alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, July 7, 2022

Bupati Pastikan Citimall Tetap Buka

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan mengungkapkan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk menutup aktivitas Citimall, selama pihak manajemen dapat mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut diungkapkan Bupati saat memimpin Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ketapang melakukan inspeksi ke Citimall pada Minggu (23/8) sore.

“Kita meminta manajemen merelakan karyawan yang positif ini untuk isolasi. Karyawan uang lain yang tidak reaktif bisa bekerja, namun tetap menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Martin. Inspeksi ini sendiri dilakukan Bupati, menindaklanjuti adanya 23 kasus Covid-19 di Citimall Ketapang. Martin bersama Forkopimda langsung berkordinasi dengan manajemen Citimall Ketapang untuk langkah antisipasi selanjutnya. “Menindaklanjuti rapat kordinasi Forkopimda kita meminta agar seluruh karyawan yang terkonfirmasi Covid-19 dilakukan isolasi, dikarantina di tempat yang sudah disiapkan pemerintah daerah,” kata Martin.

Kluster Citimall ini merupakan yang cukup mengejutkan. Di mana dari 23 yang dinyatakan positif, 21 di antaranya adalah karyawan. Sementara dua lainnya merupakan pengunjung mall. Rencananya ke-23 klsuter Citimall ini akan dikarantina di eks gedung BSM di Jalan Lingkar Kota Ketapang.

Sementara terkait arahan Gubenur Kalbar, Sutarmidji, untuk secara berkala mengirim 200 sampel swab setiap pekan ke provinsi, Martin mengaku akan melakukan hal tersebut. “Setiap satu minggu ada 200 sampel swab. Kita akan lakukan itu. Tidak hanya di Citimall, tapi juga tempat-tempat pelayanan publik yang lain,” paparnya.

Baca Juga :  Manis Mata Punya GOR Gelora Kecubung

Manajer Citimall Ketapang, Idris Hariayawan, mengatakan pemriksaan swab ini bukanlah razia, melainkan program Pemerintah Desa Payak Kumang dan juga Dinas Kesehatan Ketapang. Hasilnya, sebanyak 23 orang positif Covid-19. Sebanyak 21 orang adalah karyawan dan dua orang di antaranya adalah masyarakat umum.

“Kegiatan swab ini kita lakukan di tanggal 13 Agustus. Selang 10 hari itu baru kita mendapatkan hasil. Dari 23 orang yang terkonfirmasi tersebut mayoritas teman-teman tenant, dua dari masyarakat setempat karena swab kemarin itu tidak semua diikuti karyawan mall, ada beberapa warga setempat yang juga ikut,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan kejadian ini, pihak manajemen Citmall Ketapang akan lebih selektif dan ketat dalam menerapkan protolol kesehatan kepada karyawan maupun pengunjung yang datang berkunjung ke Citimall Ketapang. “Secara internal, manajemen pun akan melaksanakan protokol kesehatan yang lebih baik lagi, lebih benar, dan melakukan disinfektan di beberapa area, terutama area tenant, yang mana area tenant tersebut terkonfirmasi,” tegasnya.

“Pada dasarnya setiap karyawan memasuki area kerja, area mall sudah mengikuti protokol kesehatan, dari pengecekan suhu, cuci tangan, penyemprotan disinfektan, dan penggunaan handsanitaizer,” tambahnya.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, mengatakan hasil rapat kordinasi bersama Forkopimda, 23 orang yang dinyatakan positif akan dilakukan karantina di rumah singgah BSM yang sudah dipersiapkan pemerintah daerah. Langkah ini untuk mengantisipasi sebaran Covid-19 semakin meluas.

Baca Juga :  PKS : Kami Siap menangkan Junaidi-Sahrani

Dia menjelaskan, disiplin masyarakat menjadi hal utama agar tidak ada lagi kasus positif di Ketapang, sehingga Ketapang tidak masuk dalam zona merah sebaran Covid-19. “Jangan sampai Ketapang ini masuk dalam zona merah, tentunya pendisiplinan terhadap masyarakat ini harus kita lakukan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, disiplin terhadap protokol kesehatan ini diharapkan dapat segera dimulai dari wilayah perkantoran Pemerintah Daerah Ketapang, sehingga masyarakat juga harus menaati protokol kesehatan. Di antaranya menggunakan masker saat beraktivitas diluar. “Pendisiplinan dari kantor pemerintah dulu, karena kantor jangan sampai jadi klaster. Selain itu kita mendisiplinkan masyarakat untuk membuat wajib masker kepada masyarakat,” ungkapnya.

Untuk menenkan protokol kesehatan dapat dijalankan secara maksimal, Forkopimda akan menyurati Pemerintah Daerah, sebagai dasar penetapan sanksi terhadap masyarakat, pelaku usaha yang masih tidak mengindahkan protokol kesehatan. “Untuk wajib masker ini nanti akan kita buatkan surat edaran yang akan ditandatangani oleh Forkopimda secara keseluruhan dan akan ditindaklanjuti pemerintah daerah,” ujarnya.

“Dalam hal ini Bapak Bupati menerbitkan peraturan Bupati, sehinggga di dalam Peraturan Bupati akan tercantum sanksi yang akan disampaikan kepada masyarakat, dan pelaku-pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya. (afi)

KETAPANG – Bupati Ketapang Martin Rantan mengungkapkan bahwa pihaknya belum memiliki rencana untuk menutup aktivitas Citimall, selama pihak manajemen dapat mematuhi protokol kesehatan. Hal tersebut diungkapkan Bupati saat memimpin Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Ketapang melakukan inspeksi ke Citimall pada Minggu (23/8) sore.

