alexametrics
28.9 C
Pontianak
Wednesday, May 25, 2022

Dua Motor Adu Banteng

KETAPANG – Kecelakaan kendaraan bermotor kembali menelan korban jiwa. Seorang remaja di Kecamatan Matan Hilir Selatan, meninggal dunia setelah terlibat tabrakan sepeda motor di Jalan Rahadi Usman (Ketapang-Kendawangan) pada Rabu (19/5) malam. Selain korban meninggal dunia, seorang pria juga mengalami cedera parah.

Kecelakaan tersebut melibatkan dua sepeda motor yaitu, Honda Beat dan Kawasaki D-Tracker. Tabrakan terjadi di Jalan Ketapang-Kendawangan tepatnya di dekat Masjid Al-Muhdi Desa Pelang, Kecamatan Matan hilir Selatan.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, melalui Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Andhika Desky, mengatakan korban meninggal dunia adalah Hengki Wijaya (17). Dia merupakan pengendara Kawasaki D-Tracker dengan nomor polisi KB 2377 ZW. Sementara pengendara Honda Beat tanpa TNKB, Abansyah Ramadhan (41), mengalami luka parah.

Baca Juga :  Lahir dengan Selamat, Bayi Orangutan di TNGP Ketapang Diberinama Sinar

“Korban meninggal dunia merupakan pelajar di SMKN 2 Ketapang dan berasal dari Jalan Pelang-Tumbang Titi Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Korban meninggal dunia saat tiba di RSUD de Agoesdjam Ketapang. Sedangkan korban luka parah berasal dari Jalan H Murni Gang Jeruk, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan,” kata Andhika, kemarin (20/5).

Dia menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi saat sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Abansyah Ramadhan, berjalan dari arah simpang tiga Pelang menuju Desa Sungai Besar. Sepeda motor tersebut mengambil posisi jalur kanan karena menghindari jalan aspal kasar yang bergelombang. Sesampainya di dekat Masjid Al-Muhdi, datang dari arah berlawanan sepeda motor Kawasaki D-tricker yang dikendarai Hengki Wijaya.

Kedua sepeda motor yang datang dari arah berlawanan tersebut melaju cukup kencang. Karena jarak yang sudah dekat, kedua kendaraan tidak dapat lagi menghindar, sehingga terjadi tabrakan. “Akibat dari kecelakaan tersebut kedua pengendara mengalami luka parah. Pengendara atas mama Hengki Wijaya meninggal dunia saat tiba di RSUD dr Agoesdjam. Satu korban lagi mengalami luka parah dan tidak sadarkan diri dan dirawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang,” paparnya.

Baca Juga :  Cabup Junaidi: Kita Akan Buat Masyarakat Mandiri Ketapang Hebat

Satuan Lalulintas Polres Ketapang langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Kedua sepeda motor yang rusak parah langsung diamankan untuk kepentingan penyelidikan. “Kondisi di lokasi kejadian jalannya lurus beraspal kasar dan bergelombang, serta di sekitar TKP tidak ada penerangan lampu jalan,” pungkasnya. (afi)

KETAPANG – Kecelakaan kendaraan bermotor kembali menelan korban jiwa. Seorang remaja di Kecamatan Matan Hilir Selatan, meninggal dunia setelah terlibat tabrakan sepeda motor di Jalan Rahadi Usman (Ketapang-Kendawangan) pada Rabu (19/5) malam. Selain korban meninggal dunia, seorang pria juga mengalami cedera parah.

Kecelakaan tersebut melibatkan dua sepeda motor yaitu, Honda Beat dan Kawasaki D-Tracker. Tabrakan terjadi di Jalan Ketapang-Kendawangan tepatnya di dekat Masjid Al-Muhdi Desa Pelang, Kecamatan Matan hilir Selatan.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, melalui Kasat Lantas Polres Ketapang, AKP Andhika Desky, mengatakan korban meninggal dunia adalah Hengki Wijaya (17). Dia merupakan pengendara Kawasaki D-Tracker dengan nomor polisi KB 2377 ZW. Sementara pengendara Honda Beat tanpa TNKB, Abansyah Ramadhan (41), mengalami luka parah.

Baca Juga :  Tewas Setelah Hantam Bis

“Korban meninggal dunia merupakan pelajar di SMKN 2 Ketapang dan berasal dari Jalan Pelang-Tumbang Titi Desa Pelang, Kecamatan Matan Hilir Selatan. Korban meninggal dunia saat tiba di RSUD de Agoesdjam Ketapang. Sedangkan korban luka parah berasal dari Jalan H Murni Gang Jeruk, Kelurahan Tengah, Kecamatan Delta Pawan,” kata Andhika, kemarin (20/5).

Dia menjelaskan, kecelakaan tersebut terjadi saat sepeda motor Honda Beat yang dikendarai Abansyah Ramadhan, berjalan dari arah simpang tiga Pelang menuju Desa Sungai Besar. Sepeda motor tersebut mengambil posisi jalur kanan karena menghindari jalan aspal kasar yang bergelombang. Sesampainya di dekat Masjid Al-Muhdi, datang dari arah berlawanan sepeda motor Kawasaki D-tricker yang dikendarai Hengki Wijaya.

Kedua sepeda motor yang datang dari arah berlawanan tersebut melaju cukup kencang. Karena jarak yang sudah dekat, kedua kendaraan tidak dapat lagi menghindar, sehingga terjadi tabrakan. “Akibat dari kecelakaan tersebut kedua pengendara mengalami luka parah. Pengendara atas mama Hengki Wijaya meninggal dunia saat tiba di RSUD dr Agoesdjam. Satu korban lagi mengalami luka parah dan tidak sadarkan diri dan dirawat di RSUD dr Agoesdjam Ketapang,” paparnya.

Baca Juga :  Paparkan Kinerja 4 Tahun Terakhir Pemerintahan Martin-Suprapto

Satuan Lalulintas Polres Ketapang langsung mendatangi lokasi kejadian dan melakukan olah tempat kejadian perkara. Kedua sepeda motor yang rusak parah langsung diamankan untuk kepentingan penyelidikan. “Kondisi di lokasi kejadian jalannya lurus beraspal kasar dan bergelombang, serta di sekitar TKP tidak ada penerangan lampu jalan,” pungkasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/