27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 31, 2023

Lima Akar Penyangga Dorong UMKM Tangguh Tanah Kayong

KETAPANG – Bertempat di Aula Politeknik Negeri Ketapang, Lima Akar Penyangga UMKM Tanah Kayong resmi diluncurkan  Gubernur Kalimantan Barat secara virtual, Sabtu (25/9).

Peluncuran ini ditandai dengan ucapan dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno dan penandatanganan kesepakatan bersama Lima Akar Penyangga UMKM Tanah Kayong. Diantaranya Direktur Politeknik Negeri Ketapang, Pimpinan JNE Ketapang, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, Ketua HIPMI Ketapang dan Lima Pimpinan Perbankan di Ketapang yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI dan Bank Kalbar.

Lima Akar Penyangga UMKM Tanah Kayong merupakan sinergi lima elemen untuk  mengembangkan ekonomi kreatif, kewirausahaan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ketapang dan Kabupatan Kayong Utara yaitu kolaborasi peran akademisi (Politeknik Negeri Ketapang), fasilitator/pendamping UMKM, lembaga keuangan, distribusi dan marketing digital.

Peluncuran Lima Akar Penyangga UMKM dihadiri Gubernur Kalimantan Barat secara virtual, Sekda Ketapang, para kepala Dinas, Lima elemen Akar Penyangga, pelaku UMKM dengan menerapkan protokol kesehatan dan mahasiswa Politap yang hadir secara virtual.

Baca Juga :  Pembiayaan Ultra Mikro Selamatkan Petani dari Jeratan Renternir

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno dalam video dukungan peluncuran menyatakan pengembangan ekonomi kreatif melibatkan dua unsur yaitu kewirausahaan dan UMKM, Menparekraf menambahkan untuk  sukses menjadi pemenang dimasa penuh tantangan kuncinya adaptasi, inovasi dan kolaborasi.

“Untuk itu kami mendorong lima akar penyangga UMKM  bersinergi dan berkolaborasi dalam pengembangan UMKM,” Ujar Sandiaga.

Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji yang hadir secara virtual menyambut gembira inisiasi yang dilakukan Lima Akar Penyangga UMKM di Ketapang dan Kayong Utara. Pihaknya mendorong agar para pemangku kepentingan dan masyarakat Kalbar satu persepsi, frekuensi dan aksi untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif, kewirausahaan dan UMKM, Sementara itu Sekda Ketapang Alexander Wilyo menyatakan bangga dengan kolaborasi Lima Akar Penyangga UMKM.Semoga harapnya memberi penguatan untuk kemajuan UMKM Kabupaten Ketapang.

Direktur Politeknik Negeri Ketapang, Endang Kusmana sebagai tuan rumah kegiatan ini dalam sambutan pembukaan menyatakan UMKM merupakan pilar utama perekonomian Indonesia karena mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada. Serta  dapat menghimpun 60,4 persen dari total investasi, tetapi di masa pandemi dari jumlah 64,19 juta UMKM sebesar 82,9 persen terkena dampak Covid-19 dan hanya 5,9 persen yang mengalami pertumbuhan. Untuk itu pihaknya melalui tri dharma perguruan tinggi mendorong lahirnya para wirausahawan dari kampus, inovasi dan standarisasi produk hasil riset dosen dan pendampingan untuk UMKM tangguh.

Baca Juga :  Api Lahap 10 Ruko Pasar Inpres

Ari Wibawanto Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palong sebagai inisiator marketplace Kayongku mengungkapkan saat ini di Indonesia pelaku UMKM yang sudah menggunakan platform digital mencapai 11,7juta.Dia berharap tahun 2030 mencapai 30juta. Untuk itu pihaknya mendorong UMKM agar memanfaatkan perkembangan marketplace Kayongku dalam memasarkan produknya. Hal l ini didukung juga oleh Uti Rushan Pimpinan JNE Express Ketapang. Menurut Uti pihaknya siap mendorong agar produk-produk UMKM Tanah Kayong naik kelas melalui pemasaran secara nasional bahkan global.

Kegiatan Peluncuran Lima Akar Penyangga ini ditandai dengan pameran produk hasil UMKM yang dibina Politap, HIPMI, JNE, IWAPI, IPEMI, OKE OCE, Masata dan SMKN 2 Ketapang. (vie/sr)

KETAPANG – Bertempat di Aula Politeknik Negeri Ketapang, Lima Akar Penyangga UMKM Tanah Kayong resmi diluncurkan  Gubernur Kalimantan Barat secara virtual, Sabtu (25/9).

