alexametrics
27.8 C
Pontianak
Thursday, August 18, 2022

Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan, Dampak Pekatnya Kabut Asap

SUNGAI RAYA – Jumat (26/2), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya terpaksa mengeluarkan kebijakan untuk memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di Kubu Raya.

Kebijakan tersebut dilakukan menindaklanjuti Keputusan Bupati Kubu Raya Nomor 198/BPBD/2021 tanggal 25 Februari 2021 tentang Status Darurat Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Sesuai dengan surat edaran yang kami bagikan, maka sementara kami berhentikan kembali PTM pada satuan pendidikan di Kubu Raya, mulai tanggal 1 hingga 3 Maret 2021 mendatang,” kata Muhammad Ayub, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya kepada Pontianak Post, Minggu (28/2) di Sungai Raya.

Secara terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menerangkan kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi mencegah meningkatnya kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kubu Raya.

“Memang saat ini kasus ISPA belum meningkat di Kubu Raya, namun melihat cukup tebalnya kabut asap beberapa waktu terakhir membuat kami mengambil langkah untuk sementara memberhentikan pembelajaran tatap muka di sekolah, sebagai salah satu upaya antisipasi untuk menjaga kesehatan murid dan mencegah meningkatkan kasus ISPA di Kubu Raya,” papar Muda.

Baca Juga :  Banjir di Dusun Karya Abadi Paling Parah

Pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi kabut asap, khususnya di wilayah Kubu Raya. “Tentunya kita sama-sama berharap ada curah hujan dalam waktu dekat, sehingga kondisi kabut asap ini bisa diminimalisir,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan menambahkan, kendati kabut asap mulai tebal beberapa waktu terakhir, namun berdasarkan pantauan yang dilakukan pihaknya di lapangan, hingga saat ini belum terjadi peningkatan kasus ISPA di kabupaten ini. “Untuk jenis penyakit yang terjadi saat masuk musim kemarau seperti ISPA dan diare hingga saat ini belum ada peningkatan signifikan. Namun sebagai upaya antisipasi kami memaklumi upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan untuk memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah,” jelasnya.

Tidak hanya mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah saat kabut asap mulai tebal, Marijan juga mengimbau masyarakat untuk tetap menegakkan disiplin protokol kesehatan. “Perlu diingat selain bencana kabut asap, hingga saat ini pandemi Covid-19 juga belum berkahir. Makanya saya mengimbau masyarakat untuk juga selalu menerapkan disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Lama Menderita Sakit, Tak Pernah Dapat Bantuan

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Amri memaklumi kebijakan Pemerintah Kubu Raya yang kembali memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah. “Wajar sajalah pembelajaran tatap muka sementara disetop dulu, karena kabut asap makin tebal beberapa hari terakhir. Hal ini dilakukan juga mengantisipasi meningkatnya ISPA,” ujarnya.

Agar kebakaran lahan yang menyebabkan tebalnya kabut asap bisa diminimalisir dan dicegah, Amri pun mengimbau masyarakat dan semua pihak lainnya untuk sama-sama menjaga lingkungan. Dia juga mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas membakar atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau seperti saat ini.

“Semoga sajalah segera turun hujan, sehingga kabut asap ini bisa segera hilang dan anak-anak bisa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah,” pungkasnya. (ash)

SUNGAI RAYA – Jumat (26/2), Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya terpaksa mengeluarkan kebijakan untuk memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka (PTM) di Kubu Raya.

Kebijakan tersebut dilakukan menindaklanjuti Keputusan Bupati Kubu Raya Nomor 198/BPBD/2021 tanggal 25 Februari 2021 tentang Status Darurat Bencana Kabut Asap Akibat Kebakaran Hutan dan Lahan.

“Sesuai dengan surat edaran yang kami bagikan, maka sementara kami berhentikan kembali PTM pada satuan pendidikan di Kubu Raya, mulai tanggal 1 hingga 3 Maret 2021 mendatang,” kata Muhammad Ayub, kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kubu Raya kepada Pontianak Post, Minggu (28/2) di Sungai Raya.

Secara terpisah, Bupati Kubu Raya, Muda Mahendrawan, menerangkan kebijakan tersebut dilakukan sebagai upaya antisipasi mencegah meningkatnya kasus infeksi saluran pernafasan akut (ISPA) di Kubu Raya.

“Memang saat ini kasus ISPA belum meningkat di Kubu Raya, namun melihat cukup tebalnya kabut asap beberapa waktu terakhir membuat kami mengambil langkah untuk sementara memberhentikan pembelajaran tatap muka di sekolah, sebagai salah satu upaya antisipasi untuk menjaga kesehatan murid dan mencegah meningkatkan kasus ISPA di Kubu Raya,” papar Muda.

Baca Juga :  Banjir di Dusun Karya Abadi Paling Parah

Pihaknya akan terus memantau perkembangan kondisi kabut asap, khususnya di wilayah Kubu Raya. “Tentunya kita sama-sama berharap ada curah hujan dalam waktu dekat, sehingga kondisi kabut asap ini bisa diminimalisir,” jelasnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kubu Raya, Marijan menambahkan, kendati kabut asap mulai tebal beberapa waktu terakhir, namun berdasarkan pantauan yang dilakukan pihaknya di lapangan, hingga saat ini belum terjadi peningkatan kasus ISPA di kabupaten ini. “Untuk jenis penyakit yang terjadi saat masuk musim kemarau seperti ISPA dan diare hingga saat ini belum ada peningkatan signifikan. Namun sebagai upaya antisipasi kami memaklumi upaya yang dilakukan Dinas Pendidikan untuk memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah,” jelasnya.

Tidak hanya mengingatkan masyarakat untuk selalu menggunakan masker saat beraktivitas di luar rumah saat kabut asap mulai tebal, Marijan juga mengimbau masyarakat untuk tetap menegakkan disiplin protokol kesehatan. “Perlu diingat selain bencana kabut asap, hingga saat ini pandemi Covid-19 juga belum berkahir. Makanya saya mengimbau masyarakat untuk juga selalu menerapkan disiplin protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari,” jelasnya.

Baca Juga :  Sanksi Denda Jika Masih Tak Disiplin Prokes

Sementara itu, anggota DPRD Kabupaten Kubu Raya, Amri memaklumi kebijakan Pemerintah Kubu Raya yang kembali memberhentikan sementara pembelajaran tatap muka di sekolah. “Wajar sajalah pembelajaran tatap muka sementara disetop dulu, karena kabut asap makin tebal beberapa hari terakhir. Hal ini dilakukan juga mengantisipasi meningkatnya ISPA,” ujarnya.

Agar kebakaran lahan yang menyebabkan tebalnya kabut asap bisa diminimalisir dan dicegah, Amri pun mengimbau masyarakat dan semua pihak lainnya untuk sama-sama menjaga lingkungan. Dia juga mengimbau masyarakat agar menghindari aktivitas membakar atau membuka lahan dengan cara membakar, terutama di musim kemarau seperti saat ini.

“Semoga sajalah segera turun hujan, sehingga kabut asap ini bisa segera hilang dan anak-anak bisa kembali mengikuti pembelajaran tatap muka di sekolah,” pungkasnya. (ash)

Most Read

Artikel Terbaru

/