alexametrics
26 C
Pontianak
Saturday, May 28, 2022

Ekosistem Berkelanjutan Melalui Budaya

KETAPANG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan IAR Indonesia menggelar teater dan kegiatan budaya yang menjadi fokus perayaan Pekan Peduli Orangutan (PPO) 2021. Selama dua hari, yaitu 12-13 November 2021, BKSDA Kalbar bersama IAR Indonesia mengadakan lomba teater, pameran, lomba foto aksi pelestarian orangutan dan habitatnya melalui twibbon, hingga pertunjukan tari.

Tema PPO yang telah menjadi kegiatan peringatan orangutan secara international tahun ini adalah “Menghargai Alam untuk Menyelamatan Orangutan, Keanekagaraman Hayati dan Kita Bersama”. Kegiatan ini sebagai bentuk penyadarantahuan kepada masyarakat bahwa manusia tidak bisa hidup sendirian dan harus berdampingan dengan makhluk lain.

Selama dua hari, PPO 2021 ini diadakan di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren yang dihadiri oleh mitra pemerintah dan swasta. Di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas PerkimLH, Balai Taman Nasional Gunung Palung, Polres Ketapang, Bhayangkari Polres Ketapang, Kejaksaan Negeri Ketapang, Adhyaksa Dharma Karini Kejaksaan Negeri Ketapang, Kodim 1203 Ketapang, Lanal Ketapang, Kecamatan Muara Pawan, dan Politap Ketapang.

Mengingat sasaran kegiatan ini ditujukan bagi generasi muda yang tinggal di wilayah Ketapang, maka acara PPO ini memberikan ruang ekspresi bagi remaja-remaja di wilayah tersebut. Tampil tarian dari kelompok Politap Ketapang dan kelompok Zwageri Generation. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan teater dari UKM Seni Politap berjudul “Suaka Rimba”, penampilan sape, penampilan teater “Cupak dan Gantang”, Pencak Silat dari Sanggar Mustika Tanah Kayong, serta pengumuman lomba.

Baca Juga :  Masyarakat tak Gunakan Siaran Analog

Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan peringatan berbagai hari satwa sedunia misalnya peduli gajah, harimau, orangutan merupakan pengingat bahwa manusia perlu berbagi ruang secara harmonis dengan satwa liar. “Di berbagai daerah telah ada bukti bahwa manusia bisa hidup berdampingan dengan satwa liar, misalnya di Lampung, manusia bisa berdampingan dengan gajah,” katanya.

Dia menjelaskan, kerja keras konservasi ini tidak bisa dilakukan sendiri. Tekanan terhadap upaya konservasi akan terus berubah sehingga perlu bersama-sama mengatur strategi pendekatan agar hubungan manusia dan satwa liar ini menjadi relavan. “Semoga kegiatan hari ini dapat berjalan dengan lancar dan pesan-pesan konservasi dapat tersampaikan,” harapnya.

“Semoga semua pihak akan lebih mengerti peran dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya menjaga dan melindungi ekosistem agar tetap berkelanjutan,” lanjutnya.

Kasi PAUD Dinas Pendidikan Ketapang, Lilik Trianto, menyambut baik acara ini. Dia mendorong pihak IAR Indonesia dapat melaksanakan kegiatan lain seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, edukasi pembelajaran dari pendidikan formal maupun non formal. “Kami sangat mendukung jika pihak IAR Indonesia ingin melaksanakan edukasi, pembelajaran, atau sosialisasi kepada kepala sekolah,”

Baca Juga :  KI Akui PPID Pemkab Berkembang Baik

Dengan demikian, edukasi ini bisa dimulai sejak dini, seperti perlombaan untuk anak PAUD, pengenalan satwa melalui poster, menggambar, dan bercerita tentang orangutan. “Jika perlu bantuan Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi ke sekolah, kami siap memfasilitasi,” ujar Lilik Trianto.

Selain penampilan kelompok-kelompok seni, acara PPO ini juga dirayakan dengan mengadakan lomba teater yang ditujukan bagi anak-anak usia 7-13 tahun. Tujuannya adalah melalui pertujukan teater, anak-anak dapat menyampaikan pesan melestarikan orangutan dan habitatnya kepada penonton.

“Peserta lomba teater ini murni dari anak-anak yang merasa peduli dengan orangutan, selama berbulan-bulan mereka berlatih agar bisa tampil. Anak-anak banyak mengalami permasalahan dari perubahan iklim, pandemi, dan banyak hal. Kita sebagai orang dewasa harus mempertanggung jawabkan kepada dunia ini. Jangan sampai anak-anak kita tidak bisa menikmati hutan dan orangutan,” ujar Karmele Llano Sanchez, Direktur Program Yayasan IAR Indonesia. (afi)

KETAPANG – Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat bersama Yayasan IAR Indonesia menggelar teater dan kegiatan budaya yang menjadi fokus perayaan Pekan Peduli Orangutan (PPO) 2021. Selama dua hari, yaitu 12-13 November 2021, BKSDA Kalbar bersama IAR Indonesia mengadakan lomba teater, pameran, lomba foto aksi pelestarian orangutan dan habitatnya melalui twibbon, hingga pertunjukan tari.

