alexametrics
27.8 C
Pontianak
Tuesday, July 5, 2022

Bupati Monitor Penanganan Covid-19

Ajak Masyarakat Bahu Membahu Putus Mata Rantai Covid-19

KETAPANG – Bupati Ketapang sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ketapang, Martin Rantan, melakukan pengecekan langsung ke beberapa posko penanganan Covid-19 di Ketapang. Selain untuk memastikan keseriusan penanganan, pengecekan juga untuk memberi semangat dan memotivasi kepada para petugas yang telah berjuang dalam menangani Covid-19.

“Hari ini saya melakukan kunjungan dan supervisi, baik di Posko Covid-19 di Dinas Kesehatan, ke BPBD dan ke posko relawan. Tentunya tidak hanya terus melakukan pemantauan, tetapi yang paling penting saya ingin memberi semangat kepada seluruh aparatur baik sipil dan militer yang telah berjuang dalam rangka menangani pandemi Covid-19 di Ketapang,” katanya, kemarin (21/4).

Martin melanjutkan, saat ini di Ketapang juga telah terdapat pasien positif Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) sehingga Pemerintah Daerah beserta semua pihak terus melakukan penanganan secara konfrehensif dan serius. “Apa yang dilakukan Pemda beserta semua pihak bukan operasi pencitraan. Ini adalah penanganan serius yang dilakukan dengan tujuan demi keamanan dan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Martin menambahkan, untuk masyarakat yang terindikasi namun tidak mau diisolasi dan memeriksakan kesehatan, dirinya meminta aparat untuk membantu melakukan upaya-upaya untuk isolasi sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran serta untuk kepentingan bersama. “Masyarakat kita minta memaklumi berbagai upaya yang dilakukan, termasuk razia dan lain sebagainya,” ungkapnya,

Baca Juga :  Resmikan Gedung BUMDes dan Pasar Desa

“Selain itu, saya meminta masyarakat untuk rela mengisolasi diri setelah mendapat pemeriksaan dari petugas, memeriksakan kesehatan ketika sakit, melaporkan diri ketika baru datang ke Ketapang dan semua itu memerlukan kerjasama dan keikhlasan serta kejujuran masyarakat,” lanjut Martin.

Berbagai upaya juga terus dilakukan Pemda melalui pihak-pihak terkait seperti BPBD yang terus melakukan pemetaan, penyemprotan disinfektan, pendistribusuan air, pembuatan posko-posko pemantauan di akses masuk Ketapang dan lainnya. Semuanya tak terlepas dari peran aktif dan kerjasama masyarakat. “Satpol PP juga kita minta terus berkoordinasi dengan TNI Polri dalam melakukan penertiban yang tujuannya untuk menjaga disiplin masyarakat agar tidak berkumpul,”

“Terus menggunakan masker, karena kita tidak mau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Ketapang. Contoh di Italia yang masyarakat terus berkumpul dan mengabaikan wabah ini akhirnya banyak korban. Makanya ini penting dilakukan dan perlu peran masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Ketapang sekaligus Juru Bicara Posko Covid-19, Rustami mengaku kalau kendala yang akan dihadapi pihaknya dalam penanganan Covid-19 ketika ada masyarakat yang tidak berterus terang kepada petugas medis. “Jika itu terjadi, kita kesulitan melakukan tracing, sehingga penting kerjasama masyarakat dalam hal melaporkan diri dan memeriksakan diri ketika sakit serta menyampaikan data riwayat perjalanan,” katanya.

Baca Juga :  Bangun Masyarakat Sehat dan Sadar Lingkungan

Rustami melanjutkan, sampai saat ini terdapat 12 orang yang hasil rapid testnya reaktif. Tiga di antaranya di karantina di rumah dan sembilan diisolasi di Rumah Singgah eks kantor BSM di Jalan Lingkar Kota. “Untuk kondisi satu orang pasien positif keadaannya terus membaik dan sehat, namun untuk menyatakan dirinya sembuh harus melalui dua kali uji swab yang hasilnya belum keluar. Untuk penanganan di rumah sakit diberikan anti virus, vitamin, makanan bergizi serta disiapkan psikolog juga,” ungkapnya.

Rustami menambahkan, untuk petugas medis yang menjaga di rumah singgah disiapkan tempat untuk menginap di lokasi dan menempatkan ruangan steril untuk petugas medis yang akan meninggalkan rumah singgah. “Dengan banyaknya bantuan dan suport dari pemerintah dan masyarakat tentu menjadi motivasi buat kami, buat tenaga medis yang akan terus bekerja dan berjuang dalam penanganan persoalan Covid-19 di Ketapang,” tegasnya. (afi)

Ajak Masyarakat Bahu Membahu Putus Mata Rantai Covid-19

KETAPANG – Bupati Ketapang sekaligus Ketua Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Ketapang, Martin Rantan, melakukan pengecekan langsung ke beberapa posko penanganan Covid-19 di Ketapang. Selain untuk memastikan keseriusan penanganan, pengecekan juga untuk memberi semangat dan memotivasi kepada para petugas yang telah berjuang dalam menangani Covid-19.

