alexametrics
32.8 C
Pontianak
Monday, July 4, 2022

WHW dan SMKN 2 Teken MoU Siapkan Siswa Siap Kerja

KETAPANG – PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) membina kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Ketapang. Pembinaan itu untuk menyiapkan siswa memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk siap bekerja di WHW. Kesepakatan kerja sama terjalin dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang disepakati kedua pihak yang terdiri dari perekrutan lulusan, sinkronisasi kurikulum dan tempat seleksi langsung di SMKN 2 Ketapang.

Direktur WHW, Boni Subekti, mengatakan keberadaan WHW menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Oleh karena itu, WHW selalu membuka kesempatan kerja terutama bagi warga sekitar perusahaan, khususnya lulusan SMKN 2 Ketapang agar memiliki keahlian yang memenuhi kriteria industri.

“Kami berkomitmen untuk selalu mempekerjakan warga lokal sesuai dengan konsep hilirisasi yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang memberdayakan masyarakat sekitar. Untuk itu, kami siapkan warga lokal berkompetensi unggul melalui sinkronisasi kurikulum sekolah dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Boni.

Baca Juga :  Yakin Pertanian Akan Maju, Petani Dusun Punuk Siap Menangkan Junaidi-Sahrani

Keberadaan WHW memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja yang tidak sedikit. Hingga Februari 2021, WHW telah memberdayakan tenaga kerja lebih dari 3.000 orang, di mana 80 persen dari total karyawan berasal dari Kalimantan Barat.

“Kami memberdayakan tenaga kerja lokal tersebut dengan melakukan program Transfer of Technology (ToT) yang dilaksanakan secara berkelanjutan dari tenaga ahli Tiongkok kepada pekerja Indonesia,” lanjut Boni.

Program ToT dengan memberdayakan tenaga kerja lokal merupakan strategi WHW untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kualitas dan kinerja tenaga kerja Indonesia, sehingga mampu mengoperasikan peralatan dan mesin smelter yang mengacu pada perkembangan dunia. Hal tersebut sejalan dengan konsep hilirisasi industri mineral yang akan dikerjakan sepenuhnya oleh tenaga kerja Indonesia.

Baca Juga :  Kelompok Tani Marsada Jaya Siap Dukung Junaidi-Sahrani di Pilbup Ketapang

Kepala SMKN 2 Ketapang, Erini, menyambut baik kesempatan istimewa ini dengan semakin fokus menghasilkan lulusan yang berkualitas, kompeten, dan kompetitif.

“Dengan adanya kerja sama ini, siswa semakin bersemangat untuk belajar terutama praktik dan semangat mencontoh mengikuti budaya kerja di industri,” kata Erini.

Saat ini, SMKN 2 Ketapang memiliki ragam jurusan yang diikuti siswa mulai teknik permesinan, teknik kendaraan ringan, hingga agribisnis pengolahan hasil pertanian. Jumlah lulusan tahun 2020 sebanyak 372 orang dan tahun 2021 sebanyak 418 orang. (*)

KETAPANG – PT Well Harvest Winning Alumina Refinery (WHW) membina kerja sama dengan Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 2 Ketapang. Pembinaan itu untuk menyiapkan siswa memiliki keahlian yang dibutuhkan untuk siap bekerja di WHW. Kesepakatan kerja sama terjalin dalam Memorandum of Understanding (MoU) yang disepakati kedua pihak yang terdiri dari perekrutan lulusan, sinkronisasi kurikulum dan tempat seleksi langsung di SMKN 2 Ketapang.

Direktur WHW, Boni Subekti, mengatakan keberadaan WHW menyerap tenaga kerja yang tidak sedikit. Oleh karena itu, WHW selalu membuka kesempatan kerja terutama bagi warga sekitar perusahaan, khususnya lulusan SMKN 2 Ketapang agar memiliki keahlian yang memenuhi kriteria industri.

“Kami berkomitmen untuk selalu mempekerjakan warga lokal sesuai dengan konsep hilirisasi yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara yang memberdayakan masyarakat sekitar. Untuk itu, kami siapkan warga lokal berkompetensi unggul melalui sinkronisasi kurikulum sekolah dengan kebutuhan perusahaan,” ujar Boni.

Baca Juga :  Perbaiki Jalan, Bantu Akses Warga Desa

Keberadaan WHW memberikan dampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja yang tidak sedikit. Hingga Februari 2021, WHW telah memberdayakan tenaga kerja lebih dari 3.000 orang, di mana 80 persen dari total karyawan berasal dari Kalimantan Barat.

“Kami memberdayakan tenaga kerja lokal tersebut dengan melakukan program Transfer of Technology (ToT) yang dilaksanakan secara berkelanjutan dari tenaga ahli Tiongkok kepada pekerja Indonesia,” lanjut Boni.

Program ToT dengan memberdayakan tenaga kerja lokal merupakan strategi WHW untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kualitas dan kinerja tenaga kerja Indonesia, sehingga mampu mengoperasikan peralatan dan mesin smelter yang mengacu pada perkembangan dunia. Hal tersebut sejalan dengan konsep hilirisasi industri mineral yang akan dikerjakan sepenuhnya oleh tenaga kerja Indonesia.

Baca Juga :  KAL Berikan Premi Minyak Sawit Berkelanjutan Untuk Petani Kemitraan

Kepala SMKN 2 Ketapang, Erini, menyambut baik kesempatan istimewa ini dengan semakin fokus menghasilkan lulusan yang berkualitas, kompeten, dan kompetitif.

“Dengan adanya kerja sama ini, siswa semakin bersemangat untuk belajar terutama praktik dan semangat mencontoh mengikuti budaya kerja di industri,” kata Erini.

Saat ini, SMKN 2 Ketapang memiliki ragam jurusan yang diikuti siswa mulai teknik permesinan, teknik kendaraan ringan, hingga agribisnis pengolahan hasil pertanian. Jumlah lulusan tahun 2020 sebanyak 372 orang dan tahun 2021 sebanyak 418 orang. (*)

Most Read

Artikel Terbaru

/