alexametrics
25 C
Pontianak
Friday, May 20, 2022

Ketapang Terapkan PPKM Level III

KETAPANG – Bupati Ketapang, Martin Rantan, mengeluarkan Surat Edaran tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Ketapang. Surat edaran tersebut sebagai tindak lanjut dari ditetapkannya Ketapang dalam zona merah penyebaran Covid-19, Selasa (27/6).

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021, Kabupaten Ketapang yang berstatus zona merah harus menerapkan PPKM Level 3. Dengan demikian, sejumlah ketetapan harus dijalankan. Mulai dari peniadaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), penerapak bekerja dari rumah, pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 17.00 WIB, hingga penutupan area publik.

Namun demikian, pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal tetap dapat beroperasi 100 persen.

Baca Juga :  Junaidi: Saya Maju Bukan karena Sakit Hati

Demikian juga pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat. Termasuk juga pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum, seperti warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat.

Sementara rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada pada lokasi sendiri dapat melayani makan ditempat dengan kapasitas 25 persen dan menerima makan dibawa pulang. Sedangkan restoran, kafe dengan skala sedang dan besar hanya menerima take away dan tidak menerima makan ditempat.

Khusus untuk tempat ibadah, dapat mengadakan kegiatan keagamaan berjamaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 25 persen dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama. Kegiatan olahraga atau pertandingan olahraga dapat dilaksanakan sepanjang tidak melibatkan penonton atau supporter dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Tempurukan Sambut Baik Program Junaidi-Sahrani

Surat Edaran Bupati ini mulai berlaku pada 26 Juli 2021 sampai 2 Agustus 2021 dan akan dievaluasi kembali sesuai dengan situasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ketapang. (afi)

KETAPANG – Bupati Ketapang, Martin Rantan, mengeluarkan Surat Edaran tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Berbasis Mikro di Ketapang. Surat edaran tersebut sebagai tindak lanjut dari ditetapkannya Ketapang dalam zona merah penyebaran Covid-19, Selasa (27/6).

Berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 26 Tahun 2021, Kabupaten Ketapang yang berstatus zona merah harus menerapkan PPKM Level 3. Dengan demikian, sejumlah ketetapan harus dijalankan. Mulai dari peniadaan Pembelajaran Tatap Muka (PTM), penerapak bekerja dari rumah, pembatasan jam operasional pusat perbelanjaan sampai pukul 17.00 WIB, hingga penutupan area publik.

Namun demikian, pelaksanaan kegiatan pada sektor esensial seperti kesehatan, bahan pangan, makanan, minuman, tempat yang menyediakan kebutuhan sehari-hari yang berkaitan dengan kebutuhan pokok masyarakat, baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada pusat perbelanjaan/mal tetap dapat beroperasi 100 persen.

Baca Juga :  Bupati dan Ratusan Pengendara Scooter Ramaikan Jalan

Demikian juga pasar tradisional, pedagang kaki lima, toko kelontong dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat. Termasuk juga pelaksanaan kegiatan makan dan minum di tempat umum, seperti warung makan, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan ketat.

Sementara rumah makan dan kafe dengan skala kecil yang berada pada lokasi sendiri dapat melayani makan ditempat dengan kapasitas 25 persen dan menerima makan dibawa pulang. Sedangkan restoran, kafe dengan skala sedang dan besar hanya menerima take away dan tidak menerima makan ditempat.

Khusus untuk tempat ibadah, dapat mengadakan kegiatan keagamaan berjamaah dengan pengaturan kapasitas maksimal 25 persen dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah dengan memperhatikan pengaturan teknis dari Kementerian Agama. Kegiatan olahraga atau pertandingan olahraga dapat dilaksanakan sepanjang tidak melibatkan penonton atau supporter dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat.

Baca Juga :  Masyarakat Desa Tempurukan Sambut Baik Program Junaidi-Sahrani

Surat Edaran Bupati ini mulai berlaku pada 26 Juli 2021 sampai 2 Agustus 2021 dan akan dievaluasi kembali sesuai dengan situasi penyebaran Covid-19 di Kabupaten Ketapang. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/