alexametrics
23.2 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Abul-Lili Gugur, Yasir-Budi Melenggang

KETAPANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ketapang menolak berkas dukungan pasangan bakal calon perseorangan pada Pilkada Ketapang 2020, Abul Ainin-Maria Magdalena Lili. Penolakan syarat dukungan tersebut disampaikan Ketua KPU Ketapang, Tedi Wahyudin, kepada LO pasangan calon, kemarin (25/1) di Sekretariat KPU.

“Setelah dilakukan pengecekan hingga Senin (24/2) malam, dan hasilnya kurang dari 31.793 dukungan, maka langsung dibuat berita acara penolakan saat itu juga,” kata Tedi ketika itu.

Padahal sebelumnya, pasangan ini mengklaim telah mengumpulkan jumlah dukungan di dalam SILON sebanyak 32.256. Namun setelah dilakukan penghitungan dan pengecekan oleh KPU, hanya 29.688 dukungan yang dinyatakan lengkap. “Sedangkan 2.568 dukungan tidak lengkap. Dengan demikian tidak memenuhi jumlah minimal yang telah ditetapkan yakni, sebanyak 31.793 dukungan,” di hadapan LO kedua pasangan, yang dilanjutkan dengan menyerahkan seluruh dokumen mereka.

Anggota KPU Ketapang Divisi Teknis, Ahmad Shiddiq, mengatakan, pasangan Abul-Lili kali pertama menyerahkan dukungannya pada 22 Februari 2020, namun mereka mengembalikan dukungan tersebut. Pengembalian tersebut dilakukan mereka lantaran setelah dihitung, ternyata dukungannya tidak memenuhi jumlah minimal. “Kami memberi kesempatan untuk memperbaiki dukungan pada masa tahapan penyerahan,” katanya.

Pasangan ini, dijelaskan dia, kemudian menyerahkan berkas dukungan untuk kali kedua pada 23 Februari, sekitar pukul 23.40 WIB. Pasangan ini, menurut dia, datang dengan membawa B.1.KWK Perseorangan dan B.1.1.KWK Perseorangan yang dicetak dari SILON. Akan tetapi, dia menambahkan bahwa KPU belum bisa menghitung, karena harus memilah kembali dokumen dukungannya lantaran tidak tersusun dengan rapi. “Penyusunan ini memakan waktu yang cukup lama hingga pukul 04.30 pagi tanggal 24 Februari,” jelasnya.

Baca Juga :  Bupati dan Ratusan Pengendara Scooter Ramaikan Jalan

Dokumen tersebut baru bisa dihitung mereka kembali sekitar pukul 04.45 WIB, di mana pengecekan berlangsung hingga pukul 18.40 WIB. Selama proses penghitungan, dia memastikan bahwa mereka mendapatkan pengawasan dari Badan Pengawas Pemilu serta kedua pasangan calon bersama timnya.

“Dari hasil penghitungan ini ternyata hanya 29.688 dukungan yang lengkap. Sedangkan 2.568 tidak lengkap. Dengan demikian, syarat minimal dukungan 31.793 tidak terpenuhi dan pasangan tersebut tidak dapat maju pada Pilkada Ketapang 2020,” ungkapnya.

Sementara itu, diungkapkan dia jika pasangan Yasir Anshari-Budi Mateus, juga menyerahkan berkas dukungannya kepada KPU pada 22 Februari pukul 15.00 WIB. Pasangan ini sebelumnya mengklaim telah mengumpulkan dukungan sebanyak 40.722, yang dimasukkan ke dalam boks sebanyak 28 buah. Petugas KPU Ketapang sendiri melakukan penghitungan dan pengecekan terhadap dukungan tersebut selama kurang lebih 13 jam.

Setelah dilakukan penghitungan dan pengecekan manual, KPU menemukan jumlah dukungan minimal lengkap sebanyak 33.775 dukungan dan 6.947, tidak lengkap. KPU Ketapang menyatakan bahwa dukungan Yasir-Budi bisa diterima karena telah memenuhi syarat dukungan minimal. “Untuk pasangan Yasir-Budi dinyatakan mencukupi dan berkasnya diterima,” kata Ketua KPU, Tedi Wahyudin.

Baca Juga :  Tangkal Covid-19 Mulai dari Desa

Walaupun dukungan Yasir-Budi diterima oleh KPU, diingatkan dia bahwa masih ada dua tahapan selanjutnya yang harus dilalui. Dua tahapan yang dimaksud Tedi tersebut yakni verifikasi administrasi oleh KPU pada 27 Februari hingga 25 Maret 2020, serta faktual di lapangan oleh PPS pada 25 Maret hingga 15 April. “Saat ini hanya pemeriksaan berkas saja. Untuk verifikasi faktualnya nanti langsung di lapangan,” ungkapnya.

Tedi menjelaskan jika pada Pilkada Ketapang 2020 ini sebetulnya ada tiga pasang bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan yang melakukan konsultasi kepada mereka. Selain Abul-Lili dan Yasir-Budi, pasangan yang juga mengaku akan maju dari jalur perseorangan, menurut dia, adalah Usman Diansyah-Ali Khainadi. Namun, dia memastikan jika pasangan ini tidak menyerahkan berkas syarat dukungan hingga batas waktu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, dia menambahkan bahwa hanya ada satu pasangan balon yang berhak mengikuti tahap pencalonan berikutnya. (afi)

KETAPANG – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Ketapang menolak berkas dukungan pasangan bakal calon perseorangan pada Pilkada Ketapang 2020, Abul Ainin-Maria Magdalena Lili. Penolakan syarat dukungan tersebut disampaikan Ketua KPU Ketapang, Tedi Wahyudin, kepada LO pasangan calon, kemarin (25/1) di Sekretariat KPU.

