alexametrics
25.6 C
Pontianak
Monday, May 23, 2022

Seminggu Kaburnya Tahanan Lapas

Lapas Benahi Strategi Pengamanan

KETAPANG – Satu tahanan Lembaga di Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ketapang, Kabupaten Ketapang, kabur. Tahanan kasus pencurian tersebut kabur sejak Minggu (20/3), di mana sampai saat ini masih dalam pengejaran petugas dari Lapas dan pihak kepolisian.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Ketapang, Ali Imran, mengatakan kaburnya satu orang tahanan tersebut dikarenakan kurangnya petugas penjagaan dan minimnya sarana dan prasarana di Lapas. Ditambah lagi, tak dipungkiri dia, bangunan Lapas yang sudah tua. “Kita sudah berusaha menjaga kamtib semaksimal mungkin, namun kendala yang tengah kita hadapi yakni kurangnya petugas dan minimnya sarpas,” katanya, kemarin (25/3).

Guna mengantisipasi hal itu terulang lagi, pihak Lapas akan membenahi strategi pengamanan. Meski diakuinya dalam keadaan minimnya jumlah personel serta sarana dan prasarana di Lapas. Dia menilai kedua hal tersebut sudah menjadi prioritas pihaknya.

Baca Juga :  Casback hingga Rp51 Juta

Selain memperkuat sistem pengawasan deteksi dini dan mekanisme pengawasan (SOP) yang disertai dengan bimtek dan penguatan pegawai, pihaknya juga akan melengkapi sarpras pendukung, di antaranya kamera pengawas (CCTV). “Saat ini perbandingan jumlah petugas pengamanan dengan tahanan atau narapidana di Lapas Ketapang perbedaan jumlahnya sangat mencolok. Ditambah lagi kurangnya dukungan sarpas,” jelasnya.

Sekadar informasi, saat ini isi penghuni Lapas Kelas II B Ketapang berjumlah 932 orang. Sementara jumlah petugas perregu hanya enam orang. Enam orang ini dibagi lagi penempatannya di Pintu Penjagaan Utama (P2U) sebanyak dua petugas, pos penjagaan atas dua petugas dan di blok hunian dua petugas.

“Dari sini bisa kita lihat petugas blok kita hanya dua dan mengawasi sebanyak 932 penghuni. Berarti satu petugas berbanding 460 orang penghuni. Hal ini sangat rawan sekali,” ungkap Imran.

Baca Juga :  Mobil Terbalik, Guru SD Tewas

Di samping permasalahan over kapasitas, minimnya sarana dan prasarana penunjang, serta bangunan yang sudah tua juga menjadi kendala dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. “Over kapasitas ini juga menjadi kendala ditambah lagi minimnya petugas dan sarpas. Namun kita akan perbaiki semua ini,” pungkasnya. (afi)

Lapas Benahi Strategi Pengamanan

KETAPANG – Satu tahanan Lembaga di Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Ketapang, Kabupaten Ketapang, kabur. Tahanan kasus pencurian tersebut kabur sejak Minggu (20/3), di mana sampai saat ini masih dalam pengejaran petugas dari Lapas dan pihak kepolisian.

Kepala Lapas (Kalapas) Kelas II B Ketapang, Ali Imran, mengatakan kaburnya satu orang tahanan tersebut dikarenakan kurangnya petugas penjagaan dan minimnya sarana dan prasarana di Lapas. Ditambah lagi, tak dipungkiri dia, bangunan Lapas yang sudah tua. “Kita sudah berusaha menjaga kamtib semaksimal mungkin, namun kendala yang tengah kita hadapi yakni kurangnya petugas dan minimnya sarpas,” katanya, kemarin (25/3).

Guna mengantisipasi hal itu terulang lagi, pihak Lapas akan membenahi strategi pengamanan. Meski diakuinya dalam keadaan minimnya jumlah personel serta sarana dan prasarana di Lapas. Dia menilai kedua hal tersebut sudah menjadi prioritas pihaknya.

Baca Juga :  Apresiasi Pemanfaatan Halaman

Selain memperkuat sistem pengawasan deteksi dini dan mekanisme pengawasan (SOP) yang disertai dengan bimtek dan penguatan pegawai, pihaknya juga akan melengkapi sarpras pendukung, di antaranya kamera pengawas (CCTV). “Saat ini perbandingan jumlah petugas pengamanan dengan tahanan atau narapidana di Lapas Ketapang perbedaan jumlahnya sangat mencolok. Ditambah lagi kurangnya dukungan sarpas,” jelasnya.

Sekadar informasi, saat ini isi penghuni Lapas Kelas II B Ketapang berjumlah 932 orang. Sementara jumlah petugas perregu hanya enam orang. Enam orang ini dibagi lagi penempatannya di Pintu Penjagaan Utama (P2U) sebanyak dua petugas, pos penjagaan atas dua petugas dan di blok hunian dua petugas.

“Dari sini bisa kita lihat petugas blok kita hanya dua dan mengawasi sebanyak 932 penghuni. Berarti satu petugas berbanding 460 orang penghuni. Hal ini sangat rawan sekali,” ungkap Imran.

Baca Juga :  CITA Perbaiki Jalan Desa Jago Bersatu

Di samping permasalahan over kapasitas, minimnya sarana dan prasarana penunjang, serta bangunan yang sudah tua juga menjadi kendala dalam menjaga keamanan dan ketertiban di dalam lapas. “Over kapasitas ini juga menjadi kendala ditambah lagi minimnya petugas dan sarpas. Namun kita akan perbaiki semua ini,” pungkasnya. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/