“Kita meminta manajemen merelakan karyawan yang positif ini untuk isolasi. Karyawan uang lain yang tidak reaktif bisa bekerja, namun tetap menjalankan protokol kesehatan,” ungkap Martin. Inspeksi ini sendiri dilakukan Bupati, menindaklanjuti adanya 23 kasus Covid-19 di Citimall Ketapang. Martin bersama Forkopimda langsung berkordinasi dengan manajemen Citimall Ketapang untuk langkah antisipasi selanjutnya. “Menindaklanjuti rapat kordinasi Forkopimda kita meminta agar seluruh karyawan yang terkonfirmasi Covid-19 dilakukan isolasi, dikarantina di tempat yang sudah disiapkan pemerintah daerah,” kata Martin.

Kluster Citimall ini merupakan yang cukup mengejutkan. Di mana dari 23 yang dinyatakan positif, 21 di antaranya adalah karyawan. Sementara dua lainnya merupakan pengunjung mall. Rencananya ke-23 klsuter Citimall ini akan dikarantina di eks gedung BSM di Jalan Lingkar Kota Ketapang.

Sementara terkait arahan Gubenur Kalbar, Sutarmidji, untuk secara berkala mengirim 200 sampel swab setiap pekan ke provinsi, Martin mengaku akan melakukan hal tersebut. “Setiap satu minggu ada 200 sampel swab. Kita akan lakukan itu. Tidak hanya di Citimall, tapi juga tempat-tempat pelayanan publik yang lain,” paparnya.

Baca Juga :  Tersus Ilegal di Bawah Jembatan Pawan II Disegel

Manajer Citimall Ketapang, Idris Hariayawan, mengatakan pemriksaan swab ini bukanlah razia, melainkan program Pemerintah Desa Payak Kumang dan juga Dinas Kesehatan Ketapang. Hasilnya, sebanyak 23 orang positif Covid-19. Sebanyak 21 orang adalah karyawan dan dua orang di antaranya adalah masyarakat umum.

“Kegiatan swab ini kita lakukan di tanggal 13 Agustus. Selang 10 hari itu baru kita mendapatkan hasil. Dari 23 orang yang terkonfirmasi tersebut mayoritas teman-teman tenant, dua dari masyarakat setempat karena swab kemarin itu tidak semua diikuti karyawan mall, ada beberapa warga setempat yang juga ikut,” katanya.

Dia menjelaskan, berdasarkan kejadian ini, pihak manajemen Citmall Ketapang akan lebih selektif dan ketat dalam menerapkan protolol kesehatan kepada karyawan maupun pengunjung yang datang berkunjung ke Citimall Ketapang. “Secara internal, manajemen pun akan melaksanakan protokol kesehatan yang lebih baik lagi, lebih benar, dan melakukan disinfektan di beberapa area, terutama area tenant, yang mana area tenant tersebut terkonfirmasi,” tegasnya.

“Pada dasarnya setiap karyawan memasuki area kerja, area mall sudah mengikuti protokol kesehatan, dari pengecekan suhu, cuci tangan, penyemprotan disinfektan, dan penggunaan handsanitaizer,” tambahnya.

Kapolres Ketapang, AKBP Wuryantono, mengatakan hasil rapat kordinasi bersama Forkopimda, 23 orang yang dinyatakan positif akan dilakukan karantina di rumah singgah BSM yang sudah dipersiapkan pemerintah daerah. Langkah ini untuk mengantisipasi sebaran Covid-19 semakin meluas.

Baca Juga :  Pertanyakan Peluang Ganti Rugi akibat Pemadaman Bergilir

Dia menjelaskan, disiplin masyarakat menjadi hal utama agar tidak ada lagi kasus positif di Ketapang, sehingga Ketapang tidak masuk dalam zona merah sebaran Covid-19. “Jangan sampai Ketapang ini masuk dalam zona merah, tentunya pendisiplinan terhadap masyarakat ini harus kita lakukan,” ungkapnya.

Dia menambahkan, disiplin terhadap protokol kesehatan ini diharapkan dapat segera dimulai dari wilayah perkantoran Pemerintah Daerah Ketapang, sehingga masyarakat juga harus menaati protokol kesehatan. Di antaranya menggunakan masker saat beraktivitas diluar. “Pendisiplinan dari kantor pemerintah dulu, karena kantor jangan sampai jadi klaster. Selain itu kita mendisiplinkan masyarakat untuk membuat wajib masker kepada masyarakat,” ungkapnya.

Untuk menenkan protokol kesehatan dapat dijalankan secara maksimal, Forkopimda akan menyurati Pemerintah Daerah, sebagai dasar penetapan sanksi terhadap masyarakat, pelaku usaha yang masih tidak mengindahkan protokol kesehatan. “Untuk wajib masker ini nanti akan kita buatkan surat edaran yang akan ditandatangani oleh Forkopimda secara keseluruhan dan akan ditindaklanjuti pemerintah daerah,” ujarnya.

“Dalam hal ini Bapak Bupati menerbitkan peraturan Bupati, sehinggga di dalam Peraturan Bupati akan tercantum sanksi yang akan disampaikan kepada masyarakat, dan pelaku-pelaku usaha yang tidak menerapkan protokol kesehatan,” tegasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/