“Setelah dilakukan pengecekan hingga Senin (24/2) malam, dan hasilnya kurang dari 31.793 dukungan, maka langsung dibuat berita acara penolakan saat itu juga,” kata Tedi ketika itu.

Padahal sebelumnya, pasangan ini mengklaim telah mengumpulkan jumlah dukungan di dalam SILON sebanyak 32.256. Namun setelah dilakukan penghitungan dan pengecekan oleh KPU, hanya 29.688 dukungan yang dinyatakan lengkap. “Sedangkan 2.568 dukungan tidak lengkap. Dengan demikian tidak memenuhi jumlah minimal yang telah ditetapkan yakni, sebanyak 31.793 dukungan,” di hadapan LO kedua pasangan, yang dilanjutkan dengan menyerahkan seluruh dokumen mereka.

Anggota KPU Ketapang Divisi Teknis, Ahmad Shiddiq, mengatakan, pasangan Abul-Lili kali pertama menyerahkan dukungannya pada 22 Februari 2020, namun mereka mengembalikan dukungan tersebut. Pengembalian tersebut dilakukan mereka lantaran setelah dihitung, ternyata dukungannya tidak memenuhi jumlah minimal. “Kami memberi kesempatan untuk memperbaiki dukungan pada masa tahapan penyerahan,” katanya.

Pasangan ini, dijelaskan dia, kemudian menyerahkan berkas dukungan untuk kali kedua pada 23 Februari, sekitar pukul 23.40 WIB. Pasangan ini, menurut dia, datang dengan membawa B.1.KWK Perseorangan dan B.1.1.KWK Perseorangan yang dicetak dari SILON. Akan tetapi, dia menambahkan bahwa KPU belum bisa menghitung, karena harus memilah kembali dokumen dukungannya lantaran tidak tersusun dengan rapi. “Penyusunan ini memakan waktu yang cukup lama hingga pukul 04.30 pagi tanggal 24 Februari,” jelasnya.

Baca Juga :  Hutan Terbakar, Orangutan Bersarang di Depan Rumah Warga

Dokumen tersebut baru bisa dihitung mereka kembali sekitar pukul 04.45 WIB, di mana pengecekan berlangsung hingga pukul 18.40 WIB. Selama proses penghitungan, dia memastikan bahwa mereka mendapatkan pengawasan dari Badan Pengawas Pemilu serta kedua pasangan calon bersama timnya.

“Dari hasil penghitungan ini ternyata hanya 29.688 dukungan yang lengkap. Sedangkan 2.568 tidak lengkap. Dengan demikian, syarat minimal dukungan 31.793 tidak terpenuhi dan pasangan tersebut tidak dapat maju pada Pilkada Ketapang 2020,” ungkapnya.

Sementara itu, diungkapkan dia jika pasangan Yasir Anshari-Budi Mateus, juga menyerahkan berkas dukungannya kepada KPU pada 22 Februari pukul 15.00 WIB. Pasangan ini sebelumnya mengklaim telah mengumpulkan dukungan sebanyak 40.722, yang dimasukkan ke dalam boks sebanyak 28 buah. Petugas KPU Ketapang sendiri melakukan penghitungan dan pengecekan terhadap dukungan tersebut selama kurang lebih 13 jam.

Setelah dilakukan penghitungan dan pengecekan manual, KPU menemukan jumlah dukungan minimal lengkap sebanyak 33.775 dukungan dan 6.947, tidak lengkap. KPU Ketapang menyatakan bahwa dukungan Yasir-Budi bisa diterima karena telah memenuhi syarat dukungan minimal. “Untuk pasangan Yasir-Budi dinyatakan mencukupi dan berkasnya diterima,” kata Ketua KPU, Tedi Wahyudin.

Baca Juga :  Desa Perigi Raih Juara III

Walaupun dukungan Yasir-Budi diterima oleh KPU, diingatkan dia bahwa masih ada dua tahapan selanjutnya yang harus dilalui. Dua tahapan yang dimaksud Tedi tersebut yakni verifikasi administrasi oleh KPU pada 27 Februari hingga 25 Maret 2020, serta faktual di lapangan oleh PPS pada 25 Maret hingga 15 April. “Saat ini hanya pemeriksaan berkas saja. Untuk verifikasi faktualnya nanti langsung di lapangan,” ungkapnya.

Tedi menjelaskan jika pada Pilkada Ketapang 2020 ini sebetulnya ada tiga pasang bakal calon Bupati dan Wakil Bupati dari jalur perseorangan yang melakukan konsultasi kepada mereka. Selain Abul-Lili dan Yasir-Budi, pasangan yang juga mengaku akan maju dari jalur perseorangan, menurut dia, adalah Usman Diansyah-Ali Khainadi. Namun, dia memastikan jika pasangan ini tidak menyerahkan berkas syarat dukungan hingga batas waktu yang telah ditetapkan. Dengan demikian, dia menambahkan bahwa hanya ada satu pasangan balon yang berhak mengikuti tahap pencalonan berikutnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/