Peluncuran ini ditandai dengan ucapan dukungan dari Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno dan penandatanganan kesepakatan bersama Lima Akar Penyangga UMKM Tanah Kayong. Diantaranya Direktur Politeknik Negeri Ketapang, Pimpinan JNE Ketapang, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palung, Ketua HIPMI Ketapang dan Lima Pimpinan Perbankan di Ketapang yaitu BRI, BNI, Bank Mandiri, BSI dan Bank Kalbar.

Lima Akar Penyangga UMKM Tanah Kayong merupakan sinergi lima elemen untuk  mengembangkan ekonomi kreatif, kewirausahaan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) di Kabupaten Ketapang dan Kabupatan Kayong Utara yaitu kolaborasi peran akademisi (Politeknik Negeri Ketapang), fasilitator/pendamping UMKM, lembaga keuangan, distribusi dan marketing digital.

Peluncuran Lima Akar Penyangga UMKM dihadiri Gubernur Kalimantan Barat secara virtual, Sekda Ketapang, para kepala Dinas, Lima elemen Akar Penyangga, pelaku UMKM dengan menerapkan protokol kesehatan dan mahasiswa Politap yang hadir secara virtual.

Baca Juga :  Buka Akses ke Global Supply Chain di KTT G20, Bukti Komitmen BRI pada UMKM

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia Sandiaga Salahuddin Uno dalam video dukungan peluncuran menyatakan pengembangan ekonomi kreatif melibatkan dua unsur yaitu kewirausahaan dan UMKM, Menparekraf menambahkan untuk  sukses menjadi pemenang dimasa penuh tantangan kuncinya adaptasi, inovasi dan kolaborasi.

“Untuk itu kami mendorong lima akar penyangga UMKM  bersinergi dan berkolaborasi dalam pengembangan UMKM,” Ujar Sandiaga.

Gubernur Kalimantan Barat H. Sutarmidji yang hadir secara virtual menyambut gembira inisiasi yang dilakukan Lima Akar Penyangga UMKM di Ketapang dan Kayong Utara. Pihaknya mendorong agar para pemangku kepentingan dan masyarakat Kalbar satu persepsi, frekuensi dan aksi untuk mendukung pengembangan ekonomi kreatif, kewirausahaan dan UMKM, Sementara itu Sekda Ketapang Alexander Wilyo menyatakan bangga dengan kolaborasi Lima Akar Penyangga UMKM.Semoga harapnya memberi penguatan untuk kemajuan UMKM Kabupaten Ketapang.

Direktur Politeknik Negeri Ketapang, Endang Kusmana sebagai tuan rumah kegiatan ini dalam sambutan pembukaan menyatakan UMKM merupakan pilar utama perekonomian Indonesia karena mampu menyerap 97 persen dari total tenaga kerja yang ada. Serta  dapat menghimpun 60,4 persen dari total investasi, tetapi di masa pandemi dari jumlah 64,19 juta UMKM sebesar 82,9 persen terkena dampak Covid-19 dan hanya 5,9 persen yang mengalami pertumbuhan. Untuk itu pihaknya melalui tri dharma perguruan tinggi mendorong lahirnya para wirausahawan dari kampus, inovasi dan standarisasi produk hasil riset dosen dan pendampingan untuk UMKM tangguh.

Baca Juga :  Pemkot Pontianak Sebar 12 Ekor Sapi Untuk Kurban

Ari Wibawanto Kepala Balai Taman Nasional Gunung Palong sebagai inisiator marketplace Kayongku mengungkapkan saat ini di Indonesia pelaku UMKM yang sudah menggunakan platform digital mencapai 11,7juta.Dia berharap tahun 2030 mencapai 30juta. Untuk itu pihaknya mendorong UMKM agar memanfaatkan perkembangan marketplace Kayongku dalam memasarkan produknya. Hal l ini didukung juga oleh Uti Rushan Pimpinan JNE Express Ketapang. Menurut Uti pihaknya siap mendorong agar produk-produk UMKM Tanah Kayong naik kelas melalui pemasaran secara nasional bahkan global.

Kegiatan Peluncuran Lima Akar Penyangga ini ditandai dengan pameran produk hasil UMKM yang dibina Politap, HIPMI, JNE, IWAPI, IPEMI, OKE OCE, Masata dan SMKN 2 Ketapang. (vie/sr)

Most Read

Artikel Terbaru