alexametrics
30.1 C
Pontianak
Friday, August 12, 2022

Lestarikan Seni dan Budaya Lewat Musik

KETAPANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang menggelar ajang pencarian bakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-603 Ketapang. Ajang pencarian bakat tersebut dibalut dalam Festival Dendang Melayu Ketapang. Sebanyak 12 finalis bersaing menampilkan performa terbaiknya pada malam grand final yang diselenggarakan di Hotel Nevada pada Senin (29/3).

Acara tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Ketapang, Suherman, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Mat Hoji, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang, Yulianus, dan undangan lainnya.

Kepala Disbudpar Ketapang, Yulianus, mengatakan kegiatan festival ini digelar bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat, bakat serta kemampuan putra-putri terbaik daerah dalam karya seni musik.

“Di sisi lain kita juga berusaha melestarikan nilai seni dan budaya, membina nilai keanekaragaman sosial masyarakat dan toleransi, pendidikan, kepemudaan, membangun sumber daya manusia, yang semuanya itu tertuang lewat kreativitas seni terutama seni musik,” katanya.

Pj Sekretaris Daerah Ketapang, Suherman, mengatakan seperti yang diketahui etnis dan budaya di bumi ini sangat beragam seperti, Melayu, Daya, Cina, Batak, Jawa, Madura dan masih banyak lagi. Dendang Melayu menjadi salah satu warisan budaya Melayu yang ada di Ketapang.

Baca Juga :  Politap Gandeng SMK dan Industri Wujudkan Piloting Fast Track SMK DII

“Keberagaman yang tercipta dari lagu-lagu Melayu membuatnya digemari oleh penikmat musik di berbagai kalangan,” katanya.

Salah satu dendang Melayu yang terkenal adalah lagu Zapin Laksamana Raja di Laut yang semuanya berasal dari Melayu Riau. Hampir seluruh masyarakat pernah mendengarkan lagu itu.

“Akan tetapi, coba kita bertanya tentang lagu Melayu daerah Ketapang, belum tentu masyarakat di luar sana tahu, bahkan tak pernah mendengar lagu-lagu tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk memberdayakan guna mengembangkan seni budaya khusus Dendang Melayu Ketapang. Dengan demikian lagu-lagu Melayu khas Kabupaten Ketapang dapat dikenal luas,” jelasnya.

Dalam upaya pelestarian seni budaya lokal ini, Pemerintah Daerah Ketapang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang telah merancang kegiatan ini sedemikian rupa agar masyarakat di Ketapang dapat ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara festival dendang Melayu tahun 2021.

“Melalui acara ini kita diajak untuk mengingat akan pentingnya publikasi dalam kelestarian budaya. Acara ini juga sekaligus dibuat dalam rangka memperingati hari jadi Ketapang ke-603 tahun. Selain itu dengan diadakannya festival dendang Melayu ini kita bersama-sama saling menumbuhkan rasa peduli akan budaya lokal di Kabupaten Ketapang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Cawabup Sahrani: Kita Akan Beri Alokasi Dana untuk Kelompok Petani, Nelayan, Peternak, Koperasi dan UMKM

Dia menambahkan, dengan diadakannya festival dendang Melayu tahun 2021 masyarakat diharapkan untuk semakin kreatif dalam mengembangkan budaya lokal.

“Saya berharap acara ini akan tetap eksis setiap tahunnya mengikuti perkembangan zaman. Usaha ini dilakukan agar budaya lokal yang ada di Kabupaten Ketapang tidak hilang ditelan zaman,” harapnya.

Pada festival dendang Melayu kategori putra, Juara I diraih Rahmat Hidayat. Juara II dan III diraih oleh Ilham Nasil dan Bitauto. Sedangkan Juara Harapan I diraih Erwn Susilawan. Juara Harapan II diraih Siparto, dan Deki Murdani sebagai Juara Harapan III. Sedangkan kategori putri, Juara pertama diraih Putri Yandini. Juara II dan III diraih Agre Amelia dan Siska Amelia. Juara Harapan I, Amelia Lestari, Huara Harapan II, Cindy Gestiani, dan Juara Harapan III diraih Ratna Saerah. (afi)

KETAPANG – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang menggelar ajang pencarian bakat dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-603 Ketapang. Ajang pencarian bakat tersebut dibalut dalam Festival Dendang Melayu Ketapang. Sebanyak 12 finalis bersaing menampilkan performa terbaiknya pada malam grand final yang diselenggarakan di Hotel Nevada pada Senin (29/3).

