alexametrics
25 C
Pontianak
Tuesday, June 28, 2022

Kelompok Tani Serumpun Jaya Terima Alat Perontok Padi

KENDAWANGAN – PT. Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Metro Kendawangan, kembali menyalurkan bantuan yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Kali ini Kelompok Tani Serumpun Jaya di Pangkalan Asam Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan mendapat bantuan satu unit alat perontok padi, pada Kamis (25/3). Bantuan itu sebagai bentuk wujud nyata kepedulian perusahaan akan pertanian sebagai salah satu ketahanan pangan nasional.

Kordinator CSR PT. BGA, Syahroni, berharap dengan adanya bantuan ini bisa membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi padi sehingga mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat. Bantuan ini juga diharapkan mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar kebun. “Pada hakekatnya kebun dibangun untuk mensejahterakan masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Lordinator Damkar PT. BGA, Samsu Alam, berpesan agar petani jangan membakar lahan sembarangan, karena dikhawatirkan akan timbul kebakaran lahan secara meluas dan tidak terkontrol. “Beberapa waktu lalu di lokasi ini pernah terjadi kebakaran dan terpaksa semua harus turun tangan memadamkannya apalagi Kendawangan termasuk daerah dengan titik api paling banyak,” katanya.

Baca Juga :  Kebun Sawit Warga Digusur Paksa

“Untuk itu, saya menegaskan kembali bahwa betapa pentingnya kewaspadaan kita akan karhutla. Kita minta masyarakat jangan membakar sembarangan. Jika masyarakat ingin membuka ladang dengan membakar, harus mengajukan izin, sekala kecil dalam bentuk rumpunan serta harus ditunggu,” lanjutnya.

Babinsa Banjarsari, Serda Joni Kusnadi, mengucapkan terima kasih kepada PT. BGA yang telah membantu warga binaannya, khususnya petani Kelompok Tani Serumpun Jaya, yang telah menerima bantuan alat perontok padi. “Semoga dengan alat ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah produksi padi,” paparnya.

Dia mengakui keberadaan perusahaan telah mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Selain itu juga transportasi jalan lancar, sehingga petani mudah memasarkan hasil padinya terbukti jalan akses menuju persawahan kini bisa dilalui berbagai kendaraan yang dahulu sulit dilalui jangankan kendaraan. “Untuk jalan kaki saja susah harus melintasi jalan berlubang dan berlumpur,” lanjutnya.

Baca Juga :  Cek Prokes Sembari Bagikan Sembako

Hal senada disampaikan Otek, salah satu petani dari Kelompok Tani Serumpun Jaya. Dia memberikan apresiasi kepada PT. BGA yang telah peduli kepada petani dengan membantu menyumbangkan alat perontok padi. Namun, ada yang lebih penting untuk petani adalah irigasi atau pengairan sawah, karena sawah ini adalah sawah tadah hujan. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan pengairan, sebab selama ini pintu kelip tidak berjalan normal dikarenakan debit air tidak sesuai kebutuhan untuk mengairi sawah.

“Diharapkan perusahaan juga ikut membantu mencarikan solusi, karena para petani dihantui gagal panen bila debit air irigasi dengan kondisi seperti ini. Coba lihat kalau hujan kebanjiran dan kalau panas tanahnya retak dan ini akan mengganggu hasil padi. Bisa-bisa kami gagal panen,” pungkasnya. (ser)

KENDAWANGAN – PT. Bumitama Gunajaya Agro (BGA) Metro Kendawangan, kembali menyalurkan bantuan yang bersumber dari dana Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan. Kali ini Kelompok Tani Serumpun Jaya di Pangkalan Asam Desa Banjarsari Kecamatan Kendawangan mendapat bantuan satu unit alat perontok padi, pada Kamis (25/3). Bantuan itu sebagai bentuk wujud nyata kepedulian perusahaan akan pertanian sebagai salah satu ketahanan pangan nasional.

Kordinator CSR PT. BGA, Syahroni, berharap dengan adanya bantuan ini bisa membantu petani untuk meningkatkan hasil produksi padi sehingga mampu memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat. Bantuan ini juga diharapkan mempererat hubungan antara perusahaan dan masyarakat sekitar kebun. “Pada hakekatnya kebun dibangun untuk mensejahterakan masyarakat sekitarnya,” ungkapnya.

Lordinator Damkar PT. BGA, Samsu Alam, berpesan agar petani jangan membakar lahan sembarangan, karena dikhawatirkan akan timbul kebakaran lahan secara meluas dan tidak terkontrol. “Beberapa waktu lalu di lokasi ini pernah terjadi kebakaran dan terpaksa semua harus turun tangan memadamkannya apalagi Kendawangan termasuk daerah dengan titik api paling banyak,” katanya.

Baca Juga :  Cek Prokes Sembari Bagikan Sembako

“Untuk itu, saya menegaskan kembali bahwa betapa pentingnya kewaspadaan kita akan karhutla. Kita minta masyarakat jangan membakar sembarangan. Jika masyarakat ingin membuka ladang dengan membakar, harus mengajukan izin, sekala kecil dalam bentuk rumpunan serta harus ditunggu,” lanjutnya.

Babinsa Banjarsari, Serda Joni Kusnadi, mengucapkan terima kasih kepada PT. BGA yang telah membantu warga binaannya, khususnya petani Kelompok Tani Serumpun Jaya, yang telah menerima bantuan alat perontok padi. “Semoga dengan alat ini bisa dimanfaatkan sebaik mungkin untuk menambah produksi padi,” paparnya.

Dia mengakui keberadaan perusahaan telah mampu mendongkrak perekonomian masyarakat. Selain itu juga transportasi jalan lancar, sehingga petani mudah memasarkan hasil padinya terbukti jalan akses menuju persawahan kini bisa dilalui berbagai kendaraan yang dahulu sulit dilalui jangankan kendaraan. “Untuk jalan kaki saja susah harus melintasi jalan berlubang dan berlumpur,” lanjutnya.

Baca Juga :  Petani Sawit Diharapkan Semakin Sejahtera

Hal senada disampaikan Otek, salah satu petani dari Kelompok Tani Serumpun Jaya. Dia memberikan apresiasi kepada PT. BGA yang telah peduli kepada petani dengan membantu menyumbangkan alat perontok padi. Namun, ada yang lebih penting untuk petani adalah irigasi atau pengairan sawah, karena sawah ini adalah sawah tadah hujan. Oleh karena itu, perlu adanya keseimbangan pengairan, sebab selama ini pintu kelip tidak berjalan normal dikarenakan debit air tidak sesuai kebutuhan untuk mengairi sawah.

“Diharapkan perusahaan juga ikut membantu mencarikan solusi, karena para petani dihantui gagal panen bila debit air irigasi dengan kondisi seperti ini. Coba lihat kalau hujan kebanjiran dan kalau panas tanahnya retak dan ini akan mengganggu hasil padi. Bisa-bisa kami gagal panen,” pungkasnya. (ser)

Most Read

Artikel Terbaru

/