alexametrics
31 C
Pontianak
Sunday, May 29, 2022

PKKMB Politap Luncurkan Maba Masuk Desa

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Ketapang  resmi dibuka Direktur  Politeknik Negeri Ketapang. Pembukaan itu berlangsung Senin (30/8) di Aula Tax Center.

Kegiatan PKKMB ini diikuti 512 orang untuk 8 (delapan) program studi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 30 Agustus  sampai 3 September 2021. Kegiatan PKKMB dilakukan secara hybrid, untuk tanggal 30-31 Agustus 2021 digelar secara daring. Kemudian tanggal 1-3 September 2021 dilakukan pengiriman mahasiswa ke desa-desa melalui program Mahasiswa Baru (Maba) Masuk Desa.

Endang Kusmana Direktur Politap dalam sambutan pembukaan kegiatan PKKMB mengatakan, PKKMB Tahun Akademik 2021/2022 berada dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga menurut Endang, pihaknya berusaha melakukan inovasi terhadap kegiatan PKKMB, yaitu melakukan kegiatan daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan.

Masih menurut  Endang,  sejalan dengan program Politap Membangun Vokasi dari Desa, maka Politap berusaha untuk mengirimkan mahasiswa baru ke desa.  “Kegiatan ini kita harapkan menjadi entry point untuk tindaklanjut kegiatan berikutnya.  Baik PKKMB lanjutan, kampus merdeka, magang, maupun riset untuk penulisan tugas akhir,” tukasnya.

Baca Juga :  Selesaikan Konflik RIM dan SBI Lewat Jalur Perdata

Kegiatan secara daring diisi dengan kuliah umum dan informasi pengenalan profil Politap dan program studi. Untuk kuliah umum menghadirkan narasumber yaitu Dr.Ir.H.Suprayoga Hadi, MSP (Deputi bidang dukungan kebijakan pembangunan manusia dan pemerataan pembangunan sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia). Topik yang diusung, Pentingnya Peran Mahasiswa yang Berkarakter dalam Pembangunan Desa.

Kemudian ada Panglima Kodam XII/Tanjungpura yang diwakili Wakil Aster mengangkat tema Membentuk  Mahasiswa Tangguh untuk Bela Negara. Hadir pula Prof. Haryono Umar (Mantan Pimpinan KPK & Mantan Inspektur Jenderal Kemdikbud) menyuguhkan topik Semangat Anti Korupsi untuk Mahasiswa. Pada kegiatan daring ini juga dilengkapi dengan informasi dari para wakil direktur, ketua jurusan dan koordinator.

Wakil Direktur III Epriyandi menambahkan, kegiatan PKKMB hari ketiga sampai hari kelima ini dilaksanakan melalui pengiriman Maba Masuk Desa yang dilaksanakan atas kerjasama dengan International Animal Rescue (IAR).  Sehingga diharapkan desa yang menjadi sasaran kegiatan ini merupakan desa yang selama ini mendapat pendampingan dan Mitra IAR. Dengan begitu kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Baca Juga :  Cabup Junaidi: Kita Akan Buat Masyarakat Mandiri Ketapang Hebat

Epriyandi menjelaskan, desa yang menjadi sasaran adalah desa di Kabupaten Ketapang, yaitu Kuala Satong, Sungai Putri, Tanjung Baik Budi, Sungai Besar, Sungai Awan Kiri, Pematang Gadong, Sukamaju dan Tempurukan. Serta Desa Gunung Sembilan dan Pampang Seribu di Kabupaten Kayong Utara.

“Dalam satu desa terdapat beberapa titik sasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Jumlah mahasiswa setiap titik sasaran paling banyak  15-20 orang, dan setiap titik sasaran memperhatikan asal desa mahasiswa,” lanjut Epriyandi.

Kegiatan Maba Masuk Desa ini diisi dengan pendataan permasalahan di desa oleh mahasiswa baru, kerja bakti di pantai, balai desa, rumah ibadah dan fasilitas umum. Dalam setiap kelompok akan didampingi mentor yang berasal dari dosen, teknisi, mahasiswa dan pendamping dari International Animal Rescue (IAR).(sr/*)

Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Politeknik Negeri Ketapang  resmi dibuka Direktur  Politeknik Negeri Ketapang. Pembukaan itu berlangsung Senin (30/8) di Aula Tax Center.