Acara tersebut dihadiri oleh Penjabat Sekretaris Daerah Ketapang, Suherman, Wakil Ketua DPRD Ketapang, Mat Hoji, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang, Yulianus, dan undangan lainnya.

Kepala Disbudpar Ketapang, Yulianus, mengatakan kegiatan festival ini digelar bertujuan untuk menumbuhkembangkan minat, bakat serta kemampuan putra-putri terbaik daerah dalam karya seni musik.

“Di sisi lain kita juga berusaha melestarikan nilai seni dan budaya, membina nilai keanekaragaman sosial masyarakat dan toleransi, pendidikan, kepemudaan, membangun sumber daya manusia, yang semuanya itu tertuang lewat kreativitas seni terutama seni musik,” katanya.

Pj Sekretaris Daerah Ketapang, Suherman, mengatakan seperti yang diketahui etnis dan budaya di bumi ini sangat beragam seperti, Melayu, Daya, Cina, Batak, Jawa, Madura dan masih banyak lagi. Dendang Melayu menjadi salah satu warisan budaya Melayu yang ada di Ketapang.

Baca Juga :  Polisi Bekuk Tiga Perampok di Kendawangan

“Keberagaman yang tercipta dari lagu-lagu Melayu membuatnya digemari oleh penikmat musik di berbagai kalangan,” katanya.

Salah satu dendang Melayu yang terkenal adalah lagu Zapin Laksamana Raja di Laut yang semuanya berasal dari Melayu Riau. Hampir seluruh masyarakat pernah mendengarkan lagu itu.

“Akan tetapi, coba kita bertanya tentang lagu Melayu daerah Ketapang, belum tentu masyarakat di luar sana tahu, bahkan tak pernah mendengar lagu-lagu tersebut. Oleh karena itu, perlu adanya upaya untuk memberdayakan guna mengembangkan seni budaya khusus Dendang Melayu Ketapang. Dengan demikian lagu-lagu Melayu khas Kabupaten Ketapang dapat dikenal luas,” jelasnya.

Dalam upaya pelestarian seni budaya lokal ini, Pemerintah Daerah Ketapang melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Ketapang telah merancang kegiatan ini sedemikian rupa agar masyarakat di Ketapang dapat ikut berpartisipasi dalam memeriahkan acara festival dendang Melayu tahun 2021.

“Melalui acara ini kita diajak untuk mengingat akan pentingnya publikasi dalam kelestarian budaya. Acara ini juga sekaligus dibuat dalam rangka memperingati hari jadi Ketapang ke-603 tahun. Selain itu dengan diadakannya festival dendang Melayu ini kita bersama-sama saling menumbuhkan rasa peduli akan budaya lokal di Kabupaten Ketapang,” ungkapnya.

Baca Juga :  Dorong Pembangunan dan Perekonomian

Dia menambahkan, dengan diadakannya festival dendang Melayu tahun 2021 masyarakat diharapkan untuk semakin kreatif dalam mengembangkan budaya lokal.

“Saya berharap acara ini akan tetap eksis setiap tahunnya mengikuti perkembangan zaman. Usaha ini dilakukan agar budaya lokal yang ada di Kabupaten Ketapang tidak hilang ditelan zaman,” harapnya.

Pada festival dendang Melayu kategori putra, Juara I diraih Rahmat Hidayat. Juara II dan III diraih oleh Ilham Nasil dan Bitauto. Sedangkan Juara Harapan I diraih Erwn Susilawan. Juara Harapan II diraih Siparto, dan Deki Murdani sebagai Juara Harapan III. Sedangkan kategori putri, Juara pertama diraih Putri Yandini. Juara II dan III diraih Agre Amelia dan Siska Amelia. Juara Harapan I, Amelia Lestari, Huara Harapan II, Cindy Gestiani, dan Juara Harapan III diraih Ratna Saerah. (afi)

Most Read

Artikel Terbaru

/