alexametrics
27.8 C
Pontianak
Wednesday, May 18, 2022

Oknum PNS Lempar Bom Molotov, Minta Uang 1,6 Miliar Dikembalikan

KETAPANG – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Ketapang melemparkan bom molotov saat pelantikan pejabat eselon III di Rumah Dinas Bupati Ketapang, Jalan H Agus Salim, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Selasa (25/1) pagi. Oknum PNS berinisial AR (45) itu merupakan pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang.

Belum diketahui secara pasti motif pelemparan bom molotov tersebut. Diduga karena yang bersangkutan tidak masuk dalam daftar nama pejabat yang dilantik. Berdasarkan video yang beredar sesaat setelah pelemparan molotov, pelaku meminta uang Rp1,6 miliar dikembalikan. Namun, belum diketahui siapa yang diminta untuk mengembalikan uang tersebut.

Pelemparan bom molotov tersebut terjadi saat Wakil Bupati Ketapang, Farhan, sedang melantik 113 pejabat eselon III. Peristiwa tersebut sontak menghebohkan orang-orang yang sedang berada di Pendopo Bupati. Sebagian berusaha menyelamatkan mobil karena takut terbakar. Sebagian lagi langsung menangkap pelaku.

Baca Juga :  Pengunjung dan Pedagang Non Reaktif

Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana, melalui Kasat Reskrim, AKP Primastya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.40 WIB.

“Peristiwa pelemparan bom molotov di halaman Pendopo Bupati Ketapang itu dilakukan seorang laki-laki berinisial AR (45), seorang oknum PNS,” katanya, kemarin (25/1) sore.

Dia menjelaskan, sebelum melemparkan bom molotov, pelaku datang ke Pendopo Bupati Ketapang menggunakan sebuah sepeda motor. Sesampainya di depan pintu masuk pendopo, pelaku sempat bertemu dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Muslimin. Di sini pelaku memaksa masuk namun dihalangi hingga akhirnya pelaku meninggalkan area pendopo.

Beberapa saat kemudian, pelaku kembali datang ke pendopo dan langsung menerobos masuk. Pelaku memarkirkan sepeda motornya di halaman pendopo.

Baca Juga :  Untuk Kerukunan Antarumat Beragama

“Pelaku membuka jok motor untuk mengambil botol yang sudah berisi bahan bakar dengan sumbu kain yang telah disiapkan. Pelaku mengambil korek api dan menghidupkan sumbu botol serta melemparkan ke arah lokasi kegiatan pelantikan,” jelas Primas.

Lemparan bom molotov tersebut tidak sampai ke ruang pelantikan dan mengenai mobil yang sedang diparkir. Beruntung api tidak membakar mobil yang sedang terparkir.

“Pelaku langsung diamankan oleh Satpol PP yang ada di lokasi. Kasat Pol PP langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Ketapang,” ujarnya. (afi)

KETAPANG – Seorang oknum Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Ketapang melemparkan bom molotov saat pelantikan pejabat eselon III di Rumah Dinas Bupati Ketapang, Jalan H Agus Salim, Kelurahan Sampit, Kecamatan Delta Pawan, Selasa (25/1) pagi. Oknum PNS berinisial AR (45) itu merupakan pejabat di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Ketapang.

Belum diketahui secara pasti motif pelemparan bom molotov tersebut. Diduga karena yang bersangkutan tidak masuk dalam daftar nama pejabat yang dilantik. Berdasarkan video yang beredar sesaat setelah pelemparan molotov, pelaku meminta uang Rp1,6 miliar dikembalikan. Namun, belum diketahui siapa yang diminta untuk mengembalikan uang tersebut.

Pelemparan bom molotov tersebut terjadi saat Wakil Bupati Ketapang, Farhan, sedang melantik 113 pejabat eselon III. Peristiwa tersebut sontak menghebohkan orang-orang yang sedang berada di Pendopo Bupati. Sebagian berusaha menyelamatkan mobil karena takut terbakar. Sebagian lagi langsung menangkap pelaku.

Baca Juga :  Titik Api Mulai Berkurang

Kapolres Ketapang, AKBP Yani Permana, melalui Kasat Reskrim, AKP Primastya, mengatakan peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 08.40 WIB.

“Peristiwa pelemparan bom molotov di halaman Pendopo Bupati Ketapang itu dilakukan seorang laki-laki berinisial AR (45), seorang oknum PNS,” katanya, kemarin (25/1) sore.

Dia menjelaskan, sebelum melemparkan bom molotov, pelaku datang ke Pendopo Bupati Ketapang menggunakan sebuah sepeda motor. Sesampainya di depan pintu masuk pendopo, pelaku sempat bertemu dengan Kepala Satuan Polisi Pamong Praja, Muslimin. Di sini pelaku memaksa masuk namun dihalangi hingga akhirnya pelaku meninggalkan area pendopo.

Beberapa saat kemudian, pelaku kembali datang ke pendopo dan langsung menerobos masuk. Pelaku memarkirkan sepeda motornya di halaman pendopo.

Baca Juga :  Junaidi: Saya Maju Bukan karena Sakit Hati

“Pelaku membuka jok motor untuk mengambil botol yang sudah berisi bahan bakar dengan sumbu kain yang telah disiapkan. Pelaku mengambil korek api dan menghidupkan sumbu botol serta melemparkan ke arah lokasi kegiatan pelantikan,” jelas Primas.

Lemparan bom molotov tersebut tidak sampai ke ruang pelantikan dan mengenai mobil yang sedang diparkir. Beruntung api tidak membakar mobil yang sedang terparkir.

“Pelaku langsung diamankan oleh Satpol PP yang ada di lokasi. Kasat Pol PP langsung melaporkan peristiwa tersebut ke Polres Ketapang,” ujarnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/