alexametrics
30 C
Pontianak
Sunday, June 26, 2022

Kantor PT Arrtu Dibakar

KETAPANG – Sejumlah orang membakar kantor PT Arrtu Plantarion di Kecamatan Matan Hilir Selatan pasa Jumat (22/1). Pembakaran kantor perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut diduga karena warga kecewa dengan perushaaan.

Di antaranya terkait ketidakpuasaan masyarakat karena hak mereka tidak dibayar serta adanya masyarakat yang diamankan karena dugaan mencuri.

Pembekaran kantor tersebut didug dilakukan oleh puluhan orang yang berasal dari Kecamatan Tumbang Titi. Kantor yang dibakar adalah Kantor Kemuning Estate dan Kantor Padang Bunga Estate. Kedua bangunan tersebut ludes terbakar dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, membenarkan adanya aksi pembakaran yang dilakukan sejumlah warga terhadap kantor PT. Arrtu Plantation yang terletak di Kecamatan Matan Hilir Selatan. “Pembakarannya memang benar terjadi pada Jumat (22/1) sore. Diduga dilakukan puluhan orang yang berasal dari Tumbang Titi,” katanya, kemairn (24/1).

Baca Juga :  UPDK Kapuas Tanam Mangrove di Ketapang

Wuryantono menjelaskan, pada saat terjadi pembakaran hanya ada satpam perusahaan di lokasi kejadian. Pihaknya yang mendapatkan laporan sesaat setelah aksi pembakaran langsung mendatangi lokasi. “Kami tahunya kondisi bangunan sudah terbakar,” terangnya.

Wuryantono menambahkan, aksi pembakaran diduga dilakukan sejumlah orang karena kecewa. Adanya ketidakpuasaan terhadap perusahaan diduga menjadi pemicu aksi tersebut. Di antaranya mengenai hak masyarakat yang tidak dibayar oleh perusahaan, serta adanya warga yang ditangkap karena dugaan pencurian.

“Kita sudah melakukan upaya meredam suasana dengan bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat melakukan pertemuan untuk sama-sama menjaga kekondusifan. Mereka semua setuju mendukung langkah polisi untuk menindaklanjuti persoalan tindak pidana pengrusakan atau pembakaran,” tegasnya.

Baca Juga :  KPU Buka Kotak Suara Pilkada Ketapang        

Wuryantono mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Di antaranya melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk mencari bukti-bukti pendukung lainnya.

Perwakilan PT. Arrtu Plantation, Anes, membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan dua kantor PT. Arrtu Plantation yang terletak di Kecamatan Matan Hilir Selatan dibakat oleh warga. “Benar informasinya dibakar. Tapi saya belum dapat lagi informasi terbaru seperti apa dari teman-teman di lapangan,” ungkapnya, kemarin (24/1).

Sementara terkait pemicu yang membuat warga membakar kantor tersebut, Anes mengaku belum mengetahui secara pasti. Dia mengaku masih mencari informasi lebih lanjut dari perwakilan yang ada di kebun. “Ini saya belum monitor. Saya masih di Pontianak,” pungkasnya saat dikonfirmasi melalui telepon. (afi)

KETAPANG – Sejumlah orang membakar kantor PT Arrtu Plantarion di Kecamatan Matan Hilir Selatan pasa Jumat (22/1). Pembakaran kantor perusahaan perkebunan kelapa sawit tersebut diduga karena warga kecewa dengan perushaaan.

Di antaranya terkait ketidakpuasaan masyarakat karena hak mereka tidak dibayar serta adanya masyarakat yang diamankan karena dugaan mencuri.

Pembekaran kantor tersebut didug dilakukan oleh puluhan orang yang berasal dari Kecamatan Tumbang Titi. Kantor yang dibakar adalah Kantor Kemuning Estate dan Kantor Padang Bunga Estate. Kedua bangunan tersebut ludes terbakar dalam waktu yang tidak terlalu lama.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, membenarkan adanya aksi pembakaran yang dilakukan sejumlah warga terhadap kantor PT. Arrtu Plantation yang terletak di Kecamatan Matan Hilir Selatan. “Pembakarannya memang benar terjadi pada Jumat (22/1) sore. Diduga dilakukan puluhan orang yang berasal dari Tumbang Titi,” katanya, kemairn (24/1).

Baca Juga :  UPDK Kapuas Tanam Mangrove di Ketapang

Wuryantono menjelaskan, pada saat terjadi pembakaran hanya ada satpam perusahaan di lokasi kejadian. Pihaknya yang mendapatkan laporan sesaat setelah aksi pembakaran langsung mendatangi lokasi. “Kami tahunya kondisi bangunan sudah terbakar,” terangnya.

Wuryantono menambahkan, aksi pembakaran diduga dilakukan sejumlah orang karena kecewa. Adanya ketidakpuasaan terhadap perusahaan diduga menjadi pemicu aksi tersebut. Di antaranya mengenai hak masyarakat yang tidak dibayar oleh perusahaan, serta adanya warga yang ditangkap karena dugaan pencurian.

“Kita sudah melakukan upaya meredam suasana dengan bersama tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh adat melakukan pertemuan untuk sama-sama menjaga kekondusifan. Mereka semua setuju mendukung langkah polisi untuk menindaklanjuti persoalan tindak pidana pengrusakan atau pembakaran,” tegasnya.

Baca Juga :  Terima Orang Bugis sebagai Saudara

Wuryantono mengaku, saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan terkait kasus ini. Di antaranya melakukan olah tempat kejadian perkara, meminta keterangan dari sejumlah saksi termasuk mencari bukti-bukti pendukung lainnya.

Perwakilan PT. Arrtu Plantation, Anes, membenarkan peristiwa tersebut. Dia mengatakan dua kantor PT. Arrtu Plantation yang terletak di Kecamatan Matan Hilir Selatan dibakat oleh warga. “Benar informasinya dibakar. Tapi saya belum dapat lagi informasi terbaru seperti apa dari teman-teman di lapangan,” ungkapnya, kemarin (24/1).

Sementara terkait pemicu yang membuat warga membakar kantor tersebut, Anes mengaku belum mengetahui secara pasti. Dia mengaku masih mencari informasi lebih lanjut dari perwakilan yang ada di kebun. “Ini saya belum monitor. Saya masih di Pontianak,” pungkasnya saat dikonfirmasi melalui telepon. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/