca Juga :  Bantu Guru di Daerah tak Bersinyal

Most Read

Artikel Terbaru

/