alexametrics
25.6 C
Pontianak
Tuesday, August 16, 2022

Berlakukan PPKM, Polres Sekat Jalan Perbatasan Ketapang

KETAPANG – Polres Ketapang melaksanakan Fokus Group Discussion (FGD) membahas terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersakala mikro dan larangan mudik lebaran, pada Rabu (21/4) sore. Hal ini sebagai tindak lanjut meningkatnya jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Ketapang.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, mengatakan, PPKM sudah diberlakukan di Ketapang sejak 21 April 2021. Pembatasan ini dibelakukan setelah Pemerintah Provinisi Kalbar sudah memberlakukan pada 20 April 2021. “Yang kita lakukan pada PPKM Skala Mikro ini dimulai dari pembatasan jam operasional warung kopi, kafe, mal, dan toko-toko hanya sampai pukul 21.00 WIB,” katanya, kemarin (21/04) sore.

Tidak hanya itu, PPKM ini juga meniadakan pembelajaran tatap muka dan melakukan larangan mudik lebaran. “Terkait pembelajaran tatap muka dari mulai tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA sudah ditiadakan. Pembelajaran dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PPJ). Ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Sosialisasi PPKM Mikro Sampai RT

Terkait larangan mudik lebaran, Wuryantono mengungkapkan, Satgas Covid-19 Ketapang bersama instansi terkait akan melakukan penyekatan jalan di setiap kecamatan yang berbatasan dengan provinsi lain. “Mengenai larangan mudik lebaran sesuai dengan intruksi bahwa Polri, TNI, ASN dan masyarakat tidak boleh melakukan mudik,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap para pemudik. Jika tidak jelas kepentingannya, maka akan diintruksikan untuk kembali. “Untuk pemudik akan kita tanya apa kepentingannya masuk ke daearah Ketapang ini. Jika urusan darurat, maka akan kita utamakan pengecekan kesehatannya,” tegasnya.

Dia menambahkan, terkait penyekatan akan mengutamakan peran Satgas Covid-19 kecamatan. Untuk daerah yang akan dilakukan penyekatan yakni, Kecamatan Simpang Hulu yang berbatasan dengan Kabupaten Sanggau, Kecamatan Manis Mata yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah serta kecamatan-kecamatan lain yang menjadi titik rawan masuk para pemudik. (afi)

KETAPANG – Polres Ketapang melaksanakan Fokus Group Discussion (FGD) membahas terkait Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) bersakala mikro dan larangan mudik lebaran, pada Rabu (21/4) sore. Hal ini sebagai tindak lanjut meningkatnya jumlah kasus konfirmasi positif Covid-19 di Ketapang.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, mengatakan, PPKM sudah diberlakukan di Ketapang sejak 21 April 2021. Pembatasan ini dibelakukan setelah Pemerintah Provinisi Kalbar sudah memberlakukan pada 20 April 2021. “Yang kita lakukan pada PPKM Skala Mikro ini dimulai dari pembatasan jam operasional warung kopi, kafe, mal, dan toko-toko hanya sampai pukul 21.00 WIB,” katanya, kemarin (21/04) sore.

Tidak hanya itu, PPKM ini juga meniadakan pembelajaran tatap muka dan melakukan larangan mudik lebaran. “Terkait pembelajaran tatap muka dari mulai tingkat PAUD, SD, SMP dan SMA sudah ditiadakan. Pembelajaran dilakukan secara daring atau pembelajaran jarak jauh (PPJ). Ini berlaku sampai batas waktu yang belum ditentukan,” jelasnya.

Baca Juga :  Oknum Pendeta Dilaporkan Sang Isteri Mesum dengan Anak di Bawah Umur

Terkait larangan mudik lebaran, Wuryantono mengungkapkan, Satgas Covid-19 Ketapang bersama instansi terkait akan melakukan penyekatan jalan di setiap kecamatan yang berbatasan dengan provinsi lain. “Mengenai larangan mudik lebaran sesuai dengan intruksi bahwa Polri, TNI, ASN dan masyarakat tidak boleh melakukan mudik,” ungkapnya.

Selain itu, pihaknya juga akan melakukan pemeriksaan terhadap para pemudik. Jika tidak jelas kepentingannya, maka akan diintruksikan untuk kembali. “Untuk pemudik akan kita tanya apa kepentingannya masuk ke daearah Ketapang ini. Jika urusan darurat, maka akan kita utamakan pengecekan kesehatannya,” tegasnya.

Dia menambahkan, terkait penyekatan akan mengutamakan peran Satgas Covid-19 kecamatan. Untuk daerah yang akan dilakukan penyekatan yakni, Kecamatan Simpang Hulu yang berbatasan dengan Kabupaten Sanggau, Kecamatan Manis Mata yang berbatasan langsung dengan Provinsi Kalimantan Tengah serta kecamatan-kecamatan lain yang menjadi titik rawan masuk para pemudik. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/