“Hari ini saya melakukan kunjungan dan supervisi, baik di Posko Covid-19 di Dinas Kesehatan, ke BPBD dan ke posko relawan. Tentunya tidak hanya terus melakukan pemantauan, tetapi yang paling penting saya ingin memberi semangat kepada seluruh aparatur baik sipil dan militer yang telah berjuang dalam rangka menangani pandemi Covid-19 di Ketapang,” katanya, kemarin (21/4).

Martin melanjutkan, saat ini di Ketapang juga telah terdapat pasien positif Covid-19, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) serta Orang Dalam Pemantauan (ODP) sehingga Pemerintah Daerah beserta semua pihak terus melakukan penanganan secara konfrehensif dan serius. “Apa yang dilakukan Pemda beserta semua pihak bukan operasi pencitraan. Ini adalah penanganan serius yang dilakukan dengan tujuan demi keamanan dan kesehatan masyarakat,” jelasnya.

Martin menambahkan, untuk masyarakat yang terindikasi namun tidak mau diisolasi dan memeriksakan kesehatan, dirinya meminta aparat untuk membantu melakukan upaya-upaya untuk isolasi sebagai ikhtiar memutus mata rantai penyebaran serta untuk kepentingan bersama. “Masyarakat kita minta memaklumi berbagai upaya yang dilakukan, termasuk razia dan lain sebagainya,” ungkapnya,

Baca Juga :  Buntut Sengketa Lahan, Massa Mengamuk di Perusahaan Tambang PT. SRM

“Selain itu, saya meminta masyarakat untuk rela mengisolasi diri setelah mendapat pemeriksaan dari petugas, memeriksakan kesehatan ketika sakit, melaporkan diri ketika baru datang ke Ketapang dan semua itu memerlukan kerjasama dan keikhlasan serta kejujuran masyarakat,” lanjut Martin.

Berbagai upaya juga terus dilakukan Pemda melalui pihak-pihak terkait seperti BPBD yang terus melakukan pemetaan, penyemprotan disinfektan, pendistribusuan air, pembuatan posko-posko pemantauan di akses masuk Ketapang dan lainnya. Semuanya tak terlepas dari peran aktif dan kerjasama masyarakat. “Satpol PP juga kita minta terus berkoordinasi dengan TNI Polri dalam melakukan penertiban yang tujuannya untuk menjaga disiplin masyarakat agar tidak berkumpul,”

“Terus menggunakan masker, karena kita tidak mau hal-hal yang tidak diinginkan terjadi di Ketapang. Contoh di Italia yang masyarakat terus berkumpul dan mengabaikan wabah ini akhirnya banyak korban. Makanya ini penting dilakukan dan perlu peran masyarakat,” ajaknya.

Sementara itu, dalam kunjungan tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Ketapang sekaligus Juru Bicara Posko Covid-19, Rustami mengaku kalau kendala yang akan dihadapi pihaknya dalam penanganan Covid-19 ketika ada masyarakat yang tidak berterus terang kepada petugas medis. “Jika itu terjadi, kita kesulitan melakukan tracing, sehingga penting kerjasama masyarakat dalam hal melaporkan diri dan memeriksakan diri ketika sakit serta menyampaikan data riwayat perjalanan,” katanya.

Baca Juga :  Deklarasi Pilkada Damai dan Sehat

Rustami melanjutkan, sampai saat ini terdapat 12 orang yang hasil rapid testnya reaktif. Tiga di antaranya di karantina di rumah dan sembilan diisolasi di Rumah Singgah eks kantor BSM di Jalan Lingkar Kota. “Untuk kondisi satu orang pasien positif keadaannya terus membaik dan sehat, namun untuk menyatakan dirinya sembuh harus melalui dua kali uji swab yang hasilnya belum keluar. Untuk penanganan di rumah sakit diberikan anti virus, vitamin, makanan bergizi serta disiapkan psikolog juga,” ungkapnya.

Rustami menambahkan, untuk petugas medis yang menjaga di rumah singgah disiapkan tempat untuk menginap di lokasi dan menempatkan ruangan steril untuk petugas medis yang akan meninggalkan rumah singgah. “Dengan banyaknya bantuan dan suport dari pemerintah dan masyarakat tentu menjadi motivasi buat kami, buat tenaga medis yang akan terus bekerja dan berjuang dalam penanganan persoalan Covid-19 di Ketapang,” tegasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/