Kegiatan PKKMB ini diikuti 512 orang untuk 8 (delapan) program studi yang akan dilaksanakan mulai tanggal 30 Agustus  sampai 3 September 2021. Kegiatan PKKMB dilakukan secara hybrid, untuk tanggal 30-31 Agustus 2021 digelar secara daring. Kemudian tanggal 1-3 September 2021 dilakukan pengiriman mahasiswa ke desa-desa melalui program Mahasiswa Baru (Maba) Masuk Desa.

Endang Kusmana Direktur Politap dalam sambutan pembukaan kegiatan PKKMB mengatakan, PKKMB Tahun Akademik 2021/2022 berada dalam masa pandemi Covid-19. Sehingga menurut Endang, pihaknya berusaha melakukan inovasi terhadap kegiatan PKKMB, yaitu melakukan kegiatan daring dan luring dengan menerapkan protokol kesehatan.

Masih menurut  Endang,  sejalan dengan program Politap Membangun Vokasi dari Desa, maka Politap berusaha untuk mengirimkan mahasiswa baru ke desa.  “Kegiatan ini kita harapkan menjadi entry point untuk tindaklanjut kegiatan berikutnya.  Baik PKKMB lanjutan, kampus merdeka, magang, maupun riset untuk penulisan tugas akhir,” tukasnya.

Baca Juga :  Kasi Intel Pastikan sesuai Alat Bukti

Kegiatan secara daring diisi dengan kuliah umum dan informasi pengenalan profil Politap dan program studi. Untuk kuliah umum menghadirkan narasumber yaitu Dr.Ir.H.Suprayoga Hadi, MSP (Deputi bidang dukungan kebijakan pembangunan manusia dan pemerataan pembangunan sekretariat Wakil Presiden Republik Indonesia). Topik yang diusung, Pentingnya Peran Mahasiswa yang Berkarakter dalam Pembangunan Desa.

Kemudian ada Panglima Kodam XII/Tanjungpura yang diwakili Wakil Aster mengangkat tema Membentuk  Mahasiswa Tangguh untuk Bela Negara. Hadir pula Prof. Haryono Umar (Mantan Pimpinan KPK & Mantan Inspektur Jenderal Kemdikbud) menyuguhkan topik Semangat Anti Korupsi untuk Mahasiswa. Pada kegiatan daring ini juga dilengkapi dengan informasi dari para wakil direktur, ketua jurusan dan koordinator.

Wakil Direktur III Epriyandi menambahkan, kegiatan PKKMB hari ketiga sampai hari kelima ini dilaksanakan melalui pengiriman Maba Masuk Desa yang dilaksanakan atas kerjasama dengan International Animal Rescue (IAR).  Sehingga diharapkan desa yang menjadi sasaran kegiatan ini merupakan desa yang selama ini mendapat pendampingan dan Mitra IAR. Dengan begitu kegiatan ini akan terus dilaksanakan secara berkesinambungan.

Baca Juga :  Teknik Mesin Politap Gelar PKM

Epriyandi menjelaskan, desa yang menjadi sasaran adalah desa di Kabupaten Ketapang, yaitu Kuala Satong, Sungai Putri, Tanjung Baik Budi, Sungai Besar, Sungai Awan Kiri, Pematang Gadong, Sukamaju dan Tempurukan. Serta Desa Gunung Sembilan dan Pampang Seribu di Kabupaten Kayong Utara.

“Dalam satu desa terdapat beberapa titik sasaran. Kegiatan dilaksanakan dengan menerapkan protokol kesehatan. Jumlah mahasiswa setiap titik sasaran paling banyak  15-20 orang, dan setiap titik sasaran memperhatikan asal desa mahasiswa,” lanjut Epriyandi.

Kegiatan Maba Masuk Desa ini diisi dengan pendataan permasalahan di desa oleh mahasiswa baru, kerja bakti di pantai, balai desa, rumah ibadah dan fasilitas umum. Dalam setiap kelompok akan didampingi mentor yang berasal dari dosen, teknisi, mahasiswa dan pendamping dari International Animal Rescue (IAR).(sr/*)

Most Read

Artikel Terbaru

/