Tema PPO yang telah menjadi kegiatan peringatan orangutan secara international tahun ini adalah “Menghargai Alam untuk Menyelamatan Orangutan, Keanekagaraman Hayati dan Kita Bersama”. Kegiatan ini sebagai bentuk penyadarantahuan kepada masyarakat bahwa manusia tidak bisa hidup sendirian dan harus berdampingan dengan makhluk lain.

Selama dua hari, PPO 2021 ini diadakan di Pusat Pembelajaran Sir Michael Uren yang dihadiri oleh mitra pemerintah dan swasta. Di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas PerkimLH, Balai Taman Nasional Gunung Palung, Polres Ketapang, Bhayangkari Polres Ketapang, Kejaksaan Negeri Ketapang, Adhyaksa Dharma Karini Kejaksaan Negeri Ketapang, Kodim 1203 Ketapang, Lanal Ketapang, Kecamatan Muara Pawan, dan Politap Ketapang.

Mengingat sasaran kegiatan ini ditujukan bagi generasi muda yang tinggal di wilayah Ketapang, maka acara PPO ini memberikan ruang ekspresi bagi remaja-remaja di wilayah tersebut. Tampil tarian dari kelompok Politap Ketapang dan kelompok Zwageri Generation. Kemudian dilanjutkan dengan penampilan teater dari UKM Seni Politap berjudul “Suaka Rimba”, penampilan sape, penampilan teater “Cupak dan Gantang”, Pencak Silat dari Sanggar Mustika Tanah Kayong, serta pengumuman lomba.

Baca Juga :  UPDK Kapuas Bersyukur Perawatan PLTU Ketapang Selesai Lebih Cepat

Kepala Balai KSDA Kalbar, Sadtata Noor Adirahmanta, mengatakan peringatan berbagai hari satwa sedunia misalnya peduli gajah, harimau, orangutan merupakan pengingat bahwa manusia perlu berbagi ruang secara harmonis dengan satwa liar. “Di berbagai daerah telah ada bukti bahwa manusia bisa hidup berdampingan dengan satwa liar, misalnya di Lampung, manusia bisa berdampingan dengan gajah,” katanya.

Dia menjelaskan, kerja keras konservasi ini tidak bisa dilakukan sendiri. Tekanan terhadap upaya konservasi akan terus berubah sehingga perlu bersama-sama mengatur strategi pendekatan agar hubungan manusia dan satwa liar ini menjadi relavan. “Semoga kegiatan hari ini dapat berjalan dengan lancar dan pesan-pesan konservasi dapat tersampaikan,” harapnya.

“Semoga semua pihak akan lebih mengerti peran dan tanggung jawab masing-masing dalam upaya menjaga dan melindungi ekosistem agar tetap berkelanjutan,” lanjutnya.

Kasi PAUD Dinas Pendidikan Ketapang, Lilik Trianto, menyambut baik acara ini. Dia mendorong pihak IAR Indonesia dapat melaksanakan kegiatan lain seperti sosialisasi ke sekolah-sekolah, edukasi pembelajaran dari pendidikan formal maupun non formal. “Kami sangat mendukung jika pihak IAR Indonesia ingin melaksanakan edukasi, pembelajaran, atau sosialisasi kepada kepala sekolah,”

Baca Juga :  Banding Ditolak, SBI Harus Bayar Rp15,8 M

Dengan demikian, edukasi ini bisa dimulai sejak dini, seperti perlombaan untuk anak PAUD, pengenalan satwa melalui poster, menggambar, dan bercerita tentang orangutan. “Jika perlu bantuan Dinas Pendidikan untuk melakukan sosialisasi ke sekolah, kami siap memfasilitasi,” ujar Lilik Trianto.

Selain penampilan kelompok-kelompok seni, acara PPO ini juga dirayakan dengan mengadakan lomba teater yang ditujukan bagi anak-anak usia 7-13 tahun. Tujuannya adalah melalui pertujukan teater, anak-anak dapat menyampaikan pesan melestarikan orangutan dan habitatnya kepada penonton.

“Peserta lomba teater ini murni dari anak-anak yang merasa peduli dengan orangutan, selama berbulan-bulan mereka berlatih agar bisa tampil. Anak-anak banyak mengalami permasalahan dari perubahan iklim, pandemi, dan banyak hal. Kita sebagai orang dewasa harus mempertanggung jawabkan kepada dunia ini. Jangan sampai anak-anak kita tidak bisa menikmati hutan dan orangutan,” ujar Karmele Llano Sanchez, Direktur Program Yayasan IAR Indonesia. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/