alexametrics
26.7 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Dosen Politap Raih Hak Paten Pemanfaatan Tailing Bauksit  

Dosen Prodi DIII Teknik Pertambangan Politeknik Negeri Ketapang Sy.Indra  Septiansyah, S.Si.,M.T, berhasil memperoleh hak paten berjudul Invensi Adsorben Logam Berat Berbasis Tailing Bauksit. Perolehan hak paten tersebut telah diumumkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 22 April 2021 dengan publikasi nomor 2021/PID/03417.

Direktur Politeknik Ketapang (Politap) Endang Kusmana di ruang kerjanya  menyambut gembira keberhasilan dosennya mendapatkan Hak Paten. Menurutnya salah satu sasaran strategis Politap yang sudah ditetapkan dalam Rencana Strategis 2020-2024 adalah meningkatnya kualitas dosen melalui jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat. Salah satunya mendapatkan pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Baca Juga :  Vaksinasi Merdeka, Persembahan Ketapang untuk Indonesia

“Untuk mendorong peningkatan HAKI, maka di Politap saat ini sudah berdiri Sentra Hak atas Kekayaan Intektual (Sentra HAKI) yang sudah mendapat pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Sehingga memudahkan para dosen atau tenaga kependidikan mendaftarkan hasil karyanya,” jelas Endang, Kamis (22/4).

Endang juga mendorong para dosen untuk selalu meningkatkan kualitas risetnya sehingga hasilnya bukan saja dapat dipublikasikan tetapi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tahun 2021 semua penelitian di Politap diwajibkan untuk bermitra dengan Industri dan dunia kerja.

Sementara itu Sy. Indra Septiansyah dihubungi terpisah, menyampaikan bahwa hasil risetnya sudah didaftarkan untuk mendapatkan paten sejak 12 Oktober 2019.  Selanjutnya Indra menjelaskan Tailing Bauksit merupakan produk samping yang berasal dari hasil benefisiasi bijih bauksit. Proses benefisiasi dilakukan dengan cara memisahkan partikel-partikel seperti lumpur atau clay, akar-akar, butiran bijih bauksit  berkisar 2 mm yang kemudian dibuang atau menjadi waste product.

“Tingginya kadar alumina dan silika dalam tailing menjadi salah satu alasan mengapa tailing ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan produk baru yaitu adsorben,” jelas Indra.

Baca Juga :  Teknik Mesin Politap Gelar Pelatihan Teknik Pengelasan

Menurut Indra, hasil penelitiannya dapat dimanfaatkan sebagai penyerap logam berat dikarenakan sifat mesopori. Artinya memiliki luas permukaan dan volume pori yang baik sebagai penyerap logam. Terlebih untuk Kabupaten Ketapang yang kaya akan potensi tambang bauksit dan dapat dimanfaatkan oleh industri tambang bauksit.(pms)

Dosen Prodi DIII Teknik Pertambangan Politeknik Negeri Ketapang Sy.Indra  Septiansyah, S.Si.,M.T, berhasil memperoleh hak paten berjudul Invensi Adsorben Logam Berat Berbasis Tailing Bauksit. Perolehan hak paten tersebut telah diumumkan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia tanggal 22 April 2021 dengan publikasi nomor 2021/PID/03417.

Direktur Politeknik Ketapang (Politap) Endang Kusmana di ruang kerjanya  menyambut gembira keberhasilan dosennya mendapatkan Hak Paten. Menurutnya salah satu sasaran strategis Politap yang sudah ditetapkan dalam Rencana Strategis 2020-2024 adalah meningkatnya kualitas dosen melalui jumlah keluaran penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang berhasil mendapat rekognisi internasional atau diterapkan oleh masyarakat. Salah satunya mendapatkan pengakuan Hak Atas Kekayaan Intelektual (HAKI).

Baca Juga :  Kasus Covid-19 Bertambah 10 Orang Meninggal

“Untuk mendorong peningkatan HAKI, maka di Politap saat ini sudah berdiri Sentra Hak atas Kekayaan Intektual (Sentra HAKI) yang sudah mendapat pengakuan dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia. Sehingga memudahkan para dosen atau tenaga kependidikan mendaftarkan hasil karyanya,” jelas Endang, Kamis (22/4).

Endang juga mendorong para dosen untuk selalu meningkatkan kualitas risetnya sehingga hasilnya bukan saja dapat dipublikasikan tetapi dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Tahun 2021 semua penelitian di Politap diwajibkan untuk bermitra dengan Industri dan dunia kerja.

Sementara itu Sy. Indra Septiansyah dihubungi terpisah, menyampaikan bahwa hasil risetnya sudah didaftarkan untuk mendapatkan paten sejak 12 Oktober 2019.  Selanjutnya Indra menjelaskan Tailing Bauksit merupakan produk samping yang berasal dari hasil benefisiasi bijih bauksit. Proses benefisiasi dilakukan dengan cara memisahkan partikel-partikel seperti lumpur atau clay, akar-akar, butiran bijih bauksit  berkisar 2 mm yang kemudian dibuang atau menjadi waste product.

“Tingginya kadar alumina dan silika dalam tailing menjadi salah satu alasan mengapa tailing ini dapat dimanfaatkan sebagai bahan dasar dalam pembuatan produk baru yaitu adsorben,” jelas Indra.

Baca Juga :  Banjir Luapan Sungai Landak Mulai Rendam Jalan Ngabang

Menurut Indra, hasil penelitiannya dapat dimanfaatkan sebagai penyerap logam berat dikarenakan sifat mesopori. Artinya memiliki luas permukaan dan volume pori yang baik sebagai penyerap logam. Terlebih untuk Kabupaten Ketapang yang kaya akan potensi tambang bauksit dan dapat dimanfaatkan oleh industri tambang bauksit.(pms)

Most Read

Artikel Terbaru

/